
Hari ini Dira menjalankan rencana yang sudah dia persiapkan sebelumnya. Hari ini dia akan membuat Peter sadar kalau yang harusnya di incar adalah Dira. Buka yang lainnya.
Dan kali ini, Dira sudah siap dengan berbagai macam caranya. Di awali denga Dira mengajukan kesepakatan kerja sama dengan Peter dan berusaha menjeratnya dengan hubungan kerja sama. Dan ternyata, Peter tidak menyadarinya. Jadi Peter langsung menandatangani surat kerjasama antara perusahaan yang Dira miliki dengan Peter.
Tapi saat akan pulang, anak buah Peter di suruh mengikuti Dira. Krena Peter ingin bermain curang dalam kerja sama itu. Dia mau membuat Dira merugi. Dan perusahaannya akan hancur karena tidak memenuhi perjanjian dengan perusahaannya.
Peter belum tau saja, semua yang dia rencanakan, semua itu yang Dira mau. Jadi bukan Peter yang memegang kendali atas permainan itu. Tapi Diralah yang memegangnya.
Jadi saat Dira di ikuti, Dia denga santai membiarkannya. Dan saat mereka sampai di tempat sepi, Dia langsung di hadang oleh mereka dan ingin melawan Dira. Dira merasa apa yang di lakukan oleh anak buah peter terlalu bodoh. Bila dia yang melakukannya. Dia kan menabrakan mobilnya dengan mobil lawanya dan mendorong agar masuk dalam jurang. Tapi yang mereka lakukan malah berhenti dan ingin melawan Dira langsung.
Dira tanpa keluar dari dalam mobil, langsung mengarahkan pistolnya pada kaki mereka masing masing. Semua terkena tembakan Dira dan membunuh mereka ber 3 tepat setelah dia menembak kakinya saja. Tapi temannya di biarkan kabur menemui Peter untuk melaporkan kejadian yang dia alami.
" Pergilah selagi kau bisa. Karena kematianmu ada di tangan tuamu sendiri. "
__ADS_1
Dira lalu meninggalkan tempat itu dan membiarkan mayat itu ada di jalanan. Dia ingin tau bagaimana tanggapa bos dari Peter saat tau kalau ada yang berani menantang anak buahnya.
Albert yang sedang pusing karena putrinya, Dia lalu berusaha menghubungi Dira agar dia mau menemui dirinya lagi. Tapi sayang ponsel Dira tidak aktif juga. Jadi dengan terpaksa Albert meninggalkan putrinya yang masih menangis karena makanannya di makan daddynya.
Yasmin sampai mogok makan lagi. Dan sore hari, Dira datang lagi ke rumah Albert untuk mengecek kondisi Yasmin. Dia tau kalau Yasmin sudah menghabiskan makanan yang dia buat. Jadi untuk makan malam, Dira mau memasak lagi untuk Yasmin.
Tapi sampai disana, Dira melihat semua pembantu disana sedang sibuk. Mereka seperti sedang melakukan sesuatu yang sangat berat.
" Bi... ada apa ya? "
Dira bingung dengan maksud dari bibik itu. Dan menunggu penjelasan lebih lanjut lagi.
" Itu non, semalam makanan yang non buat untuk nona muda, ternyata di makan oleh daddynya non. Tuan pikir sayang yang membuat itu untuk di makan pagi hari. Jadi di habiskan semua. Sampai kuenya juga habis. Jadi tadi pagi saat nona muda ingin makan semua makanan itu, makanannya sudah habis. Dan dia sedang marah saat ini. Kami disuruh memasak yang sama seperti nona. Tapi kami tidak bisa nona. "
__ADS_1
Penjelasan pembatu itu sudah menjawab semua pertanyaan Diar. Jadi sekarang tugas dia pertama menenangkan nona muda itu dulu sebelum masak untuk makan malam lagi.
" Saya akan menemui nona muda kalian dulu.Kalian bereskan saja semua kekacauan itu. Dan nanti saya akan memasai untuk Yasmin sendiri. "
Dira langsung menuju kamar Yasmin untuk menenangkan anak itu. Dan Dira dapat melihat kalau Yasmin sedang meringkuk di dalam selimutnya karena sedang menangis.
" Yas... kamu mau makan malam dengan kakak? kamu mau makan apa? biar kakak buatkan sekarang untuk kamu. "
Mendengar suara Dira, membuat Yasmin langsung membuka selimutnya untuk memastikan Dira ada di dekatnya saat ini.
" Kakak.... "
Yasmin lalu merentangkan tangannya meminta di peluk Yasmin.
__ADS_1
Di depan pintu Albert melihat apa yang Dira dan Yasmin lakukan dia sampai berpikir mengenai apa yang selama ini dia raguka dari Dira.
" Kamu memang sangat cocok dengan Yasmin. "