Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Tumben


__ADS_3

Yasmin saat itu sedang membuat corat ceretan sendirian dia dalam kamarnya. Dia menggambar banyak hal yang melintas di pikirannya sampai saat Dira masuk Albert dia tidak mendengar sama sekali.


" Yas kamu sedang menggambar apa? "


" Ahh kakak.. bikin kaget aja.. ini aku hanya sedang menggambar taman bermain."


Dira melihat semua coretan Yasmin dan dia dapat merasakan kalau Yasmin sebenarnya ingin merasakan kehidupan seperti anak yang lainnya. Yang bisa pergi bersama orang tua dan bersenang senang bersama.


" Kamu mau ketaman bermain seprti itu? "


Yasmin hampir melompat kegirangan. Tapi dia tahan saat ingat pekerjaan Dira dan Albert sangat banyak. Bahkan saat mereka ada di tempat ini pun Dira dan Albert jarang ada waktu untuk dirinya.


Dira mendengar semua itu dan merasa bersalah karena dia mengabaikan Yasmin beberapa saat lalu. Dia fokus pada hal lain tanpa memikirkan perasaan Yasmin yang memang membutuhkan kasih sayang dan perhatian.


"Lusa kita main ketaman bermain bersama. Kamu mau? Bila daddy kamu sibuk, kita bisa pergi berdua saja. Maaf aku terlalu sibuk saat ada di rumah ini dan mengabaikan kamu. Maaf ya.. "


Yasmin mengembangkan senyumnya saat mendengar perkataan Dira. Walaupun hanya dengan Dira, dia tetap akan merasa bahagia. Tapi satu yang pasti terjadi. Daddynya tidak akan membiarkan Dira dan Yasmin pergi berdua saja.

__ADS_1


* Makasi kakak.. aku sayang sama kak Dira. Kalau begitu kakak boleh sibuk untuk hari ini. "


" Daddy kamu tidak peluk? kamu tidak sayang daddy? daddy juga akan ikut bersama kalian pergi ketaman bermain."


Dira dan Yasmin kompak melihat kearah Albert dan mengangkat bahu bersamaan. Seolah mereka tidak peduli akan hadirnya Albert. Tapi setelah melihat wajah Albert yang mulai di tekuk, Dira dan Yasmin bersamaan memeluk Albert dengan erat.


" Kami sayang daddy. "


Perkataan yang Dira baru saja ucapkan sambil memeluk dirinya membuat Albert bertambah bahagia. Dia memeluk erat kedua wanita yang paling dia sayangi saat ini.


Dira merasakan kenyamanan saat bisa melakukan hal seperti itu bersama Albert dan Yasmin. Yasmin sampai berpikir kalau ini adalah kejadian langka untuk mereka. Karena Dira baru kali ini mau melakukan hal ini dan membuat suasana seperti mereka sudah satu keluarga yang utuh.


" Yas apa kamu mau Dira segera menjadi mama kamu? "


" Apa kak Dira mau? "


" Aku mau kalau nanti anak aku itu penurut dan tidak suka membuat masalah. Apalagi melanggar aturan dan larangan dari aku. Gimana? "

__ADS_1


" Aku mau.. "


Yasmin langsung bersedia menerima persyaratan dari Dira karena dia memang sangat ingin menjadikan Dira sebagai ibunya.


" Kalau begitu, nanti malam Yas tidur di tempat yang aku tentukan oke? Tidak boleh keluar apapun yang terjadi. Ingat Yas.. lusa kita akan pergi ke taman bermain. Jangan sampai aku batalkan karena rasa ingin tau kamu dan kamu menyelinap keluar. "


Yasmin tersenyum dan memperlihatkan deretan giginya saat mendengar apa yang Dira ucapkan. Dia tidak akan melakukan hal bodoh lagi dengan melawan perkataan Dira. Karena dia sangat ingin Dira secepatnya menikah dengan daddynya.


" Aku akan melakukan apa yang kakak bilang. "


" Bagus anak pintar. Ini baru anak aku. "


Dira tanpa sadar mengatakan hal itu. Yang mana membuat Yasmin dan Albert kaget dan bahagia di waktu yang bersamaan. Mereka langsung memeluk Dira dan mengucapkan sayang berkali kali. Bahkan Yasmin sampai mencium pipi Dira karena dia sangat bahagia.


" Ra.. makasi karena kamu sudah mau menjadi sumber kebahagiaan kami. "


Bisikan Albert itu di balas dengan senyuman manis oleh Dira.

__ADS_1


__ADS_2