
Dira mendengar semua keributan itu. Dan dia sadar akan segalanya yang terjadi di sana. Hanya saja, Dira terlalu malas untuk bergerak, berpikir dan juga bicara saat ini. Hingga kehebohan besar itu terjadi.
Dira memilih istirahat dulu sebelum nantinya dia menghadapi banyak hal yang menyibukan dirinya lagi. Yasmin mencoba mencaritau keadaan Dira dari pikirannya tapi tidak juga dia bisa. Jadi Yasmin hanya bisa menangis dengan keras karena takut terjadi sesuatu pada Dira saat ini.
Entah siapa yang mengabari Raka dan yang lainnya mengenai keadaan Dira. Hingga Raka juga datang kesana dengan sangat tergesa gesa.
*braaakk*
" Ra.... "
Raka datang dengan sangat panik hingga dia membuka pintu dengan sangat keras. Dia tidak melihat siapapun lagi saat datang. Pandangan dia hanya tertuju pada tempat tidur Dira saja. Dan melihat Dira yang saat ini sedang terbaring memejamkan matanya.
" Kau diam disana. Jangan coba coba menghalangi aku. Kau tau Chupa aku tidak pernah main main mengenai Dira. Aku bisa melawan mu bila kau tidak mengijinkan aku mendekat. "
Raka dengan nada dinginnya berkata begitu pada Chupa. Dia tidak akan segan segan melawan Chupa bila dia tetap di halangi untuk mendekati Dira. Dan akhirnya Chupa membiarkan Raka mendekat tapi tidak terlalu dekat juga pada Dira.
__ADS_1
" Apa yang terjadi? kenapa bisa begini? Jelaskan semua pada aku sekarang juga. "
Raka merasa sangat marah saat tau Dira dalam keadaan tidak baik baik saja. Dia menyalahkan dirinya selama perjalanan menuju rumah itu karena tidak bisa menjaga Dira dengan baik. Dan saat dia sampai dia melihat Albert dan Yasmin di tempat ini. Jadi wajar kalau Raka berpikir ini karena ulah mereka. Karena Dira selalu mengalami hal buruk setiap dekat dengan Yasmin atau Albert.
" Kau... "
Dira sudah tidak bisa membiarkan mereka ribut lagi. Jadi dia berusaha bersuara agar Raka berhenti menuduh orang disana.
" uuuuuuhhhh"
Raka mendekat dan ingin menyentuh kepala Dira tapi di dahului oleh Chupa. Dia menggeram dan hampir menggigit Raka saat hampir menyentuh Dira.
" Kau... kau.... berani ingin menggigit aku? "
Chupa hanya menggeram lagi. Dia menjilati tangan Dira seperti meminta Dira bangun. Dan Dira berhasil membuka matanya. Dia melihat semua orang berkumpul di kamarnya dan menunggu dia sadar. Sampai ada dobrakan pintu lagi yang terdengar.
__ADS_1
*Bruuuaaakkk*
" Ra... RAAAAAAAAA"
Awalnya Angga memanggil Dira dengan nada cemasnya. Tapi saat melihat ke arah tempat tidur Dira, dan melihat Chupa ada di atas tempat tidur itu dengan di sebelahnya Dira yang lemah. Membuat Angga berteriak panik.
Dia tidak menyangka kalau akan melihat Dira di temani harimau di dalam kamarnya.
" Ini.. ada apa ini... Raka... itu kenapa.. usir dia.. "
Angga ingin mengatakan mengenai Chupa yang harus di usir dari tempat tidur Dira. Tapi Chupa seolah tidak perduli dengan perkataan Angga. Karena saat ini Chupa sedang bermanja pada Dira. Dia sangat senang Dira tidak kenapa napa.
" Sudah om, dia tidak akan melukai Dira. Dia adalah binatang kesayangan Dira. Aku mana berani mengusir dia dari dekat Dira. "
Raka seperti lupa kalau barusan dia sudah menantang Chupa saat Dira belum sadar. Tapi setelah Dira sadar Raka tidak berani mengancam Chupa atau berlaku kasar padanya. Karena Chupa adalah kesayangan Dira. Dia bisa di amuk oleh Dira bila menyentuh Chupa.
__ADS_1