Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Aku Menemukannya


__ADS_3

Dira pergi dari tempat itu dengan tergesa gesa. Sampai Alvin pun mengikuti dia dengan kewalahan.


"Kamu kenapa? Tadi ingin sekali ada disana. sekarang kenapa? "


Dira hanya diam dan tidak menanggapi Alvin. Dia segera melangkah menuju mobilnya dan setelah Alvin masuk, Dira segera menjalankan mobil dengan cepat.


"Apa yang terjadi, aku sangat sulit mengontrol persaan milik Dira saat ini. Ini sangat mengganggu. Ayolah.. aku tidak mau terus di pengaruhi emosi ini. "


Dira terus mengatakan hal itu dalam hatinya. Dan dia semakin melajukan mobil dengan cepat. Sampai sampai, Alvin merasakan nyawanya akan di ambil sebentar lagi.


" Hei... jangan ngebut... aku memang sebelumnya ingin mati.. tapi tidak untuk sekarang... bisa kamu pelankan sedikit laju mobilnya? "


Dira tidak menjawab dan tetap melajukan mobil dengan cepat. Saat sampai di Apartemennya, Dira langsung keluar mobil dan berlari masuk menuju lantai tempat kamarnya berada.


" Huuueeekkk.... hhhuuuueeekk... aduh itu wanita cepat sekali... aku harus mengejar dia. "


Alvin sambil masih menahan mual dia berusaha berlari mengejar Dira. saat dia melihat Dira, dia ingin segera menyusul tapi tetap kalah cepat dengan Dira. Dira sudah masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Alvin akhirnya berjalan pelan saja sambil memegangi perutnya.


" Benar kata dia, aku memang bodoh. Aku mengikuti dia sampai begini. Apa sebenarnya yang sedang aku lakukan ini. Kenapa aku malah ingin selalu ada di sekitar dirinya. Aku benar benar aneh. "


Alvin mengetuk pintu kamar Dira, tapi tidak ada jawaban dan tidak di bukakan juga pintunya. Dia jadi tetap diam menunggu Dira membuka pintu. Alvin seperti anak hilang saat ini berjongkok di depan pintu kamar Dira. Padahal dia mempunyai rumah sendiri untuk dia pulang.


Dira di dalam apartemennya sedang menangis sejadi jadinya. Dia merasakan sakit yang tidak bisa di jelaskan. Sampai sampai dia tertidur karena lelah menangis.


"Fu ling... akhirnya kita bertemu. "


" Siapa? "


" Kamu.. "


" Fu ling... terimakasi kamu sudah membuat kehidupan aku menjadi lebih baik saat kamu yang menjalaninya. Tapi bolehkah aku minta pertolongan kamu? aku sangat ingin dulu mendapatkan kasih sayang orang tua aku. Apa bisa kamu menerima saja yang sudah di takdirkan? aku harap kamu bisa menerima takdir aku menjadi bagian dari kamu sekarang. "


" Kamu ingin aku menerima om kucing itu ya? baiklah.. aku akan jalani takdir kamu. dan tetap menjalani apa yang harus aku lakukan. "

__ADS_1


" Bukan hanya itu, tapi sayangi dia juga. aku sangat ingin hal itu. sederhana Fu ling. aku hanya mau hidup tenang dan sederhana. "


" Baik aku paham"


Setelah itu, tiba tiba bayangan tanpa rupa yang bicara dengan Fu ling mulai hilang. Dan secara perlahan Dira mulai bangun dari tidurnya. Dia melihat kesekeliling dan dia sadar dia ada di Apartemennya.


Seketika itu juga dia ingat tentang Alvin.


" Astaga... aku sudah meninggalkan dia. Dimana dia sekarang? . aku harus mencari dia dulu. "


Dira langsung membasuh wajah dan akan mulai mencari Alvin. Tapi saat pintu di buka, dia melihat seorang pria sedang duduk di lantai dengan kepala di tundukan menyentuh lutuhnya.


"Dia benar benar bodoh. Untuk apa dia menunggu aku di tempat ini seperti gelandangan saja. "


Walau berkata sangat kasar, Dira berkata begitu sambil tersenyum cerah. Dia merasa sangat tersentuh dengan apa yang Alvin lakukan.


" Hei... bangun... ayo masuk kedalam. Kalau sampai ada yang melaporkan kamu, nanti kamu bisa di usir. "

__ADS_1


Alvin mendengar perkataan Dira dan dia segera bangun dari duduknya. Dan berdiri tepat di hadapan Dira.


" Kamu tidak apa apa?"


__ADS_2