
Setelah kejadian malam itu, Raka tidak mengijinkan Dira keluar malam lagi. Dia sengaja pindah ke apartemen di sebelau Dira untuk mengawasi Dira. Walaupun dia tau Dira bisa menjaga Dirinya sendiri, tapi tetap saja Raka khawatir mengenai keselamatannya.
" Dira... kamu hari ini jadi ke perusahaan? Dan kamu akan mendaftarkan perusahaan dengan nama apa?"
" Hari ini aku ada urusan lain. Jadi tidak bisa ke kantor dulu. Untuk nama, bisa di daftarkan menjadi AD. ink."
" Hemm baiklah.. aku akan urus semua."
" Kak.."
Raka yang baru pertama kali di panggil kakak oleh Dira langsung bengong dan tak percaya. Dira yang biasanya selalu cuek dan dingin. Bahkan Dira sering sekali tidak menganggap Raka ada, tiba tiba memanggil dia kakak. Raka merasa pendengarannya sedang bermasalah.
" Kak Raka, aku boleh memanggil begitu kan? Kakak A Ying sudah pergi, dan sekarang aku bersama kakak. Aku hanya ingin bersikap sopan. Sebelumnya maaf aku selalu mengabaikan kakak. Itu karena kita jarang berinteraksi. Dan kakak juga lebih sering berada di luar. Jadi itu membuat jarak untuk aku mengenal kakak. Tapi dari cara kakak sebelumnya menjaga aku, itu mengingatkan aku kepada kak A ying."
" Aku sangat suka saat kamu memanggil aku kakak. Aku merasa kamu menerima aku di samping kamu dan menjaga kamu. Aku hanya tidak mau kamu kenapa kenapa nantinya. Aku menganggap kamu itu sebagai adik aku karena kamu sudah di titipkan A ying pada aku. "
__ADS_1
" Baiklah... mulai sekarang kakak akan menjdi kakak laki laki aku. Dan sekarang kakak bisa ke kantor untuk mengurus segalanya. Sedangkan aku akan mengurus urusan aku yang belum selesai."
" Kamu akan kemana? "
" Aku harus kembali pulang. Ada hal yang harus aku diskusikan dengan mereka saat ini. "
" Jaga diri kamu baik baik. "
" Hemm.. "
Dira tidak sengaja mendengar obrolan orang itu dan merasa geli mendengarkannya.
" Sayang aku mohon kembalilah kepada aku. Aku sangat mencintai kamu sayang. "
" Kamu laki laki tidak tau diri. Kamu itu kalah jauh di bandingkan pacar aku tau? Aku sudah tidk butuh kamu lagi. Jadi pergi lah.. jangan ganggu aku. Aku ingin bahagia dengan kekasih baruku. "
__ADS_1
Dira tidak bisa menyembunyikan senyum mencibirnya. Dia merasa geli melihat pemandangan itu.
" Dasar laki laki bodoh.. masih saja mengemis cinta kepada wanita yang sudah jelas buruk untuknya. "
Dira melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya sambil sesekali masih tersenyum mengingat laki laki itu.
Sedangkan di tempat laki laki itu berada, setelah dia di tolak dan di campakan sebegitunya oleh wanitanya, dia lntas pergi tanpa arah. Dia merasa hidupnya sudah hancur dan dia ingin mengakhiri hidupnya saja.
Dira sampai di rumah langsung di sambut oleh Chupa. Mungkin karena chupa bisa mencium bau Dira walaupun jarak cukup jauh, jadi dia langsung menunggu di depan gerbang.
Tolvar dan yang lain yang melihat tingkah laku Chupa merasa ada yang aneh. Binatang yang biasanya selalu berada di halaman belakang rumah, sekarang seperti sedang menantikan kedatangan seseorang di gerbang rumah.
Tidak selang berapa lama, Dira muncul di balik gerbang itu. Dan chupa langsung mengaum dengan keras untuk menyambut Dira.
" Oohh.. kamu menunggu aku rupanya disini. Baiklah mari kita masuk bersama dan menemui yang lainnya. "
__ADS_1
Chupa langsung mengekor di belakang Dira. Kalau orang yang sering melihat Chupa, mereka akan tau kalau sekarang Chupa seperti binatang yg sedang pamer karena majikannya datang.