
Dira masih diam tidak menjawab pertanyaan Raka. Dia bingung menjelaskan bagaimana dan kenapa dia menangis begitu.
" Apa om om tadi itu ayah kamu? "
Dira dan Raka akhirnya sadar di ruangan itu bukan hanya ada mereka saja. Tapi ada orang lain lagi. Raka langsung mengerutkan dahinya menatap Alvin. Raka tidak tau siapa Alvin dan dia juga tidak me dapatkan laporan apapun soal Alvin ini dari anak buahnya.
" Siapa dia? "
" Haaahhh aku hampir lupa kalau dia masih ada disini bersama kita. "
" Siapa kamu? " Raka langsung bertanya kepada Alvin.
" Dia adalah anak bodoh yang aku pungut di pingir jalan. Saat aku bantu eh dia malah mengikuti aku terus. "
Raka dan Alvin tau perkataan Dira tidak serius. Alvin juga tidak tersinggung sama sekali. Dia malah suka saat Dira kembali lagi seperti sebelumnya dan tidak menangis lagi.
" Aku Alivin kak.. "
" Kenapa kamu bisa bersama Dira.? "
Raka saat ini dalam mode kakak siaga. Dia tidak mau Dira dekat dengan orang yang salah dan Raka sebagai laki laki melihat jelas kalau ada ketertarikan di mata Alvin untuk Dira. Jadi Raka lebih harus waspada dan dia tidak mau Dira nanti terluka.
__ADS_1
" Kak.. aku sudah bilang kalau dia aku pungut dari jalan... "
" Dira diam... aku sedang bicara dengan penuda ini. "
Dira langsung diam dan menutup bibirnya saat Raka bicara serius begitu.
Dalam hati Dira, dia tersenyum bahagia saat Raka dalam mode Kakak siaga. Dia merasa di lindungi oleh Raka. Dan itu membuat dira tidak ragu untuk menunjukan sikap manja dirinya kepada Raka.
" Aku... aku Alvin kak... aku bertemu dengan dia saat aku hampir bunuh diri. "
Ucapan Alvin langsung membuat Raka melihat Dira. Dari tatapan Raka itu seolah bertanya apa maksud dari Alvin.
Raka tau semua maksud Dira walaupun penjelasan singkat dan dengan bahasa yang nyeleneh, tapi Raka paham maksud dari semua itu.
" Duduklah... kenapa hanya berdiri. "
Raka mempersilakan Alvin untuk duduk. Sedangkan Dira mengela napas.
" Jangan terlalu baik kak... nanti dia bisa ngelunjak."
Raka melihat Dira yang berbeda saat ini. Dan dia tersenyum untuk itu. Sepertinya pemuda di depannya ini bisa membuat Dira lebih menunjukan emosinya.
__ADS_1
" Kamu sepertinya dekat sekali dengan Alvin Ra... kamu sampai bicara sesantai itu dengan Alvin. "
" Dia laki laki terbodoh yang aku pernah lihat kak."
Dira akhirnya menceritakan seluruh kejadian kepada Raka mengenai Alvin. Tidak ada yang Dira tutupi soal pertemuan dari awal sampai berakhir di apartemennya.
Raka mendengar hal itu, memang merasa kalau Alvin terlalu sempit cara berpikkrnya. Matanya seperti belum terbuka dan melihat banyak hal dari sudut yang berbeda.
Raka merasa cinta buta yang Alvin punya untuk wanitanya adalah racun untuk Alvin sendiri.
" Vin... kamu berhak bahagia.. Jangan isi hidup kamu dengan kesedihan itu saja. Jangan terlalu terpuruk. Nikmati hidup kamu. Benar begitu kan Dira? "
" Aku menyesal dia tidak jadi meberikan makanan geratis untuk para buaya disana. "
Jawaban Dira membuat Raka tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Raka tau, Dira masih kesal dengan tindakan Alvin yang implusif tapi Raka juga melihat kepedulian Dira kepada Alvin itu besar.
" Apa kamu jatuh cinta dengan Alvin Ra.. "
batin Raka berbicara.
*Deg*
__ADS_1