
Peter lama menunggu anak buahnya yang dia kirim untuk menculik Dira tapi tidak kunjung datang. Dia sampai beberapa kali bolak balik di dalam ruangannya karena merasa sangat cemas menghadapi keadaan seperti saat ini.
" Kemana mereka? Kenapa mereka tidak ada datang? Apa mereka kalah? Aku harus mengirim orang untuk menyelidiki segalanya secepatnya."
Peter akhirnya memanggil anak buahnya untuk berkempul dan di perintahkan untuk mencari tau mengenai keberadaan Dira dan anak buah nya yang lain.
" Kalian cepat selidiki teman kalian yang aku suruh menculik gadis itu sekarang juga. Aku rasa ada yang salah saat ini. "
Peter mengirim beberapa orang untuk pergi kesana. Sedangkan dia menunggu lagi dirumah itu. Tapi saat dia menunggu kabar, ada tamu tak di undang datang kerumahnya dan melumpuhkan seluruh anak buah Perter yang tersisa.
Tidak ada suara saat kejadian itu berlangsung karena mereka berkerja sangat rapi. Orang yang menyerang Peter adalah Raka. Raka sudah di perintagkan oleh Dira agar pergi ke temapat Peter dan memberikan Peter pelajaran.
Raka sangat setuju dengan hal itu. Dia bahkan di temani oleh anak buah Angga untuk menjalankan misinya. Saat sampai di ruangan temapat Peter sedang berada. Raka dengan penyamaranya masuk kedalam. Hingga membuat Peter terkejut bukan main.
" Siapa kalian? "
__ADS_1
" Siapa kami bukan urusan mu. Tapi apa tujuan kami, itu bisa kau ketahui. "
Peter segera mengambil sejata dan mengarahkannya pada Raka. Tapi dengan gerakan cepat Raka terlebih dahulu menembak tangan Peter dengan sejata yang dia pegang.
" Aaaakkkhhhh.. "
" Triakan mu seperti banci... kau berani melukai orang tak bersalah hanya demi kekuasaan dan bahkan sering menyabotase perusahaan kecil. Masih berani kau berteriak begitu? Seperti perempuan saja. "
" Brengsek. "
Karena pesan Angga dia ingin membalas Peter dengan tangannya sendiri. Karena sudah berani ingin mencelakai Dira di jalan.
Sedangkan Dira, dia masih di ikat di tiang oleh Alberto dan Albert masih mengawasinya. Anak buah Alberto datang dan membawakan data yang di minta oleh Alberto sebelumnya.
Saat dia membaca apa yang di dapat oleh anak buahnya, Alberto seketika tertegun dan menatap tidak percaya ke arah Dira.
__ADS_1
Dia tidak menyangka kalau Dira adalah anak dari Angga Baratwija. Pengusaha kaya raya dan terkenal dingin itu. Selain itu mereka juga menemukan fakta kalau Dira sudah beberapa kali melakukan perlawanan terhadap kelompok kelompok kecil sebelum AD. ink di bangun.
Yang lebih membuat Alberto terkejut, AD. ink ownernya adalah Dira. Bukan Raka. Data itu sengaja Dira biarkan mereka mengetahuinya. Karena dia ingin Alberto tidak menganggap dirinya remeh lagi.
" Alberto... ada yang perlu kau tau lagi. Aku bukan hanya pendiri dan pemilik AD. ink. Tapi lebih dari itu. Dan kau tidak akan bisa paham dengan apa yang bisa aku lakukan pada mu. "
Alberto berusaha tenang. Sebenarnya dia sudah menyelidiki AD. ink dan itu perusahaan yang bergerak di bidang IT dan persenjataan. Dia bahkan sudah mengajukan kerjasama dengan perusahaan Dira tapi tidak di setujui.
Saat akan Alberto ingin mengatakan sesuatu, dia mendapatkan tembakaan tiba tiba dari luar. Untung dia masih bisa menghindar. Dan semua anak buah Alberto langsung berjaga ketat.
" Kau sangat lancang sudah meremehkan nona kami. Kau bahkan berani mengikat dia begitu. Sebesar apa nyalimu sekarang ? "
Tolvar terlihat sangat marah saat memasuki ruangan itu. Dia masuk dengan mengacungkan senjatanya dan Dira sudah melepas ikatan tangannya.
" Brengsek.. serang mereka... "
__ADS_1