
Dalam usahanya, Dira sangat sulit untuk membawa ibu Alvin pergi. selain karena berat, pengawasan tempat itu juga sangat ketat.
untung Dira selalu di ikuti oleh pengawal rahasia dari Raka. Jadi dia bisa minta tolong saat dalam keadaan terdesak.
" Kalian tolong bantu aku membawa ibu ini keluar dengan selamat dan langsung bawa ke apartemen aku. "
" Baik nona. "
mereka langsung menuruti Dira. Mereka langsung pergi menuju apartemen milik Dira tanpa ada bantahan. Itu karena Dira memerintah mereka tanpa ada basa basi lagi. Dan mereka sadar hal itu berarti sangat mendesak.
Saat sudah memastikan semua aman, Dira langsung berjalan menuju tempat Alvin.
" Vin, sedang apa kamu di sini?"
Dira berbasa basi dengan Alvin dan berharap Alvin mengerti maksud Dira. Ternyata Alvin sangat tanggap dengan segala hal itu. Dan dia langsung ikut dalam drama yang Dira buat.
"Ooohhh ini aku sedang membayar biaya pengobatan ibu aku selama ini. Kamu kenapa kesini? "
" Ibu kamu sudah di bawa masuk kekamarnya oleh perawat disini. Dan katanya mau di kasi obat dan disuruh tidur. "
__ADS_1
Mereka bicara secara natural dan tidak ada menimbulkan kecurigaan dari petugas di sana.
" Aaahhh iya itu benar bapak ibu, memang jam segini semua pasien di berikan obat dan disuruh istirahat. Biar kesehatan mereka membaik. "
ucap salah satu petugas disana. Petugas itu ingin mencari perhatian mereka disana. Dan ingin mencoba membuat Alvin dan Dira menjadi donatur di Rumah Sakit Jiwa itu.
"Sangat bagus ya pelayanan di tempat ini... semua petugas juga sangat ramah di tempat ini. "
Dira tau maksud petugas itu, dan dia mengikuti alur yang dia buat agar tau bagaimana sistem kerja rumah sakit itu.
" Disini memang sangat bagus pelayananya pak bu, kami selalu memperlakukan pasien kami seperti keluarga sendiri. "
Dira semakin ingin menggali informasi dari petugas itu. Siapa tau nanti dia bisa menggunakannya,
" Kalau mau menyumbang, nanti bisa bertemu langsung dengan derektur kami. anda bisa membuat janji dulu. "
" Baiklah kalau begitu, saya akan mebuat janji temu dengan beliau saat nanti waktunya tiba."
Setelah percakapan singkat itu, Dira cepat cepat mengajak Alvin pergi dari sana. Dia tidak mau sampai menimbulkan kecurigaan lagi.
__ADS_1
" Vin, cepat kita pergi sebelum banyak yang curiga. Selain itu, aku harap ibu kamu belum sadarkan diri saat ini. "
Mendengar ibunya tidak sadarkan diri, seketika Alvin berhenti. Tetapi Dira tidak membiarkannya. Dia dengan cepat menarik Alvin dan nanti akan menjelaskan segalanya di dalam mobil.
Saat mereka ada di dalam mobil, Alvin sudah siap untuk menanyakan berbagai macam pertanyaan kepada Dira. Tetapi di sanggah lebih dulu oleh Dira.
" Nanti aku ceritakan. kita harus segera pergi dari tempat ini dan menghilangkan jejak dulu. "
Dira dengan cepat mengendarai mobilnya dan membawa ke tempat penghancuran mobil. Sedangkan sebelumnya dia sudah menghubungi Raka dan meminta dia agar menyiapkan mobil baru untuknya di daerah yang aman dari cctv dekat penghancuran mobil itu.
" Dira... kenapa kita kesini? "
" Turun"
" Maksud kamu? "
" Alvin turun. Kita tidak punya banyak waktu lagi."
Alvin segera turun dan mengikuti langkah Dira yang sepertinya sudah menghubungi seseorang. Saat sampai di sebuah mobil lain, mereka langsung masuk dan Dira lalu mengendarainya dengan santai.
__ADS_1