
Semua persiapan sudah di lakukan oleh Diradan A ying. Mulai dari ruangan, obat dan alat yang akan di gunakan.
Kini saatnya memindahkan Chupabke tempat yang akan mereka pakai.
" kak... tolong pindahkan chupa sekarang"
A ying sebenarnya masih ragu tapi dia tetap melakukan semua perintah Dira. Dia juga tidak mau kalau harus kehilangan chupa. Jadi A ying memindahkan chupa ke tempat yang mereka sediakan.
" Dira... aku takut... "
Dira tidak menjawab dia hanya diam karena dia memikirkan banyak hal soal masalah chupa.
Dira mulai menusukkan jarum dan menotok saraf chupa. Dira menatap lekat pada mata chupa yang saat ini mengeluarkan air mata.
" kamu harus bisa bertahan dengan rasa sakitnya nanti. karena aku belum mengijinkan kamu pergi meninggakkan aku. apa kamu paham chupa? aku tidak mau kamu pergi saat ini. "
Dira setelah mengucapkan itu dia mulai membuka mulut chupa dan menuangkan ramuan untuk di minum chupa.
semua Dira lakukan sebelum dia mulai proses pembedahan. A ying dia hanya mendampingi dengan harap harap cemas mengenai tindakan yang di lakukan Dira.
" Kamu memang gila Dira. tapi aku harap kegilaan kamu ini bisa menolong chupa nantinya."
__ADS_1
A ying terus berdoa di dalam hati untuk tindakan yang akan di lakukan Dira kepada chupa.
Saat Dira mulai menyayat tubuh Chupa, chupa terlihat mengeluarkan air mata.
" tenang... aku akan berusaha melakukan dengan cepat. "
Dira hanya mengatakan hal itu kepada chupa karena tau akan sakitnya.
selama proses berlangsung A ying sering kali hampir kehilangan napas karrna tindakan Dira. sedangkan chupa juga terlihat sudah tidak tahan dengan sakitnya.
Napas chupa mulai tidak beraturan tapi tindakan Dira sudah akan selesai. Jadi Dira agak memaksa sedikit lagi. Saat selesai tiba tiba mulut chupa sudah terbuka dengan nafas lemah.
" Dira... bagaimana ini?? kenapa chupa begini? Dira.... lakukan sesuatu... heiii.... Dira.... "
A ying terus memanggik Dira. Tapi Dira belum sadar dari keterjejutannta karena melihat chupa tiba tiba melemah.
Dira sadar saat A ying mulai menggoncang tubuhnya. Dengan tergesa gesa Dira mencoba menolong Chupa. Dia mulai memompa janting chupa dengan cepat. Dan ingin memberikan ramuan untuk chupa lagi. Tapi saat ini tidak bisa dia lakukan.
" Kak.... bantu aku pompa jantung chupa sekarang. "
A ying langsung mengikuti perintah Dira dan mengambil alih hal itu. Dira mulai membuat ramuan dan meminunkannya kelada chupa.
__ADS_1
cukup lama mereka berusaha sampai sudah tidak ada terdengar napas dari chupa lagi. Semua gagal. A ying dan Dira syok melihat hal ini. Mereka terpaku diam sambil menatao Chupa.
" Ra... dia pergi..... kita sudah tidak ada harapan lagi... "
Dira masih diam dan mekihat Chupa.
" Ra... seharusnya kita tidak berusaha sampai begini... chupa pasti kesakitan sekali saat bedah tadi... seharusnya kita biarkan saja dia pergi dari tadi. "
Dira masih diam saja dan pandangannya kosong.
" Ra..... ayo cepat kita kubur chupa sekarang. ".
Dan kata kata A ying itu menyadarkan Dira. Dira langsung menatap bengis A ying dan membentaknya.
" apa kata kakak? menguburnya? mengubur chupa? kakak gila? aku akan menyelamatkan dia. Chupa tidak boleh mati kalau belum aku ijinkan. "
A ying tau Dira saat ini sedang syok dan belum menerima keadaan jadi dia tidak tersinggung dengan Dira yang membentaknya.
" Ra.... sadar lah..."
Dira tidak mendengarkan apapun dan dia masih berusaha menyelamatkan Chupa.
__ADS_1