
Dira yang kaget akan suara Alvin mulai mensetabilkan emosinya lagi. Saat melihat lagi, Dia ternyata sudah ada di daerah kantor Albert. Dan dia ingin segera bertemu dengan ayah dari Yasmin.
Saat akan turun dari mobil, tangan Dira di sentuh oleh Alvin. Alvin menghentikan Dira dan memandang wajahnya. Terlihat jelas bila Alvin saat ini sedang kawatir pada dirinya.
" Ra... kamu tidak apa apa? "
" Hemm.. hanya mengingat kenangan buruk. Bukan hal penting. "
Dira berkata dengan jujur saat bicara dengan Alvin. Hanya saja dia tidak mengatakan dengan jelas bagaimana kejadian itu dan kapan.
" Ra... sebaiknya kita tunggu pemilik perusahaan itu keluar dan kita hadang di tempat ini. Aku rasa mereka tidak akan membiarkan kita masuk. Dan tuan Albert tidak akan mau menemui kita "
"Kita akan coba dulu Vin.. Jangan mudah menyerah gitu. Atau kamu bisa diam dan tunggu disini. Bukankah kamu tidak pandai berakting. "
__ADS_1
Alvin tidak akan mau bila harus menunggu sendiri di dalam mobil dan membiarkan Dira bertemu CEo kejam itu sendiri.
" Aku ikut. "
Mereka berdua berjalan menuju meja resepsionis dan menayakan apa mereka bisa bertemu dengan pemilik perusahaan. Tapi tanggapan orang disana seolah mencemooh Dira.
Penampilan Dira memang jauh dari kata mewah saat itu. Tapi itu lah pakaian yang membuat Dira nyaman dan tidak perlu repot saat memakainya.
" Maaf mbak perusahaan kami tidak menyediakan sumbangan dalam bentuk apapun pada siapapun"
Lalu dalam hitungan beberapa detik, Dira membalikan badannya dan menabrak dada bidang laki laki di belakangnya. Lalu dia sengaja melihat yang di tabraknya itu dengan posisi badannya masih menempek di dada bidang laki laki itu.
" Ooohhhh Sayang... maaf aku tidak sengaja. Aku ingin memberi kamu kejutan dengan datang ketempat ini tapi mereka melarang aku masuk untuk menunggu kamu. Apa penampilan aku ini sangat jelek sehingga aku tidak di perlakuka sopan oleh mereka? "
__ADS_1
Perkataan Dira dan tingkah laku Dira itu membuat semua orang bengong dan tidak percaya. Tapi saat melihat tangan dari bos mereka tidak lepas dari pinggang Dira, membuat mereka percaya kalau Dira adalah orang special dari bos mereka. Karena tidak ada siapa pun yang akan mau di sentuh oleh bos mereka itu.
Albert yang melihat cara dan nada bicara Dira yang seperti itu, membuat dia berpikir siapa wanita yang berani mencoba mendekati dia ini. Tapi dari sikap Dira, dia juga tidak terlihat menggoda Albert sama sekali. Karena terlihat dari tatapannya kalau wanita yang di pelukannya itu sedang ingin bicara dan ingin di berikan ijin untuk masuk.
" Masuk. "
Kata kata Albert hampir membuat Asistennya pingsan. Dia tidak menyangka akan mendengar tuannya akan membiarkan wanita yang sengaja menabrakan dirinya pada Albert untuk tetap ikut masuk kedalam perusahaan.
Dira hanya menyungingkan senyum tipisnya karena dia bisa melihat kalau Albert tidak sebodoh yang dia kira.
" Maaf mba ya... saya dengan calon suami saya akan masuk dulu. Jadi tolong ingat wajah saya ini. Jangan salah orang nanti. saya calon istri dari pemilik perusahaan ini."
Dira dengan gayanya yang di buat agak berlebihan itu, membuat Albert menjadi geli. Dan menunjukan senyum tipisnya.
__ADS_1
" Dasar gila"