
Dira masuk dengan aman dan nyaman di dalam kandang itu. Bahkan singa yang biasanya sangat buas dan tidak bisa di dekati itu pun terlihat jinak dan menerima Dira dengan baik.
" Ini.. apa yang aku lihat ini... kenapa dia sangat santai berada di dalam sana? Apa singa itu sangat kesakitan hingga tidak memperdulikan Dira lagi? "
Albert masih bertanya tanya mengenai hal itu. Tapi saat melihat Dira dengan santai duduk di dalam kandang dan memegang tubuh singa tersebut. Kaki Albert seketika lemas. Anak buah Albert yang juga menyaksikan apa yang terjadi disana sudah terjatuh lebih awal dari Albert.
Dira tidak peduli dengan apa yang di pikirkan orang lain. Dia hanya fokus pada singa di depannya saat ini. Singa itu sedang mengalami sesak nafas dan sepertinya ada yang menyumbat hidungnya.
" Apa yang sebelumnya kau lakukan? kenapa sampai kau bisa menghirup hal seperti itu. Apa kau bisa menahan rasa sakit bila aku membantu untuk mengeluarkannya? "
Dira berkata sangat pelan sehingga tidak ada yang mendengarnya. Hanya dia dan singa itu saja yang tau apa yang Dira katakan.
__ADS_1
" Kau tunggulah sebentar. Aku akan mencari sesuatu untuk membatu mu. Tuan mu itu pasti punya banyak hal untuk membatu aku mengobati kamu. Jadi jangan banyak bergerak dan bernapaslah secara perlahan. "
Dira lalu keluar dari tempat itu dan menghampiri Albert yang masih duduk di lantai karena kaget melihat Dira tadi.
" Hei.. Albert? Tuan Albert? "
Albert menatap Dira dan segera menarik tangannya lalu memeluk Dira dengan sangat erat.
Albert ingin mengajak Dira pergi tapi Dira menahan badannya dan ingin bicara serius pada Albert.
" Kamu mau percaya atau tidak. Tapi saat ini singa milikmu itu sedang sangat kesakitan. Aku perlu beberapa obat bius hewan dan alat medis untuk mengobati saluran pernapasan singa mu itu. Aku tidak akan kemana mana bila semua yang aku bilang tadi tidak di bawakan dengan cepat. Jangan sampai singa kamu mati karena ulah pemiliknya yang tidak bisa menjaga hewannya. "
__ADS_1
Dira membuat Albert tambah pusing. Dia merasa sudah bertemu dengan wanita yang menjungkirbalikan dunianya. Dunia yang selama ini Albert jalani selalu datar tanpa adanya sesuatu yang menarik. Tapi saat mengenal Dira, Albert yang dingin dan tidak tersentuh. Menjadi manusia normal yang selalu mendapat serangan jantung karena sikap Dira yang selalu penuh kejutan.
" Cepat carikan apa yang dia mau. Semua harus secepatnya ada di tempat ini. "
Perintah Albert pada anak buahnya tapi sama sekali tidak menatap anak buahnya langsung. Albert menatap mata Dira yang saat ini terlihat sangat tenang dan seprti tidak melakukan kesalahan apapun.
" Albert.. bila kamu mau marah pada aku, mending nanti saja. Saat ini aku tidak mau berdebat dengan dirimu. Aku hanya ingin mengobati binatang peliharaan mu saja. Aku tau kalau aku selalu lancang memanggil nama kamu saja. Tapi saat ini aku ingin menganggap kamu teman aku. Bukan daddy dari Yasmin. "
Albert tidak berkomentar apapun lagi. Dia hanya menatap Dira yang sedang menunggu semua barang pesanannya datang dengan menghampiri semua binatang peliharaan Albert. Dan semua binatang itu seperti melihat pawangnya. Mereka seketika jinak dan tanpa perlawanan pada Dira.
" Nona... ini alat yang nona inginkan. "
__ADS_1
Anak buah Albert menyerahkan segala yang Dira minta. Dan kini dia sedang bersiap untuk memasuki lagi kandang Singa itu.