Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Tamu yang di Tunggu


__ADS_3

Tolvar yang merasa semakin gelisah menghentikan latihannya saat ini. Dia ingin berbicara dengan Dira untuk sekarang. Karena dia ingin meminta bantuan Dira agar bisa mendapatkan informasi mengenai keluarga dia yang ada di kerajaan.


Tapi saat akan mendekati Dira, dia tidak sengaja melihat Dira membuka cardigan miliknya. Dan bahu mulus Dira terpampang jelas di matanya. Walaupun tidak bisa melihat dari dekat, tapi melihat pemandangan itu dari jaraknya saat ini sudah membuat dirinya hampir berpikir yang tidak tidak saat ini.


" Apa yang kau pikirkan saat ini. Aku seharusnya tidak memikirkan hal seperti itu pada Dira. Dia orang yang telah membantu aku dan yang lainnya. Aku wajib melindungi dia bukan menginginkan hal yang lain. "


Tolvar menenangkan diri dulu sebelum dia melanjutkan langkahnya kembali mendekati Dira. Tapi begitu dia dekat dengan Dira, Tolvar mendengar perkataan Albert yang mengatakan kalau Dira adalah miliknya dan orang lain tidak boleh melihat milik dirinya nanti.


Seketika perasaan lega muncul di hati Tolvar. Dia beruntung bisa mengingatkan dirinya untuk tidak melewati batas tadi. Karena akan sangat bahaya bila berurusan dengan Albert yang begitu posesif kepada Dira.


Tapi begitu dia ingin memanggil Dira, perkataan Dira membuat dia pahan akan kehawatiran dirinya saat ini. Ternyata dia akan secepatnya berhadapan dengan saudara tirinya.

__ADS_1


" Sejak kapan kau ada di tempat ini? "


Pertanyaan Albert menyadarkan Tolvar dari lamunanya. Dia tidak menjawab pertanyaan Tolvar tapi dia menatap Dira dengan cemas.


" Nona muda.. apa benar perkataan anda tadi? apa kita benar akan secepatnya bertemu dengan mereka? "


" Bukankah kau sudah dari lama menunggu tamu ini datang Tolvar? Atau kau hanya ingin bersembunyi saja tanpa mau membalas mereka? Kau sudah nyaman dengan kehidupan mu yang seperti ini? "


" Kau tenanglah kita hadapi anak buah yang di kirimkan oleh saudara mu untuk pembukaan masalah ini. Anggap saja mereka sebagai pemanasan untuk kalian nantinya. "


" Baiklah nona. Saya paham. Akan saya kabarkan hal ini pada yang lainnya. "

__ADS_1


" Apa ada hal lain yang ingin kau bicarakan lagi? "


Dira tau apa yang ingin di bicarakan oleh Tolvar tapi dia tidak bisa membahas langsung karena tidak mau membuat Tolvar kebingungan dengan tingkah dia yang bisa tau apa yang di pikiran Tolvar saat ini.


" Hemmm saya merasa tidak nyaman dan cemas saat ini. Apa nona bisa membantu saja mencari tau mengenai keadaan kerajaan saat ini? saya hanya mengkawatirkan keadaan orang disana. "


" Kau takut ayah mu terluka. Apakah begitu? "


Tolvar hanya bisa diam dia tidak berani menjawab apapun. Karena dia tau kalau semua itu percuma. Ayahnya yang dulu sudah membuang dia dan membuat dia menjadi gelandangan tapi mau bagaimanapun, dia tetap Ayah kandung Tolvar.


" Aku akan menyuruh seseorang untuk mencari tahu semuanya. Kamu bisa beristirahat saat ini. Pikiran mu sedang kacau tidak baik latihan. Lihatlah badan mu penuh luka lebam karena latihan tadi. Jadi persiapkan fisik mu sebelum tamu kita datang. "

__ADS_1


Tolvar langsung pergi dari sana setelah mendapat ijin dari Dira. Dia akui kalau dirinya saat ini tidak akan bisa latihan dengan pikiran kacau. Jadi lebih baik dia beristirahat dulu.


__ADS_2