
Keributan dari dalam kamar tempat Yasmin berada menarik perhatian dari Dira. Dia menghentikan pengobatan Syan terlebih dahulu setelah selesai memperbaiki aliran darahnya.
Dira berlari menuju kamar Yasmin karena merasa sangat cemas dengan keadaan Yasmin di dalam sana. Tapi yang Dira dapati adalah Albert yang saat ini sedang melawan seorang pria di dalam ruangan sebelum kamar yang di tempati Yasmin.
Dira tanpa pimir panjang langsung membantu Albert untuk melumpuhkan orang itu dan Dia membuat orang tersebut hanya pingsan saja.
" Apa kamu tau siapa dia? "
" Tidak. Saat aku datang dia sudah berada di tempat ini dan akan menyelinap keluar. Suara Chupa dan Asha yang membuat aku tau kalau ada seseorang di ruangan ini."
" Hemm.. kita sebaiknya melihat Yasmin dulu. Dira melewati Chupa dan Asha begitu saja. Dia belum bisa mengecek kondisi mereka karena dia sangat sibuk saat ini. Tapi setelah mengecek keadaan Yasmin dan memastikan dia baik baik saja, Dira akhirnya bisa bernapas lega. Dia kembali keluar untuk melanjutkan pekerjaan dirinya.
" Apa kalian ada terluka? Coba sini mendekat. Kamu dan Asha saling menjaga bukan? "
__ADS_1
Dira berkata begitu saat dia akan keluar dan masih melihat Chupa dan Asha ada di ruangan yang sama seperti sebelumnya.
" Ra.. aku keluar lebih dulu ya.. aku akan membatu mereka dulu. Aku yakin mereka sangat kesakitan saat ini. "
Dira dan Albert saling berkerja sama untuk membereskan semua masalah yang saat ini mereka hadapi. Karena setelah semua kembali seperti semula, dirinya dan Dira akan kembali sibuk untuk melindungi semua orang terdekat mereka karena cepat atau lambat kelompok mafia itu akan datang mencari mereka.
" Sya, apa kamu sudah lebih baik? "
" Baik istirahat dulu. Aku tau kalian sangat lelah dan sudah berjuang keras tadi "
Tolvar mendengar kata kata dari Albert menjadi semakin malu karenanya. Dia tidak mengira kalau semua rencana yang Dira buat akan dirinya kacaukan. Dia tidak bisa menjadi pemimpin dalam hal seperti itu.
Dan saat Dira dan Albert datang, dirinya sempat sangat senang karena dia tidak akan terluka lagi dan semua orang akan selamat. Hanya saja, saat dia sadar kalau, karena perbuatannya lah Dira dan Albert menjadi kerepotan saat ini.
__ADS_1
" Apa yang kau pikirkan? Manda lukamu? aku akan mengobatinya saat ini. "
" Sayaa tidak apa apa tuan. Saya baik baik saja. Silakan obati orang lain dulu. Mereka lebih membutuhkan pengobatan saat ini. "
Tidak ada yang mengetahui Dira sudah berada di tempat itu. Dan saat ini dia mendengar semua perkataan Tolvar dan apa yang di katakan hatinya. Jadi tanpa aba aba Dira langsung memukul punggung Tolvar dengan cukup keras dan membuat darah hitam keluar dari bibir Tolvar.
" Uuuhhuukk"
" Kau bilang tidak apa apa. Lantas apa itu? Cukup kau menyalahkan diri kamu sendiri. Kalian hanya kurang waspada saja tadi. Aku tidak meragukan kemampuan kalian. Hanya saja lawan kalian memang sangat berat tadi. Kalian harus menanggung banyak kerugian karena melawan mereka. "
Mereka semua menunduk. Semua yang ada di sana semakin malu mendengar perkataan Dira. Melihat Dira tidak marah dan masih memperlakukan mereka dengan baik, membuat Mereka semua semakin malu dan merasa bersalah.
Rasa sakit di dada Tolvar sudah berkurang. Hanya tangan dan kaki dia yang masih patah saat ini. Jadi dia belum bisa melakukan apapun sendiri.
__ADS_1