
Dira yang memang mudah sekali penasaran dengan gerak gerik mencurigakan. Dia mengikuti orang itu dan melihat mereka mengubur mayat anak kecil di daerah dekat markas Albert.
Dan setelah Dira mendengar apa yang mereka bicarakan, Dira menjadikan mereka sasaran kekesalan dirinya pada Albert. Tanpa pikir panjang Dira menghajar 4 orang pria bebadan besar itu.
Dira sungguh sungguh meluapkan kekesalanya pada mereka saat itu. Sehingga tidak sampai beberapa menit, merak berempat sudah tunbang dan tidak sadarkan diri.
Keributan itu di dengar oleh penjaga di tempat Albert. Dan melaporkan semuanya pada Albert. Jadi Albert langsung keluar dan melihat kalau Dira memang menghajar beberapa orang di daerah dekat markasnya. Albert juga melihat mayat anak kecil yang terlihat akan di kuburkan di tempat itu.
" Dia pasti ingin menggagalkan niat mereka yang ingin memfitnah aku. Tapi kenapa dia terlihat sangat kesal saat ini? apa dia dapat di sentuh oleh mereka tadi? Bila memang begitu, aku pastikan tangan mereka pisah dari tubuhnya nanti. "
__ADS_1
Dira tau Albert ada di dekatnya saat ini. Tapi karena kemarahanya, Dira berusaha pergi lagi meninggalkan Albert. Tapi saat dia melangkah, tanganya langsung di pegang oleh Albert dan tidak di ijinkan untuk pergi lagi.
" Kita kembali Dira. Kamu tidak boleh pergi sendirian lagi saat ini. Ingat kamu perempuan. Dan tidak boleh keluyuran sendirian begini. "
" Apa peduli mu? Bukankah kau berpikir aku sengaja ingin dekat dengan dirimu. Maaf tuan Albert Braham yang terhormat. Aku lebih baik menikah dengan Alvin daripada kamu. "
Dira tidak tau saja. Saat dia menyebut nama laki laki lain di hadapan Albert, Albert akan bereaksi berlebihan karenanya. Dia sudah menganggap Dira sebagi calon istri untuk dia nanti. Dan calon mama untuk Yasmin. Tapi dengan mudahnya Dira mengatakan akan menikah dengan orang lain nantinya.
Dira melotot tidak percaya dengan cara berpikir Albert. Sebelumnya dia baik, sebentar lagi dia menjadi curiga pada Dira. Dan sekarang dia galak dan kasar. Dira sampai merasa Albert sebenarnya mempunyai gangguan kejiwaan.
__ADS_1
" Kau sehat? "
Albert tidak berbicara lagi dan menarik Dira untuk kembali ketempat dia tadi. Albert masih menahan marahnya denga Dira yang ingin menikahi orang lain itu.
" Apa kau baik baik saja? kenapa kau berubah ubah begini Albert? Kau tau aku merasa sedang menghadapi beberapa orang yang berbeda di tubuh yang sama... Aku merasa kau punya sakit mental saat ini. Terserah kau mau tersinggung tau tidak aku sudah tidak peduli. Tapi aku rasa kau memang harus di periksa saat ini. "
Albert dia mencoba mengontrol dirinya. Dia juga menyadari kalau perubahan emosinya memang sangat sering terjadi akhir akhir ini. Sebelumnya, dia tidak sesering ini mengalami gangguan emosi. Tapi semenjak bersama Dira, dan mulai terbuka sedikit padanya, membuat Albert lebih sering merasakan gangguan emosi itu.
" Apa aku begini karena terpengaruh dengan kejutan kejutan yang di berikan Dira selama ini ya... emosi aku mulai semakin tidak setabil lagi. Aku pikir aku harus meminum obat lagi sekarang."
__ADS_1
Dugaan Dira benar. Dia mendengar semua yang di pikirkan oleh Albert saat itu. Dira jadi mulai menduga duga apa penyebab dan apa yang harus dia lakukan untuk mengobati Albert.