
Dira mengabari Albert yang saat ini masih berada di prusahaannya bila dirinya akan berkunjung ke markas Albert untuk menemui Sovian. Awalnya Albert melarang Dira tapi dengan keras hati Dira menmyakinkan semua pada Albert. Hingga dirinya sekarang bisa bertemu langsung dengan Sovian.
Keadaan Sovian jauh lebih baik. Obat penawar yang Dira berikan berkerja dengan sangat sempurna hingga sekarang Sovian terlihat seperti pria yang sangat pintar dan bisa di ajak bicara secara logika.
" Sovian Alexander apa kabar kamu saat ini? "
Sapaan Dira saat baru memasuki ruangan tempat Sovian berada mengalihkan perhatian Sovian di dalam ruangan itu. Ini ke dua kalinya mereka bertemu tapi dengan situasi yang berbeda.
" Kau siapa sebenarnya? "
__ADS_1
Dira mengambil tempat duduk yang nyaman untuk dirinya duduk sekarang ini. Dia menatap Sovian dengan seksama dan mencari tau apakah orang di hadapannya ini bisa dia ajak bicara baik baik atau dia akan menyerang dirinya nanti.
" Sangat tenang. Hal ini lebih menakutkan untuk aku karena aku tidak bisa membaca emosi dia saat ini.
Gumaman Dira dalam hatinya, tapi dia masih memperlihatkan sisi tenangnya di depan Sovian.
" Apa kabar? Kau bertanya siapa aku, sedangkan kau sebelumnya sudah lebih awal menyapa aku saat di markas sepupumu. Kenapa kau baru bertanya sekarang? "
" Kau sadar kesalahan mu, tapi kau tidak menyesal telah di kuring di tempat ini bukan? Kau pasti merasa tubuh dan pikiran kau saat ini lebih baik daripada sebelumnya. Kau menjadi lebih tenang dan bisa mudah memahami sesuatu saat ini. Bukankah begitu Sovian? "
__ADS_1
Lagi lagi perkataan Dira tidak bisa dia jawab. Itu di karenakan apa yang Dira katakan semua benar adanya. Dia merasa lebih baik setelah di kurung oleh Dira dan Albert. Hanya saja dia ragu kenapa dirinya di kurung tapi di perlakukan sangat baik oleh mereka. Itu yang dia pertanyakan saat ini.
" Aku Dira.. aku akan jelaskan semua hal yang menjadi pertanyaan mu saat ini. Sovian Alexander, itu nama belakang mu bukan? Aku tau banyak hal mengenai diri mu. Aku ini adalah orang yang sedang di incar oleh sepupu mu saat ini. Dia ingin bermain curang dengan aku dan mencari sisi lemah aku agar bisa mengalahkan aku. Kau tau, orang yang kau sebut sepupu dan kau anggap baik itu adalah penjahat no 1 di negara ini. "
Sovian tidak tau akan hal itu. Yang dirinya tau, banyak musuh yang mengincar kakak sepupunya untuk merebut pekerjaan dia. Maka dari itu banyak orang juga yang di hukum oleh kakak sepupunya di markas itu.
Dira mendengar isi pikiran Sovian mengeluarkan senyum tipisnya. Dia tidak menyangka kalau begitu banyak kebohongan dari Nicolas yang dia katakan pada Sovian selama ini.
" Kau tidak percaya? Coba kau pikirkan perkataan aku saat ini. Apa mungkin anak anak dan wanita dewasa juga menjadi musuh kakak kamu? Apa kau tidak pernah curiga kenapa kau di suruh selalu merancang senjata api dengan model terbaru dan sangat banyak? Apa kau tidak memikirkan kenapa begitu banyak tempat penyiksaan di dalam markas kakak kamu itu? Pikirkan hal itu dengan baik sebelum kau bicara pada aku. "
__ADS_1
Dira membiarkan Sovian berpikir dulu sebelum dia mengatakan sesuatu yang lebih menyakitkan lagi untuk Sovian nanti. Dira ingin membangkitkan sisi gelap Sovian agar bisa melawan Nicolas nantinya. Semua di lakukan Dira bukan tanpa tujuan yang jelas, dia hanya ingin memberikan keadilan pada Sovian dan melindungi orang orangnya nanti.