
Aura yang di keluarkan Dira bukan hanya membuat Mayang tertekan. Tapi Alvin juga merasakan hal yang sama. Dia baru pertama melihat Dira yang seperti sekarang ini. Selama ini Alvin selalu melihat Dira yang pandai memainkan perannya.
Sedangkan saat ini Dira telihat sangat mengerikan di hadapan Alvin. Bahkan Albert juga kaget dengan hal ini. Tapi dia ingat akan apa yang pernah di lihatnya sebelumnya tentang Dira.
" Dia memang wanita ku.. Sangat kuat dalam menekan lawannya. "
Albert dan Tolvar yang sudah berhasil melumpuhkan musuhnya, mulai mendekati Dira. Albert duduk di dekat Dira yang sudah mencengkram rahang Mayang dengan sangat kuat. Sedangkan Tolvar, dia membebaskan Alvin dari ikatannya.
" Dira sangat menyeramkan."
" Sebaiknya kau pergi dari tempat ini dan bawa ibu mu pergi juga. Nona akan cukup lama berada di tempat ini karena bermain. Jangan sampai ibumu kaget melihat hal ini nanti. "
__ADS_1
" Aku akan berada di tempat ini dan membalaskan rasa sakit ku. Yang mempunyai masalah adalah aku bukan Dira. "
Tolvar tidak bisa mengatakan apapun lagi. Memang benar apa yang di katakan oleh Alvin. Yang mempunyai masalah adalah dirinya dan yang lebih berhak untuk ini tentu dirinya. Bukan Dira.
" Jawab pertanyaan aku sebelumnya wanita tua. Aku tidak akan sesabar ini lagi bila kau masih diam saja. "
Mayang menelan ludahnya dengan susah payah karena hal ini. Dia tidak menyangka kalau Dira bisa bertindak kasar pada dirinya.
" Wanita itu bisa mendapatkan apa saja yang dia mau. Kehidupan dia selama ini sangat beruntung. Mempunyai keluarga yang sempurna. Apa salahnya bila aku ingin semua yang dia miliki. Dan apa salahnya bila aku mau dia merasakan penderitaan yang sama seperti yang aku rasakan."
" Kau tidak akan mengerti bagaimana rasanya di hina dan rendahkan oleh orang tua wanita itu. Harga diriku terluka saat aku dihina oleh keluarganya. Bahkan anak yang kau selamatkan sekarang dulu juga melakukan hal yang sama pada aku. Dia menghina aku tanpa perasaan dan membanggakan apa yang dia miliki. Sekarang aku buktikan kalau mereka tidak akan bisa melakukan apa pun bila tidak ada harta. "
__ADS_1
Alvin mendengar hal itu menjadi sangat marah. Dia jelas menghina Mayang dulu karena dengan berani mendekati dan menggoda ayahnya. Jadi apa salah dirinya. Dia tidak suka wanita penggoda di dalam rumah tangga orang tuanya.
" Kau pandai sekali bersilat lidah. Kau menggoda ayah ku dan kau ingin menyingkirkan kami dari sana karena ambisi dan keserakahan kamu saja. Kau tidak layak di berikan ampun. "
Alvin sangat marah dan mendekati Mayang lalu menamparnya dengan keras. Dira membiarkan saja hal ini. Dia ingin melihat seperti apa kemarahan Alvin dulu. Jadi Dira duduk di sebelah Albert dengan tenang.
" Kau lelah? "
Disaat seperti itu, Albert masih bisa mengeluarkan kata kata manisnya pada Dira. Yang mana membuat Dira memutar bola matanya malas.
" Jangan merayu di saat seperti ini. Harusnya kau lihat situasi saat ini seperti apa"
__ADS_1
" Sayangnya di mata aku hanya kamu yang terlihat menarik untuk di perhatikan. "
Dira malas menanggapi perkataan Albert dia memperhatikan sekitar dan melihat semua anak buah yang sudah di lumpuhkan oleh Albert saat ini kesakitan di bawah sana. Mereka tidak ada yang bisa melawan sama sekali.