Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Waspada itu penting


__ADS_3

Angga yang melihat putrinya langsung diam saat Raka mengatakan soal perusahaan yang akan di ajak kerjasama itu, membuat Angga mencari ide untuk mencairkan suasana lagi.


" Ra... apa kamu ingat kucing yang kamu suruh papa untuk merawatnya? Dia sudah gendut saat ini. "


Semua perkataan Angga tidak ada di respons oleh Dira. Dira sibuk dengan pikirannya. sehingga tidak memperdulikan sekitarnya.


" Ra... "


Raka memanggil Dira sambil menyentuh bahunya. Dan hal iti langsung mengagetkan Dira. Angga dan Alvin yang melihat hal itu menjadi binggung kenapa tiba tiba Dira melamun begitu.


" Kak... untuk kerjasama dengan perusahaan Adiputra, Alvin yang akan ikut dengan kakak untuk meetingnya. Nanti kalian selidiki dulu bagaimana dan apa yang di inginkan oleh CEO mereka. Jangan tergiur dengan tawaran yang menguntungkan itu. Aku takut ada niat tersembunyi dari mereka. "


Mendengar penjelasan Dira, membuat tuan Angga mengerutkan keningnya. Setau dia perusahan Adiputra itu adalah perusahaan besar dan banyak yang ingin berkerjasama dengannya. Sedangkan Dira malah masih mempertimbangkan kerjasama itu.


" Ra... kenpa kamu masih memperimbangkannya? perusahaan itu perusahaan yang bagus untuk kamu ajak kerjasama."


" Pa... itu perusahaan besar. Bukankah seharusnya kita curiga kenapa perusahaan besar ingin kerjasama dengan perusahaan kita yang kecil dan baru ini? Aku hanya berjaga jaga saja."

__ADS_1


Semua yang di katakan oleh Dira di benarkan oleh mereka bertiga. Mereka lupa akan hal itu dan memikirkan keuntungan saja dalam kerjasamanya.


" Lagi pula, kita bergerak di bidang teknologi. Sedangan perusahaan itu setahu aku bergerak di bidang fashion. Bukankah ini sedikit beda? Jenis pakaian apa yang ingin mereka buat dengan kerjasama bersama AD. ink? "


Raka dan yang lainnya langsung berpikir keras untuk hal itu. Mereka selalu melihat Dira yang santai tidak pernah mengambil berkas kerjasama atau berkas soal perusahaan. Tetapi saat di ajak diskusi mengenai masalah perusahaan dia langsung bisa nyambung dalam pembahasan itu.


" Ra... kamu yakin ingin aku ikut dengan Raka dalam pertemuan dengan mereka nanti? "


" Kenapa takut? Bukankah seharusnya kamu sudah menunjukan kalau kamu itu tidak pantas di remehkan oleh papa kamu? Kalau kamu merasa tidak mampu, ya sudah tidak masalah. Lagi pula kak Raka saja cukup kok. "


Jawaban Dira langsung mengena di hari Alvin. Memang dia harus membuktikan diri kalau dia tidaklah lemah dan tidak berguna. Dia itu sudah menjadi orang yang baru saat bertemu dengan Dira. Jadi tidak seharusnya dia menyembunyikan diri lagi.


" Kalau begitu, bila samapai ada kesalahan nanti dalam kerjasama itu, dan kamu menyetujuinya, kamu akan mendapatkan hukuman dari aku. "


*gluk*


Alvin langsung menelan ludahnya saat mendengar apa yang Dira bilang. Mereka memang harus teliti nantinya. Tetapi, bila melakukan kesalahan dan di hukum oleh Dira, dia merasa lebih ketakutan sekarang.

__ADS_1


" Hukumannya gampang. Hanya bermain dengan Chupa saja. "


*deg*


Hukuman yang menurut Dira mudah akan sangat sulit untuk Alvin. Karena dia dan Chupa tidak pernah bisa akur. Bahkan Chupa sudah menunjukan langsung bila dia tidak menyukai Alvin.


Sedangkan Raka dia merasa apa yang Dira sebut hukuman itu hanya permainan saja. Karena dia tau Dira itu tidak akan memilih Alvin untuk pergi kesana tanpa alasan yang jelas.


" Dira... kamu dimana nak? "


Nyonya Bulan sudah memanggil Dira. Jadi dia langsung beranjak dari duduknya untuk menemui ibu Alvin itu.


Sedangakn Angga bingung, siapa itu Chupa? dan kenapa Alvin menjadi takut saat mendengar nama chupa itu.


" Ka... siapa chupa itu? "


" Ooohhh itu binatang peliharaan Dira om... Binatang manis milik Dira. "

__ADS_1


Alvin yang mendengar hal itu ingin sekali memukul Raka. Tapi dia tidak berani melakukannya.


__ADS_2