
Dira tidak langsung pergi dari tempat itu dan di temani oleh Raka juga di sana. Sedangkan Alvin di suruh membantu eksekusi dari korban itu.
Semua anak anak itu di bawa ke villa terlebih dahulu oleh Angga. Dan Angga juga menyuruh anak buahnya mencari tempat yang bisa di jadikan penampungan untuk anak panti asuhan itu.
" Halo, saya mau kamu menyiapkan tempat yang aman dan nyaman untuk anak anak panti asuhan. Saya mau tempat itu secepatnya kamu dapatkan. Agar anak anak disini dapat tempat yang layak. "
Perkataan Angga di dengar oleh Alvin dan dia berinisiatif memanggil dokter untuk memeriksa keadaan anak anak itu juga.
Semua kesibukan mereka itu berbanding terbalik dengan apa yang di lakukan Dira. Dira di rumah kosong itu malah sedang bersantai. Dia duduk di salah satu bangku dan di hadapannya terdapat laptop milik penculik itu.
Raka hanya memperhatikan apa yang Dira lakukan pada laptop itu. Dan begitu tercemgang saat Dira bisa membuka data dari orang yang menyuruh penculikan ini.
" Peter Collie nama ini tidak asing aku dengar Ra... sepertinya dia salah satu pengusaha besar di negara ini. "
" Kalau begitu, kakak selidiki saja dia dulu. Aku pikir akan banyak orang seperti dia yang akan kita temui nanti. "
__ADS_1
Raka melihat Dira heran. Raka pikir kenapa bisa Dira begitu santai saat ini. Sedangkan dia sudah mengetahui banyak terjadi kasus yang melibatkan anak anak belakngan ini.
" Jangan banyak berpikir kak, kita hanya perlu persiapan untuk pergi ke kebun binatanv saja setelah ini. Aku harap kakak sudah menyiapkan rencana yang matang. "
Raka meragukan sesuatu. Dia tidak mungkin bisa menipu mereka begitu saja. Jadi dia belum berani mengatakan idenya kepada Dira.
"Kakak sudah ada idekan? "
Dira hanya ingin mendengar kejujuran Raka saja. Jadi dia menanyakan hal ini lagi.
" Kakak tidak berani mengambil resiko untuk keselamatan anak anak Ra... tapi kita harus menggunakan mereka agar kita tau dalang dari hal ini. "
Raka baru paham maksud Dira. Berati Dira akan segera bermain main dengan Peter itu. Raka hanya takut bila mereka melakukan semua itu dengan buru buru, langkah mereka akan lebih cepat di ketahui oleh kelompok mafia itu.
Dira hanya tersenyum dan mengajak Raka secepatnya pergi dari rumah itu. Mereka akan memastikan keadaan anak anak kecil itu dulu.
__ADS_1
"Apa kak Raka berpikir saat membuat kekacauan sekarang ini semua akan baik baik saja? apa dia tidak sadar kalau sudah menyinggung Peter itu secara langsung? aneh... dia belum terpikirkan dengan hal ini."
Dira duduk tenang di dalam mobil yang Raka kendarai sambil melamun. Dia sedang malas untuk berbicara saat ini. Dia sedang sibuk memikirkan gadis kecil yang memiliki kemampuan yang sama dengan dirinya dan A ying itu.
" Aku heran kenapa bisa anak kecil itu punya kemampuan istimewa begitu saat ini. Siapa dia sebenarnya. "
Pikiran Dira melayang terus sampai dia tidak sadar sudah sampai di Villa. Dan saat masuk, Dira lalu di dekati oleh gadis kecil yang dia temui di rumah tadi.
" Kakak cantik... "
" Hemm.. "
Yang lain melihat anak kecil itu bisa berinteraksi dengan Dira begitu menjadi heran. Karena dari tadi anak itu hanya diam saja. Tapi saat Dira datang anak itu dengan ceria menghampiri Dira.
" Kak nama aku Yasmin. "
__ADS_1
" Dan kamu sudah tau nama aku bukan? "
Yasmin tersenyum menanggapi jawaban Dira