
Kegagalan Viki dalam penyerangannya pada Albert sudah di dengar oleh Nicolas. Dia tidak tau kalau Viki melakukan hal itu tanpa memberitahukan dirinya.
" Dasar bodoh.. Tidak punya otak.. Apa kau merasa sangat pintar Viki? Kau pikir akan mudah mengalahkan Albert hanya dengan anak buah yang kau miliki? Aku sudah katakan tunggu sebentar lagi untuk penyerangannya. Namun apa yang kau lakukan ha? Kau membuat semua rencana kita berantakan. "
Kemarahan Nicolas membuat Viki menundukan kepala saja. Dia akui kalau dirinya sudah melakukan kesalahan fatal.
" Aku tidak tau kalau akan ada yang menyelamatkan dia. Aku pikir penjagaan di tempat dia sudah sangat longgar karena semua di fokuskan pada anaknya. "
Nicolas membanting barang yang ada di dekatnya saat ini. Dia bingung langkah apa yang harus dia lakukan sekarang. Bila dia nekat menculik Yasmin di rumah Dira, Sudah pasti dia harus mengerahkan banyak anak buahnya lagi untuk menghadapi penjagaan yang di melindungi anak Albert.
__ADS_1
" Kau benar benar keterlaluan Viki. Kau membuat aku kehilangan kesempatan emas untuk melawan mereka dengan cara diam diam. Kau menghancurkan segalanya. Sekarang kerahkan semua anak buah mu yang masih tersisa. Serang rumah di tengah hutan itu dan culik anak Albert dari sana. "
Nicolas sudah memutuskan kalau dia harus bergerak cepat dan menangging semua resiko yang akan terjadi nantinya. Dia harus bisa menahan anak Albert agar bisa di jadikan senjata melawan Albert dan yang lainnya nanti.
" Apa ini tidak terlalu berbahaya? Anak itu ada di bawah perlindungan Angga Bartawija. Aku takut mereka juga akan ikut campur untuk masalah ini. "
" Lakukan hari ini. Mereka pasti belum bisa mempersiapkan apapun sekarang. Kita harus bergerak cepat untuk mendapatka kelemahan mereka. "
" Kalian culik anak kecil yang ada di rumah tengah hutan itu dan bawa dia ke markas Nicolas secepatnya. "
__ADS_1
Anak buah Viki sudah berangkat menuju rumah Dira. Sedangkan Nicolas yang baru saja merasa lebih tenang di kagetkan lagi oleh laporan anak buahnya yang mengabarkan kalau sepupunya Sovian sudah tidak kembali ke rumahnya sejah seminggu yang lalu.
" Apa yang kau bilang? Sovian kenapa? Jangan bercanda dengan ku. Cepat cari dia sampai ketemu. "
" Maaf tuan, tapi kata penjaga di rumah itu, tuan Sovian meninggalkan rumah untuk datang kemari menemui anda. "
" Dia tidak ada datang kemari. Cepat cari dia sampai dapat. "
Nicolas semakin stres karena kabar ini. Dia tidak tau kalau akan menghadapi masalah bertubi tubi. Sovian yang dia cari, saat ini sedang membalut luka di tangannya yang berdarah. Dia terluka karena telah melampiaskan amarahnya pada dinding tempat dirinya di kurung.
__ADS_1
" Nicolas, aku akan pastikan kau membayar semua perbuatan mu pada orang tua ku. Jangan pernah kau kira kau akan baik baik saja setelah melakukan hanyak hal keji selama ini. Aku akan membalskan semua rasa sakit yang di terima oleh orang tua ku dan juga oleh para korban yang kau telah sakiti. Kau akan mendapatkan balasan yang setimpal nanti. "
Sovian berkata begitu dengan sorot mata yang tajam dan rahang yang mengetat. Dari gerak tubuh Sovian, semua terlihat jelas kalau dirinya sekarang sedang menahan amarah yang sangat besar.