
Dira yang sudah mendapatkan apa yang dia cari, segera mengajak yang lainnya keluar dari tempat itu. Albert juga ikut bersama mereka. Dan anak buah Tolvar yang sudah mendapatkan perintah untuk membereskan semuanya, lalu secepatnya meninggalkan tempat itu setelah membereskan semua anak buah dari Alberto.
Saat Dira sudah berada di jarak yang cukup jauh dengan tempat itu, dia meminta Tolver untuk menyalakan bom yang sudah di taruh di markas itu. Jadi saat ledakan terjadi mereka sudah aman dari efek ledakannya.
Dira bersama seseorang dari anak buah Tolvar sibuk dengan kegiatan dia menggunakan laptop. Mereka sedang meretas semua kamera pengawas di sekitar tempat itu. Karena tidak mau menimbulkan masalah baru lagi untuk mereka kedepannya.
" Kamu sedang bermain dengan cctv di tempat ini? "
" Kalau sudah tau jangan banyak tanya. "
Dira menjawab semua perkataan Albert dengan ketus dan terlihat menahan kekesalanya. Entah karena apa tapi di mata Tolvar Dira saat ini sedang sangat marah pada Albert.
Sedangkan Albert yang tau apa penyebab Dira marah, merasa kalau Dira sangat lucu dan menggemaskan. Dia melihat sisi Dira yang berbeda setelah sekian lama. Memang benar bila dia belum mengenal siapa Dira sebenarnya, dia tidak akan bisa menyukai Dira.
__ADS_1
Dira memang sangat berbeda dengan istrinya dahulu. Dira mempunyai sisi yang berbeda yang membuat Albert bisa tertarik padanya. Bukan takut karena apa yang Dira lakukan sebelumnya, tapi Albert merasa dia melihat sesuatu yang luar biasa saat dia melihat Dira menghukum musuhnya.
" Apa yang akan kamu lakukan pada tahanan mu itu? "
" Bukan tugas aku... kau punya tugas itu. Aku sudah cukup bermain dan sepertinya kau yang belum puas dalam permainanmu Tuan Albert. "
Lagi dan lagi Albert tersenyum karena jawaban Dira. Dira seolah menyindir dia karena telah menyembunyikan kemampuan dia sebelumnya. Dan baru mengeluarkan kemampuan itu di saat terakhir mereka bertarung.
" Apa kamu sangat lelah hingga merasa kesal begitu saat ini? "
Tolvar melihat ada perlakuan berbeda dari Dira kepada Albert pun merasa ada yang aneh.
" Apa hubungan mereka berdua? kenapa ada orang ini di dalam misi kali ini? Aku melihat dia sangat dekat dengan nona muda. Apa dia memiliki hubungan spesial dengan nona? "
__ADS_1
Pikiran Tolvar membuat Dira merasa kesal. Dengan rasa kesal yang di rasakannya, Dira sengaja menginjak kaki Tolvar untuk meluapkan kekesalanya. Dan dia berpura pura tidak sengaja.
"Aduuuhh.. "
" Aaahhh maaf... aku tidak sengaja. Apa sakit? "
Sikap Dira seperti itu dengan akting yang sangat luar biasa membuat Tolvar tertipu. Tapi tidak dengan Albert. Dia tertawa kecil melihat Dira sudah dengan sengaja menginjak kaki Tolvar.
Sekarang apapun yang Dira lakukan semua terlihat jelas di mata Albert. Seolah olah topeng yang Dira pakai selama ini semua tidak ada gunanya saat di hadapan Albert.
" Kau sangat pandai rubah kecil"
Bisikan Albert membuat Dira seketika memalingkan wajahnya. Dan mata mereka terkuncu satu sama yang lain. Dira merasa dia melihat tatapan yang berbeda dari Albert untuknya saat ini. Tapi dia mencoba untuk menepisnya lagi.
__ADS_1
" Kau sakit? sepertinya luka di tangan mu itu membuat otak mu juga terluka. "
Dira tidak henti hentinya berkata ketus kepada Albert karena melihat cara Albert yang berbeda memperlakukan dia sekarang.