Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Kesenangan Sesaat


__ADS_3

Dira yang masih dalam keadaan sadar di dalam mobil mendengar pembicaraan antara ayah dan anak itu di telpon.


" Pa... aku sudah membawa gadis ini. semua rencana kita berhasil pa. Ternyata orang itu tidak secerdik yang kita kira."


Fredi yang mendengar ini merasa agak ragu dengan tentang rencananya. Dia merasa ada yang salah tentang apa yang mereka lakukan saat ini.


" Kamu yakin semua baik baik saja? tidak ada hal yang mencurigakan yang terjadi? "


" Semua ada di genggaman tangan kita pa.. papa bisa tenang sekarang. "


Fredi langsung mematikan telponnya. Dia merasa senang sekaligus takut kepada apa yang dia pikirkan saat ini.


Bila ketakutannya tidak terjadi, sudah dapat di pastikan kalau Angga akan menari di tangannya saat ini.

__ADS_1


" Angga kamu akan merasakan pembalasan yang tidak akan pernah kamu lupakan. Aku akan buat kamu memohon kepada aku nanti. "


Kebahagiaan sesaat yang di rasakan Fredi membuat dia cepat cepat pergi ke tempat yang sudah di sepakati oleh dirinya dan anaknya itu.


Sedangkan Asih dia merasakan ada sesuatu yang buruk akan terjadi kepada keluarganya. Karen sangat tidak biasa Fredi pergi malam malam bersama dengan Bryan.


Biasanya, Fredi selalu menjaga jarak dengan Bryan dan selalu memperlakukan Bryan layaknya pembantu untuk dirinya.


Asih walaupun dia tidak pernah di anggap oleh Fredi sebagai istri, tetapi dia tetap menghormati Fredi. Dia hanya ingin menjadi istri yang baik dan ibu yang sempurna untuk anaknya. Walaupun tidak pernah di anggap mereka berdua.


Sesampainya mereka di tempat yang sudah di siapkan, mereka membawa Dira langsung ke dalam dan menaruhnya di sebuah ruangan kosong.


Sambil menunggu papanya, Bryan memperhatikan Dira yang masih di anggap pingsan olehnya.

__ADS_1


" Sayang sekali nasibmu sangat buruk karena menjadi anak seorang penghianat. Coba kamu itu bukan anak orang itu, sudah aku jadikan kamu kekasih aku. wajah yang manis dan cantik ini membuat aku tergoda untuk menikmatinya. "


Dira mendengarkan segalanya dan hanya bisa mencibir di dalam hatinya. Dia sudah sangat berusaha agar menahan segala amarah yang dia punya agar semua rencananya berhasil.


" Haaaahhh sangat melelagkan dengan segala drama konyol ini. Aku masih harus menunggu sampai tangkapan besar aku datang. Ini melelagkan harus mendengar segala rencana bodoh mereka bersama. Aku pikir mereka akan sangat pintar. Tetapi ternyata hanya sekumpulan orang bodoh yang belum sadar akan siapa lawannya. "


Dira sempat berpikir bila musuh papanya itu adalah orang yang cerdik dan berbahaya. Tetapi saat dia melihat dan mengalami secara langsung, dia dapat memastikan kalau mereka hanya pandai dalam menggertak dan bicara besar saja. Tidak akan ada hal yang menarik di dari mereka semua.


" Sepertinya papa terlalu baik dulu kepada mereka. Maka dari itu, mereka dengan mudah merajalela begini. Kalau bukan karena siasat kotor mereka, aku sudah pastikan mereka semua akan gampang di kalahkan oleh papa. Atau memang papa yang tidak tegaan dengan keluarga angkatnya ini... Sungguh menggelikan. "


Dira terus mencibir mereka saat masih dalam penyamarannya. Dia tidak tanggung tanggung ingin membuat papanya sendiri melihat apa yang akan dia lakukan kepada musuhnya. Sampai dia mendengar ada suara pria lain yang Dira sudah tebak itu musuh papanya.


" Mana gadis itu? "

__ADS_1


__ADS_2