
Mendengar rencana Raka, membuat Angga memikirkan dari sisi yang berbeda. Mereka memang bukan hanya ingin menggagalkan rencana pelaku itu. Tapi juga ingin menangkap dalangnya.
" Apa rencana mu Ka? "
" Kalau menurut aku, kita biarkan anak anak di culik mereka. Dan kita ikut berada di dalamnya. Kita bisa mengawasi dari dekat apa yang mereka lakukan. Itu akan membuat kita mendapatkan ikan besar yang ingin kita tangkap. "
" Apa ini tidak terlalu beresiko Ka? anak panti jumlahnya banyak. Dan itu akan menyulitkan kita dalam menyelamatkan mereka nanti bila terjadi sesuatu. "
Alvin ikut dalam obrolan mereka. Sedangkan Dira, memilih diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh mereka bertiga. Dira ingin membiarkan mereka semua berpikir sendiri. Dia tidak mau ikut campur dalam hal ini.
Walaupun dia sudah punya rencana sendiri untuk itu. Tapi dia membiarkan mereka semua melakukan apa yang mereka rencanakan. Dia akan berjalan sendiri dengan rencananya nanti.
Saat sibuk dengan diskusi mereka, tiba tiba Raka ingat akan Dira yang sedari tadi diam saja tidak ikut berbicara. Saat di lihat kesamping ternyta Dira sudah tertidur dengan tenang di sebelahnya.
Arah pandang Raka di ikuti oleh yang lainnya. Dan semua ikut melihat keadaan Dira yang tertidur pulas di sofa. Ingin rasanya Alvin meindahkan Dira dari sana. Tapi sadar dia akan di halangi oleh Raka. Jadi Alvin memilih tetap diam saja.
" Om akan pindahkan Dira kedalam dulu. Dia sepertinya sangat capek saat ini. "
__ADS_1
Raka tidak akan bisa melarang saat Angga yang memintanya. Dia sadar kalau Angga memang paling berhak dalam hal ini.
" Baik om. "
Disaat Raka dan Alvin di tinggalian, Raka lagi lagi menatap tajam Alvin. Dan Alvin tau maksud dari Raka sekarang ini.
" Kau, sungguh tidak melakukan apapun pada Dira? "
" Kau bisa tanyakan sendiri dengan dirinya kak. "
" Dan aku tidak akan melakukan hal yang buruk pada wanita yang aku sukai. "
" Tapi nafsu mu apa bisa kau kendalikan? "
" Kau harus tau bagaimana aku disana menemani Dira sebelum kau menuduh aku begitu. Apa ada kesempatan aku berdua dengan dia disana. "
Raka akhirnya tenang dengan hal ini. Dia tidak mau kalau sampai nanti Dira terluka. Apalagi dia tau, Alvin belum menyelesaikan masalalunya.
__ADS_1
Di dalam kamar, setelah Angga menaruhnya di tempat tidur, Dira tiba tiba membuka mata. Dia sebenarnya tidak tidur sama sekali. Dia hanya tidak ingin ikut campur dalam rencana mereka. Jadi dia memilih cara yang aman.
Setelah memastikan kalau dia sudah sendirian, Dira lalu mengubungi Tolvar. Dia akan kembali ke rumah hari ini juga. Dia akan mengambil beberapa alat yang akan dia perlukan nanti. Selain itu, dia juga akan memastikan siapa saja yang akan dia ajak dalam rencananya.
" Tolvar, aku minta seseorang datang kemari dan menjemput aku saat ini juga. Aku ingin pulang. Tapi akan kemabali besok menjelang pagi. "
" Kamu yakin akan pergi? sudah memberitahu yang lain? "
" Jangan bodoh. Bila aku meminta ijin, apa mungkin aku menghubungi kamu untuk menjemput aku? "
Tolvar memilih dirinya yang akan menjemput Dira. Tetapi dengan penyamaran yang pastinya.
"Ra... apa boleh aku saja yang kesana? "
Ini yang Dira sudah prediksi. Tolvar tidak akan memerintahan orang lain untuk hal ini. Jadi dia langsung menyetujui hal itu.
" Hemm.."
__ADS_1