
Raka merasa tidak nyaman dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Dia ingin menenangkan Dira di kamarnya. Dia tidak tau kalau Albert saat ini sedang berbicara berdua dengan Dira disana.
Itu karena pintu kamar Dira tertutup saat ini. Biasanya bila Dira bicara dengan Albert, dia selalu membiarkan pintu kamarnya terbuka untuk menghindari kontak langsung dengan Albert.
Raka tau kalau Dira tidak bisa melihat Albert seperti dia pada orang lain. Maka dari itu Dira selalu waspada akan segala hal tentang Albert.
Tapi saat Raka membuka pintu kamar Dira, dia sangat kaget dengan apa yang di lihatnya. Dira di peluk erat oleh Albert di dalam kamar itu.
"KALIAN SEDANG APA? ALBERT BRAHAM. KAU APAKAN ADIK KU? "
Dira dan Albert sama sama kaget. Dan mereka melihat ke arah Raka yang sudah berdiri di depan pintu kamar Dira dengan mata melotot nyaris keluar karena kagetnya.
Sedangkan Albert, dia belum melepaskan pelukannya di badan Dira karena kagetnya.
__ADS_1
" Lepaskan brengsek. Apa yang kau lakukan pada Dira? Kenapa kau memeluk dia begitu? Dan kau Dira, kenapa kau ijinkan dia memeluk tubuhmu seperti itu? Biasanya kau selalu waspada akan setiap hal. Tapi kenapa kali ini bisa begini? Kau kenapa Dira? Kau membiarkan pintu kamar ini tertutup saat dia ada di dalam berdua dengan diri kamu. "
Dira yang sudah sadar dari rasa kagetnya dan melihat Raka yang mengomel di depan dia saat ini. Membuat Dira memutar bola matanya malas.
" Akan ada ceramah lagi hari ini. Lagian kenapa tadi aku tidak cepat cepat menghindar saat dia memeluk aku begitu. Sangat menyebalkan. "
Dira berkata begitu di dalam hatinya. Dan Raka tau kalau Dira saat ini sedang mengomel di dalam hatinya. Dia lalu menatap Dira dengan tajam. Dia mau memberitahu adiknya itu betapa bahayanya Albert bila di biarkan melakukan hal yang seperti sebelumnya.
Albert hanya bisa menggaruk belakang kepalanya saat ini. Karena dia tidak sengaja tadi memeluk Dira dan berakhir dengan ceramah yang di berikan oleh Raka saat ini.
" Aku tidak tau dia akan memeluk aku begitu kak.. kejadiannya tiba tiba. Dan dia baru memeluk aku, kakak sudah muncul. Salah aku dimana sih kak? kakak harusnya menyalahkan dia saat ini. Kalian sama sama menyebalkan"
Dira menghentakkan kakinya dan keluar dari kamar itu untuk menghindari Raka. Sedangkan Raka, dia menatap Albert tajam karena membuat Dira marah pada dirinya.
__ADS_1
" Aku salah apa sih? dia datang datang marah marah. Saat adiknya marah pada dia, aku juga yang di salahkan. Sangat terlalu laki laki itu. "
Albert mengomel tidak jelas di dalam kamar Dira saat Raka dan Dira sudah meninggalkan dirinya disana.
Sedangkn Dira, dia memilih keluar dari kamar dengan cara pura pura marah pada Raka karena tidak mau mendengar ceramah yang membosankan dari Raka.
" Untung masih bisa kabur. Kalau tidak, aku yakin ceramah kak Raka akan menjadi dongeng pengantar tidur yang baik untuk aku saat ini. "
Dira berkata begitu sendirian di dapur. Dia kesana sekalian mengambil minyak untuk mengurut kaki Yasmin yang pasti akan merasakan sakit dan kaku setelah latihan tadi.
" Kamu mengomel apa tadi itu Ra? "
" Astaga... "
__ADS_1