
Panglima yang di utus oleh saudara tiri dari Tolvar itu mengerutkan keningnya saat ditanya seperti itu oleh Dira. Dia tidak mengenal siapa wanita itu. Tapi dia mengenal pria yang ada di sebelahnya. Dan dia pikir kalau Albert lah pemilik dari rumah itu.
" Saya sarankan pada kalian berdua tidak usah ikut campur dalam masalah ini. Ini semua adalah masalah kerajaan. Tidak boleh ada orang luar yang ikut campur dalam masalah ini. "
Dira dan Albert menyeringai mendengar apa yang pengawal itu katakan. Tanpa basa basi, Dira dan Aalbert menyerang mereka dengan cepat. Bahkan hampir tidak ada yang melihat bagaimana cara Dira menyerang mereka. Karena tiba tiba saja anak buah yang di bawa oleh panglima itu berjatuhan dengan kepala yang di penggal.
Mereka seperti menghadapi sesuatu yang mengerikan. Mereka tidak tau siapa yang akan di serang dan kemana arah pedang tersebut tertuju. Tapi untuk Albert, mereka masih bisa melihat pergerakannya. Bahkan mereka bisa melihat betapa kuat dan ahlinya Albert dalam bertarung.
" Bila terus begini, tidak akan lama semua pasukan aku akan habis. aku harus menyerang pria itu dulu sebelum melarikan diri. "
__ADS_1
Dira sudah memasang pengaktif bom yang dia pasang di istana di tubuh pengawal yang pasti akan kabur dan melapor ke istana tersebut. Alat itu akan aktif bila sudah berada di radius 1 meter dari bom itu berada. Jadi bisa di bilang itu seperti bom bunuh diri untuk pengawal tersebut. Dan dengan begitu, tanpa ada pesan apapun, orang di kerajaan itu pasti langsung tau kalau hal tersebut adalah tantangan dari Dira.
Semua pergerakan panglima tersebut tidak luput dari pandangan Dira. Jadi dengan cepat Dira menghadang gerakan tersebut dan melindungi Albert dari panglima itu.
Gerakan panglima tersebut memang cepat. Tapi semua jelas di pandangan Dira. Jadi dia dengan mudah menahan serangan itu.
" Kau mau apa? Ingin melukai dia dan melarikan diri setelahnya? Apa kau sudah meminta ijin dari aku dulu? Kau berani menyentuh semua yang ada di tempat ini dan membuat kekacauan hanya demi hal yang tidak pasti. Sungguh nyali mu sangat besar. "
" Ka... ka.. "
__ADS_1
" Aku tidak suka mendengar kau bicara gagap begitu. Tapi aku tau apa yang ingin kau katakan. Aku Dira. Kau bisa mengingat nama itu sebelum kematian mendatangimu. "
Panglima itu sangat marah dan ingin melawan Dira. Tapi Dira dengan cepat mengayunkan katana yang dia bawa dan memotong tangannya yang memegang senjata.
" Aku sudah katakan jangan bermain dan mencari masalah dengan orang yang salah. Seharusnya sebelum datang kau mencari tau dulu siapa aku dan bukan langsung menyerang dan berusaha melukai orang orang ku. "
Dira melihat dari ujung matanya kalau pengawal yang dia pasangi alat itu sudah pergi. Dan sekarang waktunya dia menyelesaikan segalanya.
Dira meninggalkan panglima yang masih kesakitan itu begitu saja dan segera membunuh yang lainnya. Albert dan Dira sangat cepat membalik keadaan saat ini. Mereka sangat kompak dalam gerakan walau tanpa adanya komunikasi dari mereka. Sedangkan panglima itu masih berusaha untuk kabur walau tangannya sudah hilang satu dan masih mengeluarkan banyak darah.
__ADS_1
Disaat dia ingin pergi, di lehernya tiba tiba sudah ada pedang tajam yang diam disana.
" Jangan banyak bertingkah. Aku sudah katakan bila ingin pergi kau harus ijin pada diriku dulu. "