
Tidak ada satupun orang yang berani mendekati Albert ataupun Chupa saat ini. Bahkan darah yang masih menempel di tubuh Chupa sudah mulai mengering tapi tidak ada yang berani menegurnya.
" Kenapa suasananya saat ini sangat menyeramkan ya.. "
Salah satu anak buah Tolvar berkomentar. Dia memperhatikan sekitar sudah tidak ada lagi keributan seperti di awal tadi. Semua sudah senyap bahkan Yasmin yang sebelumnya sempat pingsan setelah melihat Dira saat ini sedang duduk, diam dan menatap lurus kedepan. Dia memperhatikan pintu ruangan dimana Dira sedang di obati di dalam sana.
Albert dan Chupa masih terlihat marah dan mereka sama sekali tidak mengendurkan otot wajahnya. Bahkan wajah Albert saat ini sudah merah padam karena menahan amarahnya.
" Aku akan pastikan kehancuran keluarga itu nanti. Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mereka. Mereka barani menyentuh yang seharusnya tidak mereka sentuh saat ini "
Semua pikiran Albert jelas di ketahui oleh Yasmin. Dia juga menajamkan matanya saat Albert mengatakan hal itu. Walaupun Yasmin masih anak anak, tapi emosi yang Yasmin miliki sangat mirip seperti Albert. Mereka seperti pinang di belah dua bila di lihat dari sifatnya. Sedangakan dari wajah, Yasmin mirip dengan Dira. Walaupun Dira bukan ibu kandung Yasmin.
__ADS_1
Yasmin selama ini sudah menganggap Dira adalah mamanya. Walaupun Dira masih dia panggil kakak selama ini Tapi saat melihat Dira tidak berdaya dengan darah yang mengalir dari tubunya, membuat Yasmin memanggil Dira mama.
" Kak.. selama ini kakak pasti juga tau kalau aku sudah menganggap kakak mama aku. Jadi aku selalu ingin bersama dengan kakak. Kakak terluka begini karena menolong om itu, bila nanti terjadi sesuatu pada kakak. Om Alvin harus membayar malah untuk ini. "
Yasmin dan Albert sama sama tidak akan membiarkan penyebab Dira terluka hidup dengan tenang. Mungkin Albert masih benar membalas pelakunya. Tapi Yasmin, dia melempar semua kesalahan pada Alvin. Sama hal nya seperti Raka. Dia juga menyesal telah melibatkan Dira dalam masalah Alvin.
Semua sedang cemas di luar. Sedangkan di dalam ruangan, Dira sudah sadar dan berbicara pada Syan mengenai obat yang dia perlukan.
" Nona... anda baru saja sadar jangan banyak bergerak dulu. Saya takut jahitan anda akan terbuka. Aku harus memeriksa keadaan Chupa dan yang lainnya. Ibu Alvin aku bius saat di tempat itu. Aku harus memastikan racun di dalam tubuhnya tidak berkerja lagi. "
Syan sudah tidak bisa menahan keinginan Dira lagi sekarang. Terpaksa dia keluar dari ruangan itu dan mencari bantuan agar Dira mau tenang dan memikirkan dirinya dulu.
__ADS_1
" Bagaimana keadaannya? "
" Dia sudah sadar dan sudah membuat masalah di dalam. Sepertinya anda harus menemui nona sekarang. Dan harus mengingatkan dia untuk beristirahat. Karena bila dia ingin terus bergerak, lukanya akan kembai terbuka nanti. "
Albert mendengar apa yang Syan katakan dan sorot matanya kembali menajam. Padahal dia sebelumnya sudah lega kalau Dira sudah sadar. Bukan hanya Aalbert tapi Raka, Angga dan yang lainnya sama seperti Albert mereka sangat gemas dengan tingkah Dira yang tidak bisa di atur dan membuat mereka sering di landa kecemasan.
Albert masuk kedalam ruangan dengan perlahan. Dia melihat Dira sudah ingin turun dari tempat tidur disana.
" Mau kemana kau saat ini? apa luka yang kau terima sangat kecil hingga kau sudah bisa bergerak begitu? Haruskah aku merantai kaki dan tangan kamu agar kamu diam di tempat tidur dulu? "
Albert sangat kesal karena tingkah laku Dira. Dia hanya ingin Dira baik baik saja kedepanya. Bukan membuat ulah seperti sekarang ini. Albert akui kalau Dira sudah bisa mencuri hatinya saat ini. Bahkan mungkin dari pertemuan mereka yang pertama Dira sudah mencuri perhatiannya. Hanya baru saat ini Albert mengakui hal itu.
__ADS_1