
Dira yang ingin pergi di tahan lagi oleh Raka karena dia tau kalau tujuan Dira bukan ke tempat Albert dan Yasmin saja saat ini. Dia tidak mau Dira dalam masalah lagi nantinya.
" Ra.. tunggu. "
" Aku hanya menjemput Yas kak. Kau tau Yas tidak bisa jauh terlalu lama dari aku. Aku sudah pergi dari tadi. Sekarang aku harus memastikan keberadaan tuan putri itu dulu. "
Perkataan Dira sangat menyakinkan Raka jadi dia mengijinkan Dira pergi keluar untuk menjemput Yasmin. Namun begitu Dira keluar dari kamar Bulan, Tatapan mata Dira langsung menajam dan dia berjalan dengan cepat untuk datang ke markas Nicolas lagi.
" Kau ingin mengganggu keluarga aku kan Nicolas, padahal aku sudah berniat tidak ikut bermain dengan Sovian. Tapi undangan kau ini tidak akan aku sia siakan saat ini. "
Dira menjalankan mobilnya dengan cepat saat meninggalkan rumah Angga. Sedangkan Sovian, dia saat ini sudah masuk kedalam markas Nicolas dan membantai secara brutal semua yang ada di dalam markas itu. Dia mencari keberadaan Nicolas tapi tidak juga menemukannya. Hingga dia sampai di depan pintu ruang kerja Nicolas, dia mendengar ada suara suara erangan dari dalam.
" Kau ternyata sedang menikmati waktu mu dengan wanita wanita itu. Kau bahkan tidak sadar kalau saat ini kau dalam maslah besar. "
__ADS_1
Sovian tanpa menunggu lama lagi, mendobrak pintu itu dan melihat hal menjijikan di dalam sana. Tanpa memperdulikan keterkejutan mereka, Sovian langsung menembakan senjatanya pada mereka yang ada di ruangan itu tanpa terkecuali.
" Mati kau... "
" Brengsek.. "
Nicolas dengan cepat menghindar dari serangan Sovian walau badannya masih polos. Dia berusaha bersembunyi dan mencari senjata untuk melawan Sovian.
" Sial. kenapa anak itu datang di waktu yang tidak tepat? Apa mau anak itu sekarang? Apa anak buah Hansan kalah menyerang rumah Angga? "
" Kau akan merasakan apa yang sudah kau perbuat dulu pada orang tua ku dulu. "
*deg*
__ADS_1
Jantung Nicolas berdetak kencang saat mendengar suara Sovian. Dia tidak tau kalau Sovian yang sudah dia lemahkan otaknya sekarang mengetahui semua perbuatan dia dulu.
" Kau ternyata memanfaatkan anak itu sebagai senjata mu ternyata nona. Kau sangat cerdik untuk hal ini. "
Nicolas yang sudah mendapat apa yang dia cati akhirnya melawan Sovian balik. Dia menembaki Sovian dan saat peluru dari senjata Sovian habis, Nicolas menyerang dirinya dengan pukulan hingga Sovian babak belur.
Dalam bermain senjata, Sovian memang sangat ahli. Namun dalam hal perkelahian, dia kalah jauh dari Nicolas. Walaupun Sovian mempunyai kemarahan yang besar, tapi tetap saja tidak bisa mengimbangi kekuatan Nicolas yang sangat kuat.
" Kau bilang apa tadi bocah? Kau akan membalas rasa sakit orang tua mu? Coba lihat apa kau benar bisa melawan aku dengan baik? Kau bahkan saat ini sudah tidak bisa menopang tubuh mu sendiri. Kau masih ingin melawan aku? "
*Cuuiiihh*
Nicolas meludahi Sovian yang sudah terkapar di bawah. Sovian menatap Nicolas dengan tatapan kebencian yang sangat jelas di matanya. Walau kondisi dia sudah tidak memungkinkan untuk bergerak, dia tetap merasakan api kemarahan di hatinya membara hingga dia merasa ingin melawan Nicolas lagi.
__ADS_1
" Aku sudah katakan habisi dia sebelum aku datang. Saat ini aku sudah datang. Jadi dia milik aku sepenuhnya. "