Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Wanita Psikopat


__ADS_3

Melihat teman mereka mati mengenaskan di sebelah mereka, membuat dua orang lainnya semakin takut. Mereka sampai terkencing di celana karena Dira.


Dira berjalan perlahan mendekati mayat tersebut dan mengambil pisau yang sudah tertancap di leher orang itu. setelahnya, Dira hanya menoleh kepada setiap orang yang ada di sana dengan tatapan dingin saja tanpa melakukan apapun. Tapi mereka semua gemetar ketakutan.


" Dia iblis... dia wanita gila... dia psikopat... "


Begitu isi pikiran mereka tentang Dira. Tapi Dira sebenarnya sengaja melakukan hal ini untuk memberikan efek jera kepada kelompok tersebut. Dan memberitahu kalau Chupa bukan binatang yang bisa di sentuh sembarangan.


Dira mulai berpindah kepada sasaran dia berikutnya. Dia berjongkok di depan mereka berdua dan menatap mereka.


" Kalian sebelumnya ingin menguliti dia kan?"


Setelah mengajukan pertanyaan itu, Dira langsung memotong satu jari dari masing masing mereka berdua.


" aaakkkkhhhhhh.... "

__ADS_1


Hanya terdengar teriakan kesakitan di sana saat ini. tidak ada yang bisa melawan. Seolah Dira pemegang peran di dalam situasi tersebut.


" kalian ingin mengambil orang dalamnya kan? "


Setelah itu sekali lagi Dira memotong pergelangan salah satu tangan mereka. Mereka hanya bisa terus menjerit dan meninta ampun. tapi lagi lagi Dira tidak memperdulikannya. Dia meneruskan niat dirinya untuk memberi pelajaran kepada mereka berdua.


" Ingin menjual organ tubuh dia juga? apa kalian sudah minta ijin kepada aku? "


Pertanyaan tajam dari Dira langsung di barengi dengan pisau itu memenggal kepala mereka berdua. Semua senyap tidak ada suara. hening dan tenang.


Dira langsung berjalan menuju Chupa. dia dengan segera melepaskan jerat yang mengenai Chupa. Tapi Chupa tidak berani bertingkah saat Dira mendekati dirinya. Dia tau kalau sudah salah dengan keluar dari kastil tanpa ijin Dira. Dan chupa yakin dia tidak akan luput dari hukuman.


Saat semua jerat terlepas, Dira ingin mengajak Chupa langsung pergi. Tapi langkahnya terhenti karena panggilan dari salah satu kelompok tersebut.


" Nona.... maaf kan kami... apa kami bisa mengabdi kepada nona? apa nona perlu pengawal atau apapun itu? saya bisa membantu nona... tapi ijinkan kami tinggal di tempat nona. selama ini kami selalu tinggal di hutan ini untuk bertahan hidup. Jadi bisakah nona membantu kami? "

__ADS_1


Dira tau hal ini akan terjadi. Karena tadi dia sudah dapat pengelihatan itu. Dan mereka juga jujur mengenai kemalangan mereka. Jadi Dira menerimanya.


" Baiklah... kalian akan ikut dengn aku. Dan akan aku didik denga cara aku sendiri. kalian akan melakukan apapun yang aku suruh. dan latihan fisik harus tetap kalian lakukan. apa kalian siap? "


" Tanpa pikir panjang mereka menyanggupi."


Dira akhirnya menolong mereka dengan melancatkan aliran darah mereka lagi. Jadi mereka bisa mengikuti dirinya untuk kembali ke Kastil.


Chupa bagai seekor kucing mabis yang selalu mengekor kepada Dira. Dia sama sekali tidak berani berulah saat ini. Dia juga menahan laparnya walaupun saat ini air liunya hampir menetes karena mencium bau darah. Tapi tanpa seijin Dira, dia tidak berani melakukan hal bodoh lagi.


Dira tau Chupa sedang sangat lapar. Jadi dari pada meninggalkan jejak, Dira segera menyuruh Chupa memakan daging dari ketiga orang yang dira bunuh tadi.


" Nikmati lah makanan Mu... setelah itu kamu harus persiapkan diri kamu menerima hukuman dari aku karena keluar rumah sembarangan. "


chupa mendapat ijin langsung saja memakan daging manusia itu dengan lahap tanpa menunda lagi. Dia tidak mau Dira berubah pikiran lagi dan melarang dirinya makan. untuk hukuman biar lah nanti dia nikmati.

__ADS_1


Ketua kelompok itu berdecak kagum dengan tingkah binatang buas yang langsung tunduk dengan wanita di depannya. Sedangkan yang lain mereka sedang merinding karena memikirkan tubuh temannya sedang di makan oleh Harimau itu.


__ADS_2