
Nicolas dan Sovian mendengar suara itu dan sama sama melihat keara sumber suara tersebut. Dira terlihat berdiri tegak di dekat mereka tanpa ada rasa takut sama sekali. Tatapan mata tajam itu membuat Sovian kagum sekaligus takut secara bersamaan.
" Ternyata kau datang juga gadis manis. Apa kau ingin menghangatkan ranjang ku saat ini? "
Dira tersenyum mencibir perkataan Nicolas. Apa dia belum menyadari kalau posisinya saat ini sedang tidak menguntungkan. Sungguh berani Nicolas kembali memprovokasi Dira di saat waktu yang tidak tepat.
" Kau tau Nicolas, awalnya aku hanya ingin membiarkan saudara sepupu mu saja yang membalaskan dendamnya pada dirimu. Namun, kau ternyata sangat ingin bermain dengan aku saat ini. Bahkan kau sudah melibatkan orang yang seharusnya tidak ikut dalam masalah kita. Kau telah membuat masalah besar dengan aku saat ini. "
"Hahahaahahahaaha.... "
Bukannya takut, Nicolas malah tertawa terbahak bahak karena mendengar perkataan Dira. Dia berpikir kalau apa yang Dira katakan saat ini hanya gertakan saja. Mungkin dia sudah mengetahui kalau Dira kuat. Akan tetapi bila dia hanya seorang diri saja, Nicolas berani bertaruh kalau dirinya lebih kuat dari Dira.
__ADS_1
Dira mendengar apa yang di pikirkan Nicolas. Jadi dia mencibir haln itu. Dia berjalan perlahan dan melemparkan air pada Sovian.
" Minum itu bila kau ingin menyaksikan bagimana akhir dari riwayat sepupu mu ini."
Nicolas geram dengan perkataan Dira yang menurutnya sangat sombong. Padahal Dira hanya seorang perempuan kecil yang dengan mudah dia kalahkan.
" Kau sangat banyak nyali rupanya nona, Selain itu omongan mu juga terlalu besar dengan mengatakan semua hal itu tentang aku. Kau belum tau siapa aku jadi jangan meremehkan aku seperti itu. "
" Kau bilang aku harus tau siapa kau bukan? Aku tau segalanya tentang kau Nicolas. Kau yang belum mengenal aku siapa. Seharusnya perkatan mu itu kau tujukan untuk dirimu sendiri. Bukan aku. "
Dira dengan gerakan cepat memukul dada Nicolas tanpa bisa dia hindari.
__ADS_1
*uuuggghh*
Seteguk darah keluar dari mulut Nicolas karena pukulan itu. Sedangkan Dira sudah berada di tempatnya kembali.
" Kau.. "
" Aku kenapa? Kau ingin bermain dengan aku bukan? Kau juga harus tau siapa aku sebenarnya. Wanita yang kau remehkan ini ternyata bisa dengan mudah memukul mu tanpa kau sadari. "
Senyum menyeringai di keluarkan Dira saat dia selesai mengatakan hal itu. Sedangkan Sovian, dia kaget dengan kemampuan luar biasa milik Dira. Selama ini dia pikir Dira hanya wanita yang pandai dalam strategi saja dan yang melakukan tindakan seperti ini adalah Albert.
" Dia di luar dugaan. Dia bahkan jauh lebih hebat dari Nicolas. Gerakan yang cepat dan tak terbaca membuat Nicolas tidak bisa memprediksi kapan Dira akan menyerang dirinya. "
__ADS_1
Sovian terus memperhatikan cara berdiri dan ekspresi wajah Dira yang terlihat tenang dan tidak goyah sama sekali. Bahkan untuk ukuran seorang pria tangguh, saat selesai melakukan penyerangan begitu, setidaknya napasnya pasti tidak beraturan. Namun ternyata napas Dira sangat tenang dan seolah tidak pernah melakukan apapun. Namun bukti dari keluarnya darah dari mulut Nicolas itu sudah menjadi bukti gerakan cepat Dira tadi.