
Di ruang kerjanya Baron sedang mengamati cctv, dia melihat apa saja yang di lakukan oleh Vika di dalam kamarnya. Dia melihat bagaimana Vika menangis, kemudian menyeringai. Baron yakin kalau Vika akan berbuat sesuatu untuknya.
" Vika.... kamu pikir aku orang bodoh yang bisa kamu tipu? wanita licik seperti kamu akan mendapatkan ganjaran atas perbuatan kamu. Aku Baron, samapai saat ini belum ada yang pernah bisa lolos dari hukuman aku. "
Baron terus memperhatikan cctv itu dan melihat segala hal yang di lakukan Vika. Vika berdandan sangat cantik dan dia juga sudah menaruh obat di dalam minuman di dalam kamarnya. Obat itu adalah obat pelumpuh saraf yang dia dapat dari ibunya.
Vika berharap saat nanti Baron meminum obat itu, dia akan lumpuh dan Vika bisa kabur. Tapi dia tidak tau kalau semua rencananya sudah gagal bahkan sebelum di mulai.
" kita lihat nanti apa hukuman yang pantas untuk kamu. kalau sampai kamu tidak perawan lagi, aku akan pastikan kamu hancur di tangan aku. "
Baron akhirnya masuk ke kamar Vika, dia memperhatikan Vika dari atas sampai bawah. sedangkan vika berusaha menggoda Baron dengan menggunakan lingering sangat tipis. Baron mengakui kalau dia itu tergoda dengan tubuh Vika, tapi dia tidak akan bertindak secepat itu.
" Bagus,,, kamu sudah mengerti apa yang harus kamu lakukan. "
__ADS_1
" mau minum dulu tuan? "
" boleh" Baron mengatakan itu dengan senyum tipis di bibirnya.
Vika mulai mengambilkan minuman untuk Baron. Tapi sayangnya saat di berikan, Baron malah membuangnya. Vika sangat kaget dengan hal itu.
" aku sudah tidak berselera sekarang lebih baik kita lanjutkan permainannya dengan cepat. "
setelah berkata begitu Baron langsung saja menerjang tubuh Vika seperti binatang buas. Baron melakukannya dengan kasar. Dan sampai pada permainan inti, Baron di buat tambah kecewa. karena dia mendapati Vika sudah tidak perawan lagi. Dengan kasar Baron langsung menarik rambut Vika hingga dia terduduk.
" ampun tuan... ampun... "
" sudah berapa banyak orang yang kamu layani ha?? kamu juga masih ingin meracuni aku... kamu pikir kamu siapa bego?? kamu hanya penebus hutang san aku bebas melakukan apapun kepada kamu. "
__ADS_1
" am... ampun.... ampun tuan... "
Baron tidak melanjutkan lagi hal yang dia lakukan sebelumnya dia merasa jijik kepada Vika saat ini. Baron segera memakai pakaiannya lagi dan memanggil salah satu pengawalnya.
" kamu... bawa dia ke tempat kalian... dan kalian bebas melakukan apapun kepada dia... lakukan apa yang kalian mau... wanita ini milik kalian semua. "
setelah berkata begitu Baron langsung meninggalkan kamar itu. Sedangkan Vika menangis meraung minta pengampunan. Tapi dia tidak ada yang menolong karena saat ini dia sudah di bawa anak buah Baron menuju tempat peristirahatan mereka.
Di tempat itu ada sekitar 20 orang pengawal yang mencicipi tubuh Vika. hal ini membuat vika mengalami pendarahan dan sudah tidak bisa bertahan lagi.
" aku mohon hentikan... "
perkataan vika tidak di dengar mereka semua. walaupun berdarah dan kondisi mengenaskan para pengawal itu tetap melakukannya dengan Vika. Hingga akhirnya Vika meninggal karena alat vitalnya rusak dan pendarahan hebat.
__ADS_1
Di temapat Dira, di kastil milik A ying, saat ini Chupa mulai membaik. tapi masih tetap di rawat oleh Dira. chupa masih di berikan obat dan ramuan yang Dira buat. Dira bahkan tidak kenal lelah untuk merawat chupa. Hingga saat kondisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan lagi Dira tiba tiba pingsan.
" Dira....... hei.... Dira...... "