
Secara perlahan Dira mulai muncul dari kegelapan itu. Dan chupa tetap mengekori dirinya. Sedangkan Tolvar, dia merasa sangat kesal karena terus merasa di permainkan oleh Dira.
" Ra... "
" Aku tau apa yang akan kamu katakan. Tapi aku ada tujuan tertentu untuk melakukan hal ini. "
Mereka semua masih duduk di tanah karena saking capeknya menghadapi Chupa. Mereka tidak menyangka kalau melawan satu binatang saja sudah membuat mereka kewalahan begini.
" Chupa. kalau kamau capek, kamu boleh beristirahat saat ini. Aku tau kamu berusaha keras untuk melawa mereka tadi. Istirahatlah. Dan aku yang akan bermain dengan mereka saat ini. "
Semua perkataan Dira kepada Chupa di dengar dengan jelas oleh mereka semua. Mereka tidak tau apa tujuan Dira sebenarnya. Yang mereka tau, hanya Diara ingin menguji seberapa kuat mereka.
" Tolvar, aku mungkin sudah memberikan sedikit info pada kamu soal kasus anak anak itu. Apa kamu ingat? "
Tolvar hanya mengangguk dan menyetabilkan napasnya. Dia masih perlu beberapa waktu untuk kembali lagi seperti sebelumnya.
__ADS_1
" Yang mendukung tindakan mereka itu adalah kelompok mafia perdagangan manusia. Jadi aku ingin kalian semua lebih berat lagi berlatih. Kalau terus kalian semua begini, aku merasa sudah percuma memberikan kalian tempat untuk tinggal di rumah aku ini. Kalian seperti terlalu terlena dengan segala yang aku berikan. Sehingga kalian malas untuk berlatih. "
Semua diam saja saat Dira mengatakan kebenaran soal mereka. Memang mereka sempat terlena dengan keadaan karena semua fasilitas yang di berikan oleh Dira. Tapi saat di ingatkan begini oleh Dira, mereka mulai merasa malu.
Malu karena sebelumnya sudah lupa akan tujuan mereka. Mereka akan melatih diri lebih keras lagi mulai sekarang.
Semangat membara karena ucapan Dira barusan membuat Tolvar sadar. Dia belum bisa memimpin dengan baik. Dia masih terus mengandalkan Dira untuk memimpin mereka.
" Ra... terus apa maksud kamu saat ini? "
" Maksud kamu, kita akan menghadapi mereka langsung? "
" Tentu. "
Dira membuat mereka sulit untuk bernapas saat ini. Mereka pikir Dira bercanda. Tapi saat melihat bagaimana cara Dira bicara dan sikap Dira sebelumnya melatih mereka itu, membuat mereka tau. Kalau mereka tidak bisa mundur lagi.
__ADS_1
" Bila kalian ragu dan tidak percaya diri, Kalian boleh pergi saat ini juga. Aku tidak akan memaksa kalian untuk ikut dengan aku "
Tolvar tidak bisa begini terus dia harus keluar dari perlindungan Dira. Dia harus memantaskan dirinya untuk memimpin kelompoknya.
Dira yang tau isi pikiran mereka semua, dia merasa senang akan hal ini. Tidak menyangka kalau dia akan melihat semangat mereka yang besar begini.
" Nona, kami siap berlatih lebih keras lagi untuk ikut dengan nona menjalankan misi yang penting itu. "
" Jangan menyesal dengan pilihan kalian nanti. Karena aku tidak akan menerima bila kalian menyerah di tengah jalan. Karena aku sudah memberikan kalian kesempatan untuk pergi tadi."
" Kami siap nona. "
Mereka akhirnya di tunjukan latihan keras oleh Dira. Dira tidak main main dalam melatih semuanya disana. Karena jangan sampai mereka nantinya menjadi korban dari misi yang akan mereka lakukan.
" Aku sangat ingin menjadi pemimpin mereka yang tegas dan berwibawa seperti kamu Ra.. aku merasa sangat kecil bila di bandingkan dengan kamu. "
__ADS_1
kata Tolvar dalam hatinya.