
Dira mencoba meredam emosinya saat ini. Karena dia paham bila dia ikut emosi dan menghadapi Albert yang punya gangguan emosi begini, bisa gawat nantinya.
" Abert... sudah. Mari istirahat dulu. Oke aku minta maaf atas sikap aku. Kita istirahat dulu ya.. Kau tidurlah dulu. "
Dira mencoba membuat Albert teridur dulu sebelum dia nanti dia berencana mengobati Albert. Dira harus melakukan berbagai pemeriksaan dulu pada Albert. Dan sepertinya dia harus membawa Albert pulang ke rumahnya di hutan.
" Kau berniat pergi bila aku tidur Dira? "
" Kau... kau berpikir aneh aneh lagi. Aku tidak akan pergi. "
" Kau tidak akan bisa menipu aku Dira. "
Dira lelah, dia sangat lelah saat ini. Tenaga dia sudah banyak yang habis setelah pertempuran yang dia lakukan sebelumnya itu. Saat ini dia hanya mau beristirahat saja. Tapi Albert sepertinya akan susah untuk dia bujuk.
__ADS_1
" Albert, kalau begitu, kita pulang saja oke.. kita kembali ke rumah kamu. Dan aku akan merawat tangan kamu hingga sembuh di sana. Aku khawatir dengan Yasmin. "
Ternyata berhasil. Pancingan Dira untuk membuat Albert mau pulang memang harus ada Yasmin di dalamnya. Albert seperti tersadar akan sesuatu saat Dira mengatakan masalah Yasmin.
" Ayo kita pulang. Kamu ikut aku pulang kerumah. Tidak boleh pulang ke rumah kamu. Apalagi bertemu dengan pria lain itu. "
" Stop... biar aku yang mengendarai mobilnya. Tangan mu belum bisa kau gunakan. Albert tolong percaya pada aku sebentar saja. Kita hanya akan pulang ke rumah kamu oke. "
Di dalam perjalanan, Albert sama sekali tidak ada tertidur. Dia ikut mengawasi kemana Dira aka mengajaknya pergi. Ternyata jalan itu memang menuju rumahnya. Barulah Albert merasa lega.
" Hemmm.. "
" Dari kapan kau mengalami gangguan ini? Kau tidak usah bersembunyi lagi di hadapan aku. Aku sudah tau kau mempunyai gangguan emosi. Kau susah mengontrol emosi mu. Bisakah kau ceritakan mengenai sakit yang kau rasakan saat ini? "
__ADS_1
Albert menatap Dira lekat. Dia masih ragu untuk mengatakan segalanya. Karena Albert merasa dia akan terlihat lemah bila mengatakan kekurangan dia pada Dira.
" Albert, kau tetaplah pengusaha kaya dan cerdas yang pernah aku temui. Penilaian aku kepada kamu tidak akan berubah hanya dengan kau berbagi kekurangan dengan aku. Aku tidak ada menutupi apapun dari kamu lagi Albert. Asal kau tau, selain papa dan kak Raka.Belum ada yang bisa ikut sebagai patner aku dalam menjalankan misi. Kau aku ijinkan karna kau meminta aku mempercayaimu. Jadi aku belajar terbuka pada mu. Sekarang apa kau tidak bisa terbuka pada aku Albert? "
Albert seperti tidak percaya akan apa yang dia dengar dari Dira. Tapi dia melihat Dira serius mengatakan segalanya. Karena Albert seperti bisa bisa mendeteksi bila Dira sedang berbohong padanya sekarang ini.
" Aku tidak pernah mengajak Alvin itu untuk melakukan misi dengan mu? "
" Kau masih terganggu dengan perkataan asal aku itu? Alvin tidak pernah bisa ikut dengan aku karna dia tidak bisa membaca suasana dan jalan pikir aku. Sedangkan kak Raka, dia sudah lama kenal dengan aku. Dan kami kenalpun karna A ying. Kak Raka mempunyai nasib yang sama seperti aku dan di bantu oleh A ying. A ying menitipkan aku pada dia. Jadi karna itu kami dekat layaknya saudara. "
Dira berusaha membuat Albert percaya pada dirinya lagi. Dan dia juga memang harus terbuka pada Albert untuk saat ini. Karena akan sangat sulit bila dia sampai berbohong pada Albert yang sudah bisa melihat wajah asli Dira.
" Aku mau kau berobat Albert. Hal ini tidak baik untuk kamu dan Yasmin nanti. Aku takut anak itu akan terkena dampak emosi mu. Kau lihat berapa kali kau berubah hari ini? Jangan buat aku merasa cemas untuk hal ini lagi. "
__ADS_1
Dira melembutkan suaranya. Dia berharap Albert bisa tersentuh dengan apa yang dia katakan.