Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Tidak Boleh


__ADS_3

Dira mendengar apa isi pikiran Raka. Dan itu membuat dia sedikit terganggu. Apa benar dia mencintai Alvin?. Dia rasa semua itu tidak benar.


Dira hanya melakukan semua itu karena rasa peduli kepada sesama. Dia hanya tidak suka mekihat seseorang yang begitu merendahkan dirinya dengan memohon cinta kepada orang yang salah.


" Tidak... aku tidak mencintai dia. Tidak akan.... Aku harus ingat akan tujuan aku. Cinta bukan prioritas pertama aku. Jadi itu tidak boleh terjadi."


Dira sedikit melamun saat mendengar isi pikiran Raka. Dan itu membuat Raka menatap Dira heran. Karena Dira tiba tiba diam saat dalam pembicaraan.


" Ra... kamu kenpa? apa yang mengganggu pikiran kamu Ra? "


" Ah.... tidak kak, aku hanya berpikir mengenai ayah kandungku.."


" Apa kamu akan menemui dirinya lagi? "


" Apa harus? "


" Dira, bila kamu tidak siap, kamu bisa untuk menunggu dulu sampai kamu siap. Tapi kamu tidak bisa selamanya menghindar. Karena dia pasti juga sudah menyadari kamu anaknya. "


" Haaahhh aku tidak tau kak... aku hanya takut saja. "


" Apa yang kamu takuti? Ibu kamu yang kamu takuti atau siapa? "

__ADS_1


" Ibu aku sudah meninggal kak"


Perkataan Dira membuat Raka menatapnya dalam. Raka belum mengerti apa yang Dira cemaskan saat ini.


" Ra... apa ayah kamu itu tidak menginginkan kamu? "


" Bukan kak... bukan begitu... "


Dira bingung menjelaskannya kepada kakaknya. Apa yang dia takutkan dan kenapa dia belum siap untuk menghadapinya.


" Kalau kamu tidak jelaskan kepada kakak, soal itu, gimana kakak bisa tau apa yang kamu takutkan. "


Jawaban yang paling mudah saat ini untuk Dira adalah hal itu.


"Darimana kamu tau dia Ayah kamu? "


Pertanyaan ini yang sangat sulit Dira jawab.Dia bingung mencari jawaban karena tiba tiba otaknya buntu. Jadi Dira langsung mengaduh kesakitan.


" Aduuuuuhhh... aduuhh sakit... "


" Hei.... kamu kenapa? apa yang sakit?"

__ADS_1


Raka langsung panik melihat Dira kesakitan. Alvin pun juga begitu. Karena saat ini wajah Dira memang terkihat sangat kesakitan.


" Apa kamau sakit karena belum makan ya? "


Pertanyaan Alvin menyadarkan Raka kalau bisa jadi karena itu Dira sakit. Dia langsung menuju dapur dan ingin membuat minuman manis dulu untuk Dira.


Dengan itu, rasa sakit Dira akan berkurang. Sedangkan Dira, dia merasa terselamatkan dari pertanyaan menjebak Raka.


Karena tidak mungkin dia mengatakan kalau dirinya bisa membaca pikiran orang lain.


Hal itu mungkin akan di percayai Raka karena dia lama bersama A Ying. Tetapi tidak dengan Alvin. Alvin mungkin akan berpikir Dira berbohong dan dia tidak akan percaya hal itu.


Jadi untuk sekarang dia lebih baik menyembunyikan kelebihannya. Jangan sampai juga menarik perhatian orang lain karena hal itu.


" Dira... ini minum dulu airnya. Kalau sudah lebih baik, kamu baru boleh makan bubur. Aku sedang membuatkan bubur untuk kamu saat ini. Jadi suka tidak suka, kamu harus memakan itu nanti. "


Perhatian Raka yang seperti sekarang ini, membuat Dira merasa sangat di sayangi oleh Raka. Dia merasa Raka memang kakak idaman untuk dirinya.


Sedangkan Alvin, dia merasa tidak nyaman dengan apa yang Raka lakukan kepada Dira. Ada perasaan aneh yang Alvin rasakan saat ini.


" Ada apa ini? kenapa aku memiliki rasa ini saat ini pada Dira? aku seharusnya tidak boleh mempunyai rasa lebih kepadanya. "

__ADS_1


__ADS_2