
Yasmin di dalam kamar terus memeluk Dira dengan erat. Dia merasa sangat nyaman di pelukan Dira.
" Kak... bolehkah aku memanggil kakak mama? "
Dira tertegun dengan permintaan Yasmin. Dira tidak bisa membiarkan Yasmin berharap terlalu banyak dalam hubungan dia dengan Albert nanti.
Dan dia juga tidak mau menimbulkan rasa curiga orang orang padanya. Dira masih ingin hidup tenang saat ini.
" Yas.. "
" Maaf kakak... aku hanya merindukan mama"
Inilah yang membuat Dira lemah. Dia selalu tidak bisa menolak Yasmin bila hal itu berhubungan dengan A ying. Dira sampai merasa dirinya saat ini sudah di kuasai oleh ayah dan anak ini.
" Yas... kita tidur dulu ya... kakak capek sekali saat ini. "
Yasmin mengangguk dan mereka tidur terlelap. Sedangkan Albert, dia tidak bisa tertidur karena dia terus memikirkan apa yang sudah terjadi pada dirinya dari tadi.
" Kenapa aku sampai begini sekarang? aku merasa sangat berbeda dengan diri aku yang sebelumnya. Waktu dulu, aku sama sekali tidak terlalu menunjukan emosi aku. Aku lebih tenang dan seakan masalah semua menghindar dari aku. Fokus ku hanya pada pekerjaan. Di rumah aku tidak pernah mendengar keluhan apapun. Bahkan aku sampai tidak pernah yang namanya bertengkar. Tapi setelah hardirnya Dira, kenapa emosi aku selalu naik. Dia selalu bisa membuat aku merasakan hal yang berbeda dalam hidup aku. kambuhnya penyakit aku saat ini, entah kenapa aku menjadi merasa bersyukur. Tapi bila di pikirkan lagi, ini artinya aku sudah terikat sepenuhnya pada Dira. Apa yang harus aku lakukan. "
__ADS_1
Albert terus memikirkan hal seperti itu. Dan melupakan kalau dia sedang dalam masalah karena ada yang mengincar dia saat ini.
Pagi harinya, Dira bagun awal dan memasak untuk kedua manusia yang beda usia itu. Setelah itu Dira membangunkan Yasmin agar dia segera bangun dan bersiap siap.
" Pagi sayang... ayo bangun yuk... Yas... bangun sayang. "
Dira dengan lembut membangunka Yasmin dan Yasmin yang baru pertama kali ini memdengar ada yang membangukan dirinya dengan cara seperti itu langsung bangun.
" Pagi kak... "
" Cepat bangun Yas.. kamu mandi dulu setelah itu kita pergi jalan jalan. "
" Yeeeeyyy jalan jalan... kenama kita hari ini.? "
" Sudah cepat mandi saja. Dan kita akan sarapan. Setelah itu kita berngkat bersama daddy mu juga"
Dira menyiapkan pakaian Yasmin dan setelah itu dia menuju kamar Albert. Dira mengetuk pintu dan berharap Albert bangun segera.
" Ya... ada apa Dira? "
__ADS_1
" Kamu mau kemana hari ini? "
" Aku ada pekerjaan di kantor pagi ini. "
" Bisakah kamu membatalkannya? Kita pergi ke suatu tempat pagi ini bagaimana? "
Albert tidak bisa menolak permintaan Dira. Dia segera mengambil hp nya dan menghubungi asisten nya untuk mengambil alih pekerjaan dia lagi hari ini.
Setelah itu Dira dan Albert turun kebawah untuk menuju meja makan. Mereka akan sarapan sebelum pergi menuju tempat yang Dira belum katakan dimana tempat itu.
" Tunggu sebentar Yasmin belum datang. Kita tunggu Yasmin dulu. Bagaimana keadaan tangan kamu? "
Albert melihat ada yang berbeda dari Diea hari ini. Dira terlihat lebih tenang dan bisikap sangat baik. Albert menjadi curiga kalau dia akan di ajak ke tempat yang aneh oleh Dira.
" Yakkkkk aku bersikap baik kau masih saja curiga. Terus aku harus bersikap bagaimana? "
Dira mengungkapkan kekesalannya pada Albert tanpa tau kosekuensi yang akan dia hadapi.
" Kau bisa tau apa yang aku pikirkan? "
__ADS_1
*deg*