
Dira menatap langit malam dari atas tempat tidurnya. Dia mengingat pembicaraan dia bersama Albert sebelumnya.
" Apa ini tidak masalah? Apa memang aku harus melakukan hal ini sekarang? Bagaimana keadaan Yasmin nanti bila aku bersama dengan daddy nya tapi aku masih ada masalah yang harus di selesaikan? Aku belum bisa bersama Yasmin sepenuhnya. Lagi pula, aku belum berani menjanjikan kalau aku akan baik baik saja setelah bertemu dengan Wuhan nanti."
Dira benar benar kalut dalam pikirannya saat ini. Dia merasa sangat lelah bila harus memikirkan hal yang tidak penting untuk sekarang. Karena sampai detik ini keinginan dia untuk membalas Wuhan atau Viki itu masih sangat bersar.
Sedangkan percakapan mereka sebelumnya membuat Dira tidak nyaman dengan itu.
* Flashback*
" Ra.. kenapa kamu tidak menjawab perkataan aku? Apa kamu tidak bisa menyerahkan semua pada aku saat ini? "
" Bukan begitu, hanya saja ini janji aku pada seseorang. Aku tidak bisa mengingkarinya. "
" Siapa orang itu? Apa semu yang kamu lakukan semata mata hanya untuk menepati janji saja? tidak adakah ketulusan dan kasih sayang yang nyata didalamnya? "
__ADS_1
Albert bertanya begitu karena dia merasa Dira menyanyangi Yasmin jug karena permintaan mendiang istrinya.
" Bukan begitu. Aku hanya merasa punya tanggung jawab saja. Aku menyayangi Yasmin itu tulus kok. Aku tidak ada memikirkan tanggung jawab saat bersama Yasmin. Hanya saja mengenai masalah ini, aku merasa punya tanggung jawab."
" Apa kamu tidak bisa percaya pada aku? "
" Aku percaya kamu Al.. Bila tidak percaya, kenpa aku sampai bicara begini pada kamu. Aku hanya tidak bisa bila membiarkan kamu sendirian menangani masalah ini."
Albert sangat penasaran siapa yang sudah membuat Dira merasa bertanggung jawab begini. Dan kenapa Dira sampai memaksa tidak mau membiarkan dirinya melakukan semuanya.
" Ra. boleh kah,. "
Dira menceritakan secara garis besarnya saja pada Albert karena tidak mau membuka kisah masalalu Tolvar dengan gamblang di hadapan Albert.
" Lantas kenapa aku tidak boleh membantu dia sendiri.? "
__ADS_1
" Aku sudah janji pada dia kalau yang akan membantu dia adalah aku. "
" Bukankah saat ini kita adalah sama? Aku atau kamu yang membantu dia bukankah sama saja? "
Dira kaget dengan apa yang di katakan oleh Albert. Dia tidak menyangka kalau Albert akan mengatakan hal itu padanya saat ini.
" Apa aku salah bicara? Kamu calon istri aku. Jadi kita sama saja kan? "
Dira seketika sadar akan hal ini. Dia lalu mengambil bantal di sebelahnya dan memukul Albert dengan keras.
" Kau bilang apa? aku calon istri kamu? kapan kamu mengatakan hal itu? kapan aku menyetujuinya? "
Dira terus memukul Albert sampai Albert akhirnya memegang tangan Dira dan menatap Dira dalam
" Saat aku melakuka hal ini apa kamu tidak merasakan sesuatu? saat aku menatap kamu begini apa kamu tidak merasa berdebar? "
__ADS_1
Dira terhipotis dengan tatapan Albert. Hingga dia diam saja. Dan membiarkan Albert memegang tangan dan menatapnya begitu.
" Ra... kamu masih mau menyangkal kalau kita memiliki hubungan lebih saat ini? "