Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Kamu yang Terbaik


__ADS_3

Dira yang ingin melepaskan pelukan Albert, semakin kencang juga pelukan Albert padanya. Dia tidak mau hal ini berlarut larut nanti hingga mempengaruhi hubungan dirinya dan Dira.


" Ra.. jangan salah paham akan keinginan Yasmin. Dia mau kamu menjadi ibunya. Hanya kita tunda dulu untuk punya anak sampai Yasmi mau adik. "


" Al, bagiama kita punya anak, melakukan itu saja tidak. Yang aku tangkap dari perkataan Yasmin tersebut dia ragu aku bisa menyayangi dia dengan adil nanyinya. "


Mereka terus berdebat hingga akhirnya Dira bisa di yakinkan oleh Albert kalau semua akan baik baik saja. Albert akan membicarakan semua pada Yasmin lagi nanti.


" Saat mereka sedang ngambek, sifat mereka sama. Memang hanya darah saja yang beda untuk mereka berdua. Sedangkan dari sifat dan kebiasaan mereka sama persis. Aku harus meyakinkan dua wanita yang keras kepala ini sekarang. "


Albert pergi ke kamar Yasmin untuk berbicara dengan Yasmin saat ini. Sedangkan Dira dia masih di kamarnya dan menghubungi anak buah Albert yang menjaga Sovian.


" Bagaimana keadaan dia sekarang? Apa semua sudah membaik? Apa dia masih mengamuk? "


" Tidak nona, dia sudah sangat baik sekarang dan sepertinya dia sangat siap bertemu dengan musuhnya saat ini. "


" Aku akan segera kesana. "

__ADS_1


Dira mematikan sambungan telponnya dan ingin pergi keluar setelah itu. Namun langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Albert pada Yasmin.


" Yas, apa kamu tidak yakin pada mama Dira kalau dia menyayangi kamu? "


" Aku tau mama sayang aku. Bahkan mama mau melakukan banyak hal hanya untuk melindungi aku. "


" Lantas kenapa kamu berkata seperti tadi? "


" Aku gak mau perhatian mama terbagi. Aku saja masih tidak suka kalau mama perhatian pada daddy. Bagaimana dengan yang lain lagi. "


" Sangat. Aku lebih sayang mama daripada daddy."


Percakapan Yasmin dan Albert itu membuat Dira tersenyum senang. Dia tau kalau dirinya dari sejak bertarung dengan Viki menjadi sensitif sekali. Jadi saat mendengar apa yang mereka bicarakan rasa marah dan kesal Dira seketika menguap.


" Maaf karena aku begitu sensitif akhir akhir ini. Aku pastikan semua akan baik baik saja sampai akhir nanti. "


Dira mulai keluar kamar dan melihat Yasmin sudah duduk di pangkuan Albert. Saat melihat Dira sudah keluar Albert dan Yasmin kompak menatap dirinya. Dengan ragu Yasmin ingin mendekati Dira tapi Albert menahan agar tidak menyinggung perasaan Dira lagi.

__ADS_1


" Apa kamu mau tetap menatap mama begitu terus Yas? Tidak mau memeluk mama? Mama mau keluar saat ini. Apa tidak ada pelukan hangat sebelum mama pergi? "


Yasmin tanpa di minta dua kali oleh Dira langsung memeluknya erat.


" Maaf ma.. maaf Yas buat mama sedih "


" Mama salah. Maaf sudah membuat kamu sedih."


Albert yang tidak mau melewatkan kesempatan ini, dia ikut bergabung memeluk kedua wanita yang dia sayangi tersebut.


" Daddy sayang kalian berdua. Kalian belahan jiwa daddy. "


" Kamu yang terbaik Al.. Terimakasi sudah mau menghadapi sisi keras kepala kami dengan tenang "


Mereka menikmati waktu bersama mereka dengan baik dan bahkan mereka sarapan bersma sambil tertawa bahagia. Selesai sarapan, Dira pamit pada Albert dan Yasmin untuk pergi keluar lagi menemui Sovian.


" Al, kamu diamlah dengan Yas di rumah. Aku hanya keluar sebentar untuk menemui Sovian saja. "

__ADS_1


__ADS_2