Life After Married

Life After Married
Bab 101- Kisah Fras


__ADS_3

[Bu Dinda pergi bersama seorang pria.]


Satu pesan yang Danu terima. Setelah membaca pesan itu Danu memasukkan kembali ponselnya lalu melangkah mendekati Fras, yang duduk termenung sambil menghadap tembok kaca di sampingnya.


"Pak saya baru saja mendapat pesan dari Siska. Dinda pergi bersama seorang pria."


"Pria! Siapa?"


Danu langsung memberikan sebuah potret yang di kirimkan Siska pada Fras. Dalam potret itu terlihat jelas Syena yang di pangku Willy begitu ceria begitu pun dengan Dinda.


"Pria ini seperti pernah melihatnya."


"Namanya Willy pak, dia pria yang kita temui di apartemen kala itu. Pria itu seorang pengacara yang kantornya dekat dengan apartemen milik Dinda. Pria itu juga terlihat sering sekali bersama cucu anda."


Danu memberikan satu potret lagi. Yang memperlihatkan senyuman Syena saat bersama Willy.


"Willy seorang pengacara," ucap Fras berpikir sejenak. "Cari info lebih lanjut tentang keluarganya."


"Baik pak."


Fras tiba-tiba teringat pertanyaan Danu saat itu.


"Danu kemarin kamu ingin mengatakan sesuatu apa itu? Katakan lah sekarang."


Danu jadi diam. Bingung akan mengatakan apa.


"Apa sekarang saja aku beritahu," batin Danu.


"Saya ingin mengatakan tentang Bu Rita."


"Ada apa dengan istri saya?" Fras semakin penasaran. Namun Danu semakin menegang.


"Sebelumnya apa boleh saya bertanya? Kenapa anda menikahi nya?"

__ADS_1


Fras terdiam. Sedetik tatapan matanya menerawang seperti ada yang sedang di bayangkan.


"Kenapa kamu ingin tahu Danu?"


"Maaf pak jika saya lancang. Saya lihat Bu Asih wanita baik tidak mungkin anda meninggalkannya demi wanita lain terutama Bu Rita."


"Ya, kamu memang benar. Asih wanita yang sangat baik yang sudah aku sia-sia kan." Kata Fras sambil menunduk. Lalu kembali mendongak tatapannya menerawang jauh.


"Jika kamu tahu aku dan Asih memulainya dari awal. Asih seorang istri yang begitu perhatian juga pengertian. Dia selalu mendukungku hingga ku sukses sampai sekarang. Rumah yang ku berikan pada Dinda, itu lah rumah pertama kami hasil perjuangan kami."


Fras menghela nafasnya sejenak.


"Dinda masih berada dalam rahim istri saya. Asih melahirkan anak pertama di rumah itu, kebahagiaan ku bertambah karena ada buah cinta kami. Suka cita kami lalui bersama. Namun, cobaan datang menimpa keluarga ku. Aku kehilangan pekerjaan dan terpaksa menjual rumah itu. Rumah yang tidak ingin kami tinggalkan. Apalagi Asih, yang berat meninggalkan rumah itu dan bunga daisy kesayangannya."


Mata Fras terpejam bersamaan dengan luruhnya butiran bening pada sudut matanya.


"Kami pindah dan menetap di ibu kota. Dengan harap kehidupan yang lebih baik. Berbagai jenis pekerjaan aku jalani demi menghidupi anak dan istriku. Asih selalu sabar menemani hingga dia rela ikut bekerja demi membantu perekonomian kami. Perjuangan kami lalui, suka duka kami lewati hingga kami bisa mendirikan perusahaan sendiri. Sanjaya grup perusahaan yang awalnya kecil kini semakin kembang dan pesat. Bahkan di kenal oleh banyak orang."


"Dinda ku sudah berumur 4 tahun. Saat itu aku harus pergi ke kota yang jauh untuk perjalanan bisnis tanpa harus membawa istri dan anak saya. Berat … itu lah yang ku rasakan meninggalkan mereka berdua. Namun Asih selalu meyakinkan bahwa dirinya akan baik-baik saja. Dan cintanya selalu percaya jika suaminya akan selalu setia menjaga hatinya. Itu lah yang aku sukai dari Asih."


Danu saja merasa tersentuh mendengar kisah bosnya.


"Di kota itu lah pertemuan pertama ku dengan Rita berawal. Rita adalah seorang pegawai di perusahaan rekan bisnis ku. Kami bertemu saat meeting berlangsung. Tidak ada ketertarik kan sama sekali dalam hatiku. Tetapi berbeda dengannya yang selalu menatapku dan tersenyum padaku."


"Satu bulan lamanya ku berada di kota itu meninggalkan Asih yang jauh di sana. Hanya sebatas telepon yang bisa kami lakukan sebagai pelepas rindu. Entah kenapa saat itu Asih berkata lain seolah tidak percaya padaku. Berbeda dengan pesan nya saat kami bertemu."


Mas, aku dan Dinda merindukanmu. Ingatlah kami selalu, jangan pernah tinggalkan kami. Jaga pesan ku untuk tetap menjaga hatimu.


"Aneh, bagi ku aneh mendengar perkataannya. Tanpa ku tahu malam itu lah awal kehancuran ku."


"Kehancuran?" tanya Danu yang juga penasaran.


Fras melirik Danu sekilas, lalu melanjutkan lagi perkataannya.

__ADS_1


"Malam itu aku pulang bekerja. Tidak sengaja ku melihat Rita yang memang sedang bersitegang dengan seorang pria. Rita terlihat menangis dan memohon pada pria itu. Namun pria itu malah pergi meninggalkan nya. Aku rasa itu bukan lah urusan ku. Dan ku memutuskan untuku segera pergi meninggalkan perusahaan. Tiba-tiba ku melihat Rita jatuh pingsan. Membuat ku tak tega meninggalkan nya."


"Lalu apa anda mengantarnya pulang?"


"Entahlah aku sungguh bingung. Saat ku membantunya membawanya masuk ke dalam mobilku tiba-tiba seseorang memukul pundak ku. Dan aku tidak ingat apa-apa setelah itu. Saat ku terbangun suasana tempat yang berbeda. Ku berada di sebuah kamar yang tidak aku kenali. Ku pindai setiap sudut kamar dengan netra ini. Hingga netra ini menatap satu sosok yang tidak pernah ku sangka Rita, kami tidur bersama."


"Ku coba mengingat tentang semalam dan aku masih ingat bahwa aku membawanya ke dalam mobil bukan kamar. Aku tidak mabuk, dan aku masih sadar tidak mungkin aku melakukan hal sekeji ini. Tidak mungkin aku mengkhianati Asih."


Tarik nafas dulu lalu hembuskan. Itu lah yang di lakukan Danu karena mendengar kisah ini butuh ketenangan jiwa.


"Setelah malam itu aku selalu menghindar dan kami tidak pernah bertemu lagi. Tiba-tiba Rita kembali datang meminta pertanggungjawaban bahwa dirinya hamil. Aku mengelak dan membantah karena aku tidak melakukan apa pun padanya. Namun, Rita mengancam akan membuka aib dirinya yang sudah tidur denganku dan memberitahukan pada bosnya yang tidak lain adalah rekan bisnisku."


Jeda dulu ya tarik nafas dulu. Butuh kesabaran ceritanya. Next lanjut ...


"Jika itu terjadi bisnis ku akan hancur. Tidak ada cara lain aku harus menuruti keinginannya yang menikahinya."


"Di bulan kedua tinggalnya aku di kota orang, di bulan itu aku resmi menjadi suami wanita lain selain Asih. Ingin aku menjelaskan dan jujur namun, lidah ini terasa kelu tak sanggup harus melihat istriku menangis dan kecewa. Hingga lima bulan telah berlalu sore itu langit sudah berubah berwarna jingga. Ku pulang ke rumah untuk beristirahat. Namun, tanpa ku tahu Asih datang bersama Dinda. Bahkan Asih bertemu dengan Rita."


Apa yang kalian bayangkan tentang Asih? Seperti apa Asih menghadapi masalah nya.


"Asih kecewa dan marah padaku. Menganggap aku mengkhianatinya. Asih, pergi membawa Dinda tanpa mendengarkan penjelasanku. Dan saat ku kembali menemuinya Asih mengatakan hal yang tidak aku inginkan. Asih ingin bercerai."


Fras menunduk lesu. Kedua tangannya di biarkan mengusap wajah yang penuh dengan peluh. Air mata tidak dia tahan masa lalu itu sungguh menyakitkan.


"Tapi bagaimana jika ternyata anda tidak bersalah pak?" tanya Danu membuat Fras, menoleh memandang wajahnya.


"Jika anda memang di fitnah."


"Maksudmu apa?" Fras tidak mengerti atau mungkin pikirannya yang sedang kacau saat ini.


"Bagaimana jika Bu Rita membohongi anda, dan kenyataan bahwa Velove bukan lah anak kandung anda."


...----------------...

__ADS_1


Lanjut gak nih?


Aduh deg degan nih author nulisnya kira-kira apa ya reaksi Fras?


__ADS_2