Life After Married

Life After Married
Memasak lagi


__ADS_3

Suatu hari Lea sudah menyelesaikan semua tugas kuliahnya lebih awal. Sehingga sore itu dia berniat untuk memberikan kejutan kecil untuk suaminya. Dia berbelanja bahan masakan di supermarket yang tidak jauh dari rumah.


"Apa lagi ya?" gumam Lea sembari berpikir bahan apa yang belum dia beli.


Setelah memastikan semuanya belanjaan tidak ada yang terlewat. Lea menuju ke kasir, tepat di kasir seberang ada seorang laki-laki yang tidak asing baginya. Sayangnya ketika Lea baru saja sampai kasir, laki-laki itu sudah selesai membayar belanjaannya. Dan tidak lupa perempuan yang sama yang bergandengan tangan dengannya.


"Gak mungkin ah kalau bukan istrinya," batin Lea.


Lea segera mengemas belanjaan tatkala petugas kasir telah menyelesaikan tugasnya. Secepat mungkin Lea menyusul laki-laki itu, tentunya dengan banyak kantong ditangan kanan dan kirinya.


"Yah ... sudah masuk mobil lagi," Lea mendengus kesal. Akhirnya dia pun juga masuk ke dalam mobilnya dan beranjak pulang.


Sesampainya di rumah, Lea langsung berganti pakaian dan mengenakan celemek. Lea mulai berkutat dengan bahan masakan yang telah dia beli tadi. Kali ini dia lebih cekatan memilah bumbu dan bahan yang akan dia gunakan.


Sore ini Lea juga tidak akan memasak nasi goreng, menu masakan pertama yang dapat diolahnya. Rasanya memasak nasi goreng sudah biasa dan semua orang juga bisa. Lea ingin menantang dirinya sendiri dengan masakan yang lebih rumit.

__ADS_1


"Nona muda mau masak apa nih?" sapa Yati yang baru saja datang ke dapur.


"Eh bibi, mau belajar masak lagi nih Bi," balas Lea.


"Menunya apa nih non hari ini?" tanya Yati.


"Kerang cabai hijau sama ayam bumbu lengkuas Bi," ucap Lea.


"Wah makanan kesukaan tuan mudah ya non."


"Iya Bi, semoga berhasil dan suka," Lea tersenyum.


"Iya kah Bi?" Lea sedikit terkejut dan diiyakan oleh Yati.


Lea tersenyum sembari berpikir, "Berati masakan gue hari ini harus berhasil dan enak."

__ADS_1


Sudah lama Lea ingin membuktikan kepada mami mertuanya bahwa dia bisa mandiri dan tidak payah. Seperti apa yang dia katakan tempo hari. Mami Lea akan buktikan, bahwa Lea tidak seperti apa yang kamu pikirkan, pikirnya.


"Bibi bantu apa nih Non? tanya Yati menawarkan bantuan.


"Enggak usah saja Bi, Lea masak sendiri saja. Nanti kalau dibantu bibi jadinya masakan bibi dong," tolak Lea dengan halus.


"Ya sudah Non, bibi juga mau mempersiapkan masakan untuk nanti malam," pungkas Yati sebelum dia fokus akan menu makan malam yang akan diolahnya.


Atas informasi dari Yati tersebut, Lea menjadi lebih semangat memasaknya. Meracik bumbu-bumbu dengan hati-hati, mengusahakan semuanya sempurna tanpa kurang suatu apapun. Masakannya kali ini tulus dengan hati. Akan dia persembahan untuk suaminya tercinta dan mami mertua.


Selama memasak Lea selalu tersenyum sembari membayangkan lezatnya masakannya. Rasanya tidak sabar menanti jam makan malam tiba.


"Em ... em ... " Lea mengecap mencicipi masakan yang masih ada diatas kompor itu.


"Sudah sempurna," katanya sembari mencium aroma harum dari kepulan asap kerang cabai hijau.

__ADS_1


Tepat jam lima sore semua masakannya telah matang. Segara dia sajikan diatas piring dan diletakkannya di meja makan. Setelah itu dia kembali ke kamar untuk membersihkan diri dan menanti suaminya pulang dari kantor. Tidak lupa mengirimkan pesan kepada sang suami agar tidak pulang terlambat.


"Sayang pulangnya jangan telat ya. Aku tunggu makan malam bersama di rumah," begitulah pesan yang dikirimkan Lea kepada Bian.


__ADS_2