Life After Married

Life After Married
Season 2


__ADS_3

"Papa!"


Rey terkejut kedatangan Bian di dalam apartemennya. Wajahnya lebih tegang ketika melihat Velove juga ada di sana.


"Bian," ucap Rey menatap Bian yang berlari ke arahnya.


"Kamu baru pulang?" tanya Velove. "Aku diajak Bian, apartemen ini bersih, rapih, seperti baru," ujar Velove memindai sekeliling apartemen.


"Ini apartemen Dika, dia hanya tinggal sendiri jadi wajar saja sangat rapih dan bersih." Rey beralibi.


"Jadi ini milik Dika?" tanya Velove.


"Ya," jawab Rey singkat. Lalu memangku Bian.


"Bian bagaimana kamu bisa masuk?" tanya Rey sedikit berbisik.


"Aku melihat papa memasukan 6 angka pada tombol di depan pintu," jawab Bian.


"Angka berapa?" tanya Rey.


"171117, sama seperti tanggal lahir aku Pa," jawab Bian.


Rey mengulum senyum.


'Aku lupa jika Bian sudah besar,' batin Rey.


"Kamu tahu angka itu adalah privasi," ujar Rey.


"Privasi itu apa Pa?" tanya Bian polos.


"Rahasia. Jadi jika nanti kamu main ke rumah orang lain, atau ke tempat lain dan menggunakan angka untuk masuk, jangan pernah mengatakannya pada orang lain, itu tidak boleh ya," pesan Rey.


"Aku tidak tahu Pa."


"Tidak apa-apa, lain kali jangan lakukan lagi," ujar Rey, Bian pun mengangguk.


Rey, melangkah mendekati sofa, lalu menurunkannya.


"Aku kira kamu akan pulang pagi ini, ternyata hanya Bian dan Bi Num yang datang," ucap Velove.


"Aku harus mengambil pakaianku dulu dan tadi pagi aku tidak sempat karena ada urusan." Rey, berkata tanpa melihat Velove. Velove hanya diam, dia menganggap Rey masih marah padanya.


"Apa malam ini kamu akan pulang?" tanya Velove.


Rey menatapnya.


"Hem, aku tidak mungkin meninggalkan Bian," jawab Rey sangat tidak memuaskan.


"Bian, kita pulang sekarang. Papa masih capek jangan ganggu." Dengan ketus Velove bicara lalu menuntun Bian keluar dari apartemen.


"Papa nanti pulang, kan?" tanya Bian yang menoleh pada Rey. Rey pun mengangguk sebagai jawaban.


Rey mendengkus setelah Velove pergi. Berjalan ke arah kamar lalu memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper.


Rey segera mengirimkan pesan pada Dika.


[ Aku pulang hari ini, tolong ganti passwordnya. Tinggallah beberapa hari di apartemen, aku mengatakan pada Velove jika ini adalah milikmu.]


Dika berdecak, setelah mendapat pesan dari bosnya.


"Ada apa lagi ini? Apa Bu Velove datang ke apartemen?" tanya Dika, menduga.


"Padahal ganti saja sendiri kenapa harus aku yang menggantinya," ucap Dika, lalu pergi meninggalkan perusahaan.


.


.

__ADS_1


"Reyhan tolong bukakan pintu sayang," seru Angel yang mendengar suara bel berbuyi.


"Aku sedang belajar Mama!" sahut Reyhan dari dalam kamar.


"Sebentar saja, Mama sedang memasak tangan Mama kotor," seru Angel.


Reyhan mendengkus, lalu turun dari kursi belajar, melangkah keluar dari kamar untuk mendekati pintu.


"Ayah Jo!" teriaknya dengan girang ketika Jo datang.


"Mama ayah Jo datang," ujar Reyhan seraya menuntun Jo memasuki rumah. Reyhan membawa Jo untuk duduk di atas sofa.


Angel dari dapur segera berlari ke ruang tamu.


"Jo," ucap Angel.


"Apa kamu sedang masak?" tanya Jo, yang melihat Angel memakai opron.


"Ya," jawab Angel.


"Kebetulan aku membeli beberapa lauk, dan buah-buahan segar," kata Jo. "Kalau begitu aku akan membantumu memasak." Jo langsung membuka jasnya, dan melipat lengan kemejanya.


"Jo, tidak usah, biar aku saja," ujarAngel merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa. Reyhan pasti ingin memakan masakan Ayah Jo, kan?" tanya Jo pada Reyhan.


"Iya Mama, aku ingin memakan masakan ayah Jo." Joshua tersenyum mendengarnya.


"Reyhan, bukankah tadi bilang sedang mengerjakan PR? Masuklah ke kamar, selesaikan dulu PR_Nya." Reyhan mencebik ketika mendapat perintah dari Angel.


"Reyhan ingin memasak juga Mama,"


"Ada Mama dengan ayah Jo, jadi … Reyhan kerjakan PR saja ya," kata Angel.


"Yalah," ucap Reyhan murung, lalu berjalan memasuki kamarnya.


"Bagaimana keadaan kantor cabang? Apa ada masalah besar?" tanya Angel setelah mendekat.


Angel mengambil beberapa buah-buahan untuk dicuci.


"Beberapa bulan ini aku sering mendapat keluhan dari para karyawan, staf, dan yang lain tentang gaji. Upah mereka selalu dipotong setiap bulan, dengan alasan perusahaan sedang dalam keadaan pailid. Namun, perusahaan saat ini sedang berkembang pesat, dan mereka selalu lembur setiap harinya, rasanya aneh jika upah mereka ditunda atau dipotong."


Joshua berkata sambil membelah beberapa lauk, lalu di masukkan ke dalam panci.


"Apa ada seseorang yang korupsi?" tanya Angel penasaran.


"Hem, dan sekarang sudah kutemukan orangnya," jawab Joshua.


"Kenapa bisa kecolongan seperti itu?"


"Karena aku salah memilih orang untuk dipercaya."


"Eh, kamu memasak ikan tuna pakai bumbu apa?" Angel baru sadar jika ikan itu sudah dimasak Joshua.


"Pokoknya rasanya enak kamu harus mencobanya nanti," ujar Joshua dengan senyuman.


"Oh ya, bagaimana pertemuan tadi?" Kini Joshua yang bertanya. "Hatiku tidak tenang karena meninggalkanmu sendirian, apa kamu berduaan dengan Rey?"


"Apa maksudmu? Ada Dika bersama kami," ujar Angel.


"Syukurlah. Lain kali aku yang akan turun langsung jika bertemu dengan Rey, aku tidak ingin dia menatapmu lagi." Joshua memang cemburu, tapi dia tidak tahu jika Rey adalah mantan suami Angel.


"O ya Angel, aku ingin menanyakan sesuatu," ucap Joshua dengan ragu.


"Tentang apa?" tanya Angel yang menatap Joshua.


"Aku ingin tahu di mana ayah Reyhan, dan seperti apa dia? Siapa namanya?" Pertanyaan itu membuat Angel bungkam.

__ADS_1


"Haruskah aku menjawabnya? Aku rasa kamu tidak perlu tahu," elak Angel.


"Apa dia tidak pernah datang menemui Reyhan?"


Angel kembali diam.


"Aku sudah pernah bilang padamu, kami sudah bercerai, dan dia tidak tahu jika aku sedang hamil, begitupun denganku tidak perlu memberitahukannya."


"Bagaimana jika suatu hari kalian bertemu? Dan Reyhan tahu."


'Kami sudah bertemu Joshua, dan Rey adalah ayah Reyhan. Namun, ku berharap Reyhan dan Rey tidak akan bertemu,' batin Angel.


"Masakannya sudah matang, lebih baik kita siapkan sekarang, aku akan memanggil Reyhan dulu." Angel mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Angel?" Panggilan Joshua menghentikan langkah Angel.


"Apa kamu tidak akan mencari ayah untuk Reyhan? Dan selamanya Reyhan tidak akan memiliki seorang ayah," ucap Joshua berharap Angel membuka hati untuknya.


"Aku tahu maksudmu Joshua, Reyhan memiliki ayah dan setelah dewasa aku pasti mengatakannya. Sebaiknya kamu … mencari seorang istri, apa kamu akan terus menungguku? Banyak wanita yang menunggumu, bukan aku yang hanya seorang janda dan sudah memiliki anak."


Joshua terdiam, Angel melangkah ke kamar Reyhan, dan menghidangkan masakan mereka di atas meja.


"Reyhan, ayo kita makan."


"Yeay! Aku mau makan masakan ayah Jo," kata Reyhan dengan riang. Jo tersenyum lalu menuangkan lauk untuk Reyhan.


"Cobalah." Joshua berkata seraya memberikan satu buah ikan.


"Dan ini untukmu, sudah bekerja keras untuk Reyhan," ujar Joshua memberikan ikannya pada Angel.


Angel merasa canggung karena perkataannya tadi. Namun, Joshua tetap tersenyum padanya.


"Mama, makanlah masakan ayah Jo sangat enak, kalah dengan masakan Mama," ujar Reyhan dengan canda.


"Ey! Kamu membandingkan Mama dengan ayah Jo sekarang. Kalau begitu Mama tidak akan memasak lagi untukmu, mama marah." Angel berpura-pura memasang wajah marah.


"Mama hanya pura-pura, orang dewasa selalu melakukan itu," ujar Reyhan lalu memakan nasinya lagi.


"Ayah Jo bagaimana jika malam ini menginap? Mama … bolehkan ayah Jo menginap?" Permintaan Reyhan sangat konyol.


Joshua dan Angel hanya diam menanggapi perkataan Reyhan.


"Reyhan ayah Jo tidak bisa menginap karena banyak sekali pekerjaan yang harus ayah Jo kerjakan. Besok ayah Jo akan datang lagi," ucap Joshua, tetapi membuat Reyhan sedih.


"Reyhan, dengarkan Mama. Pria dewasa tidak bisa menginap sembarangan, karena di rumah ini tidak hanya ada kamu, tapi ada Mama sebagai wanita dewasa. Jadi kamu tahu, kan maksud Mama?" Angel berkata lembut seraya menatap Reyhan.


"Pria dewasa tidak boleh tinggal satu rumah bersama wanita dewasa?" tanya Reyhan, yang dijawab anggukan oleh Angel.


"Betul, anak Mama pintar sekali. Sekarang Makan ya," titah Angel, tetapi Reyhan malah bertanya lagi.


"Tapi ibu dan ayah temanku satu rumah, mereka tinggal bersama," kata Reyhan membuat Angel dan Jo tertawa.


"Mereka berbeda, karena kedua orang dewasa itu ayah dan ibu temanmu, seperti Mama dan kamu," ucap Angel yang sedikit kebingungan menjelaskannya.


"Begini …" Kini giliran Jo menjelaskan.


"Mm … ada saatnya pria dan wanita dewasa tinggal bersama, seperti temanmu itu. Karena mereka satu keluarga, maksudnya … ibu dan ayah temanmu terikat pernikahan," jelas Jo dengan gugup.


"Menikah maksudnya? Lalu, kenapa ayah Jo dan Mama tidak menikah saja? Jadi kita bisa tinggal bersama dan makan malam seperti ini." Reyhan, pikir itu candaan, ucapan yang tidak mengandung makna.


Namun, tidak bagi Angel dan Joshua.


"Reyhan makanlah jangan bicara lagi," titah Angel yang hatinya sedang berdebar saat ini. Perkataan Reyhan membuatnya canggung.


Joshua pun melakukan hal yang sama.


'Reyhan sudah memberikanku sinyal, sepertinya aku harus meminta bantuan Reyhan," batin Joshua, dengan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2