
Jika Bian sudah kembali sibuk dengan aktivitas di perusahaannya. Lea pun juga kembali aktif masuk kuliah, menyelesaikan beberapa mata kuliah pilihan dan tugas akhir.
"Lea ini daftar tugas-tugas yang harus kamu kerjakan. Dan kumpulkan sebelum semester ini berakhir ya," pesan salah satu dosennya.
"Baik pak," jawab Lea menunduk untuk memberi hormat.
Ternyata masa cuti yang pernah diambilnya beberapa waktu yang lalu membuatnya tugasnya menumpuk. Mau tidak mau dirinya harus mengejar ketertinggalannya. Oleh karena itu, kini Lea banyak menghabiskan waktunya di kampus.
Tepat waktu istirahat siang itu, Lea memutuskan untuk mengerjakan tugas-tugasnya di perpustakaan. Karena menurutnya salah satu tempat yang paling tenang di kampus ini adalah perpustakaan.
Ketika sedang fokus di depan laptopnya. Dering ponselnya menganggu konsentrasinya. Diambilnya ponsel itu dan segera dia buka pesan yang masuk.
"Ganggu saja ih," gerutunya.
Sedetik kemudian Lea tersenyum sendiri membaca pesan yang masuk ke ponselnya itu. Biasa, pesan dari suaminya yang tidak pernah luput dari rayuan gombal.
"Aduh mulai deh si raja gombal beraksi," gumam Lea.
Inti dari pesan yang dikirimkan Bian barusan adalah mengingatkan Lea untuk makan siang. Serta meminta maaf karena tidak bisa menemani makan siang hari ini. Sebagai gantinya nanti malam, Bian mengajaknya untuk dinner. Ajakan tersebut langsung saja diiyakan oleh Lea. Karena rasanya sudah lama juga mereka tidak ngedate romantis.
__ADS_1
Lea pun kembali ke dalam aktivitasnya semula. Berkutat dengan laptop dan tugasnya agar selesai tepat waktu. Dan bisa ngedate dengan Bian tanpa beban tugas hari ini.
"Akhirnya tugas hari ini selesai juga. Lanjut besok ah," gumam Lea dengan senang.
"Mau ngedate dulu sama sayang," imbuhnya seraya mengemasi barang-barang miliknya dan kembali pulang.
**
Malam harinya.
Sesuai rencana tadi siang, Lea telah siap dengan dress berwarna hitam polos yang terkesan klasik. Malam ini Lea mengambil tema fashion simpel namun tetap elegan. Tentunya tetap cantik serta seksi untuk seorang Le
"Sudah jam tujuh kok belum datang juga," Lea tampak kesal.
Diambilnya ponselnya dan hendak mencari kontak suaminya. Lea akan menanyakan keberadaan Bian dan kenapa sampai sekarang belum pulang juga. Tidak sampai Lea menekan tombol panggilan pada ponselnya. Pintu apartemen itu sudah terbuka.
"Sayang maafkan aku sedikit terlambat," ucap Bian dengan tergesa masuk.
__ADS_1
"Tadi ada urusan mendadak sebentar," imbuhnya seraya melepaskan dasi diikuti jas, dan kemejanya.
"Aku mandi dulu sebentar ya sayang," pamitnya seraya berlari ke kamar mandi.
Lea hanya dapat menggelengkan kepalanya, heran dengan tingkah suaminya. "Dasar," ucapnya.
Tidak menunggu lama, Bian telah keluar dari kamar mandi. Mengenakan kemeja berwarna senada dengan Lea. Karena Lea telah menyiapkan kemeja itu di ruang ganti.
"Ayo berangkat," ajak Bian sembari sibuk menggulung lengan kemejanya. Setelah itu dia menatap wajah sang istri, "Sayang kenapa kamu cantik sekali malam ini?"
"Berarti aku kemarin-kemarin nggak cantik ya?" protes Lea.
"Kemarin-kemarin sih cantik terus sayang. Tapi ini beda sayang. Seperti ada manis-manis," ucap Bian.
"Tampol nih!" ancam Lea yang sudah mengangkat satu tangannya. Yang disambut cekikikan dari Bian.
"Sudah ah! Ayo berangkat keburu malam!" seru Lea.
"Iya lah. Orang kita juga mau makan malam, masa keburu siang, emang mau berangkat sekolah," ujar Bian.
__ADS_1
Akhirnya keduanya berangkat ke lokasi dinner mereka. Meski pun dimulai dengan perdebatan singkat itu. Ketika sampai di mobil semua kembali baik-baik saja.