Life After Married

Life After Married
Adegan Bucin Dimulai


__ADS_3

Bian mengiyakannya dengan menggelengkan kepalanya. "Jelas tidak, hanya kamu untuk aku baik sekarang maupun selamanya," tukasnya sembari mencium kening Lea.


Lea tersipu malu mendengar jawaban dari Bian. Dia pun memeluknya suaminya itu dengan sangat erat. Menumpahkan air matanya ke dada bidang suaminya. Namun kali ini adalah air mata haru dan bahagia atas kebebasan Bian dan gagalnya pernikahan kedua Bian.


"Makanya kamu jangan suka menyimpulkan sendiri apa yang kamu lihat dan yang kamu dengar. Tanyakan kebenarannya pada orang yang bersangkutan," Bian menasehati istrinya.


"Apa yang kamu lihat dan kamu dengar bukanlah menjadi patokan yang sebenarnya. Tanyakan lebih dahulu agar tak salah paham," imbuhnya.


"Mengerti?" tanya Bian sembari mencubit pelan hitung mancung Lea.


Lea hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang telah disampaikan suaminya itu. "Iya maafkan aku sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi," janji Lea dengan menyodorkan kelingkingnya dan disambut dengan kelingking Bian.


"Aku nggak mau ada salah paham lagi diantara kita. Cukup ini yang pertama dan terakhir. Oke?" Bian memastikan dan Lea segera mengangguk.


Lama pasangan suami istri itu berpelukan mesra. "Kamu jangan pernah tinggalin aku sendirian lagi ya," ucap Lea masih dalam pelukan Bian.

__ADS_1


"Tidak akan, aku janji akan selalu menemani kamu. Kecuali kalau ada orang lain yang meminta aku menjadi suaminya," goda Bian.


"Ih genit!" Lea mencubit perut suaminya itu dengan gemas.


Bian pun berlari kecil menghindari cubitan istrinya dan Lea terus berusaha mengejar suaminya. Sungguh pemandangan yang indah dan mesra antara dua sejoli ini. Keduanya pun tertawa bahagia melepaskan kerinduan mereka yang tertahan selama ini.


Tak sampai Gigi mencubit perut Bian, namun Bian terlebih dahulu menangkap Lea ke dalam pelukannya. Menggendong Lea kemudian sedikit memutar badan Bian yang membuat pemandangan ala adegan di film-film. Dengan mesranya Bian menatap mata Lea secara lekat.


"I love you," ucap Bian lembut.


"I love you too," balas Lea dengan senyum yang sangat memukau.


Muah


Lama mereka berciuman sebelum akhirnya keduanya merasa kehabisan napas dan melepaskan ciuman tersebut. Bian pun menurunkan Lea dari gendongannya. Rupanya pegal juga menahan Lea dalam gendongan sekaligus berciuman. Untuk penutupan adegan kemesraan hari itu. Bian menutup dengan kecupan singkat pada kening Lea. "Terimakasih sayang," lirih Bian sembari menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah Lea.

__ADS_1


"Ehem ... " deheman Fahri yang terdengar lumayan keras menyadarkan Bian dan Lea. Sontak keduanya menoleh ke arah pintu balkon.


Disana berdirilah Fahri dan Renata yang sedari tadi menyaksikan adegan mesra itu. Renata tampak tersenyum malu-malu menyaksikan kemesraan Bian dan Lea. Sedangkan Fahri tampak sinis melihat keduanya.


"Eh ... e ... kalian disitu sudah lama?" tanya Lea basa-basi.


"Sejak awal kami sudah disini nona," sahut Fahri.


"Hehe ..." Lea hanya menyahut dengan tertawa karena malu dengan aksi yang telah dia lakukan bersama Bian. Ternyata ada yang menonton aksi keduanya sejak awal.


"Gue bahagia lo udah bahagia lagi," ucap Renata kepada Lea.


"Makasih Renata," balas Lea seraya mendekat dan memeluk Renata.


Fahri yang menyaksikan drama tambahan kebahagiaan antara Lea dan Renata semakin kesal. Pasalnya tidak ada yang memeluk dirinya yang jomblo ini.

__ADS_1


"Jadi kapan kita bisa kembali pulang tuan dan nona?" tanya Fahri dengan tampang sok seriusnya.


"Karena saya tidak suka berlama-lama disini. Tidak ada yang ingin memeluk saya gitu?" imbuh Fahri yang akhirnya mendapat toyoran dari Bian.


__ADS_2