Life After Married

Life After Married
Season 2


__ADS_3

"Reyhan!" teriak Angel turun dari mobilnya.


Tangannya terus melambai pada bocah laki-laki yang berdiri di gerbang sekolah. Reyhan memasang wajah cemberut karena Angel menjemputnya terlambat.


"Mama, tahu ini jam berapa?" tanya Reyhan melihat jarum tangannya. "Satu jam aku menunggu," lanjut Reyhan.


"Maaf, tadi Mama ada meeting sayang," ucap Angel yang berjongkok.


"Selalu saja itu yang jadi alasan." Reyhan berkata sambil memalingkan wajahnya. Angel tersenyum melihat tingkah putranya.


"Baiklah, Mama tidak akan mengulanginya lagi janji."


Reyhan menatap telunjuk yang Angel acungkan, lalu mengaitkan kelingking kecilnya pada jari manis itu. Seperti itulah Angel membujuk putranya.


"Sebagai tanda maaf, hari ini Mama akan menemanimu jalan-jalan. Sepuasnya mau ke mana pun Mama akan temani," ujar Angel membuat Reyhan kembali semangat.


"Aku mau ke Jungleland," kata Reyhan antusias.


"Baiklah, sekarang kita pulang dulu oke."


"Oke," balas Reyhan menunjukkan jari jempolnya.


Mereka naik ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan sekolah. Angel, terus tersenyum melirik Reyhan di sampingnya dia begitu menyayanginya.


"Mama," ucap Reyhan.


"Hem," jawab Angel.


"Kenapa Mama tidak mencari papa? Jika ada papa Mama tidak perlu bekerja, dan tidak akan terlambat lagi menjemput ku."


Angel terdiam, lagi-lagi Reyhan berkata tentang itu.


"Mama, memangnya papa di mana? Jika dia masih ada kenapa tidak menemui ku?" tanya Reyhan.


"Memangnya kenapa jika kamu hanya tinggal dengan Mama? Apa kamu tidak senang?"


"Bukan begitu, tapi aku juga ingin memiliki ayah seperti yang lain. Aku selalu di ejek karena ayahku tidak pernah pulang."


Reyhan terlihat sedih.


"Mereka tidak akan mengejek mu lagi karena ayahmu sangat tampan," ujar Angel.


"Benarkah?" tanya Reyhan antusias.


"Hem," jawab Angel.


Lima tahun lalu


"Angel."


Merasa namanya ada yang memanggil Angel pun langsung berdiri menghadap Rey, yang masih bertengger di belakangnya.


Sekilas senyum Angel pancarkan lalu memeluk Rey. Mereka berdua pun duduk di sana.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Velove?"


"Sudah lebih baik, tapi maaf Angel sepertinya kamu harus lebih bersabar karena aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya jika kamu adalah istriku."


Angel hanya menunduk, dengan ekspresi yang datar. Satu tarikan nafas Angel hembuskan lalu berkata, "Rey, kedatanganku ke sini bukan untuk itu. Tapi ada hal yang ingin aku katakan."


Angel mengambil sebuah amplop dari dalam tasnya, yang di berikan kepada Rey.


Rey, yang menerima pun sedikit bingung lalu membuka amplop itu, yang ternyata sebuah surat. Di bukanya surat itu yang membuat bola matanya membulat sempurna.


"Aku sudah memutuskan yang terbaik untuk kita semua," ucap Angel


"Sudah Ku bilang aku tidak akan menceraikan mu." Rey, sedikit marah karena Angel memintanya untuk cerai.


"Sampai kapan Rey? Sampai Velove sembuh? Tapi kapan? Aku merasa bersalah saat melihat keadaan Velove kemarin. Tidak seharusnya cinta di paksakan, dan dalam cinta selalu ada pengorbanan. Aku mengalah dari keegoisan ku selama ini. Dan ini sudah keputusanku aku mundur, pisah mungkin jalan yang terbaik."


"Angel! Jika kamu ingin aku mengatakan status pernikahan kita, kita katakan sekarang."


Rey benar-benar tidak terima.


"Rey, apa kamu tidak bisa memilih antara aku dan Velove? Jikapun iya dan kamu memilih ku lalu bagaimana dengan anakmu? Apa kamu tega meninggalkan Bian?"


Rey tertegun, pikirannya saat ini sedang berkecamuk.


"Velove dan Bian lebih berhak akan dirimu. Bian masih kecil yang harus kamu perhatikan. Dan Velove, kesehatan mentalnya harus di pertaruhkan. Apa kamu tega? Melihat Velove menjadi gila, dan Bian yang terabaikan. Janganlah egois Rey, kenapa aku memilih pisah dan mundur karena aku berpikir jika aku tidak membebani mu. Lagi pula aku pun tidak memiliki anak darimu. Semoga kamu mengerti Rey."


Sekilas bayangan masa lalu terlintas, Setelah resmi bercerai Angel pergi meninggalkan kota C untuk menghindari Rey, tetapi Angel tidak mengetahui jika dirinya sedang mengandung anak Rey.


"Mama!" teriak Reyhan membuat Angel menginjak rem mobilnya. Hampir saja Angel menabrak kendaraan lain jika Reyhan tidak memanggilnya.


"Maaf, Mama tidak fokus tadi. Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Angel meraba seluruh badan Reyhan.


"Tidak, tapi hampir mati," jawab Reyhan.


Angel menghela nafasnya berat, bisa-bisanya dia melamun saat sedang menjalankan mobil.


****


Reyhan turun dari mobil berlari memasuki rumah. "Reyhan! Pergi mandi Mama akan siapkan makanan," ujar Angel yang memasuki rumah.


"Iya Ma!" sahut Reyhan.


Angel segera menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang Reyhan, ponselnya berdering mengharuskan Angel menjawabnya terlebih dahulu.


"Sedang apa?" tanya seorang pria di seberang sana, pria itu duduk di atas kursi kebesarannya seraya menatap laptop dihadapannya.


"Ingin memasak buat makan siang Reyhan," jawab Angel. "Sekalian aku mau minta izin padamu, aku tidak akan masuk kantor lagi karena hari ini aku telat menjemputnya dan harus membujuk Reyhan. Dia ingin pergi ke Jungleland," ujar Angel pada bosnya.


"Kapan? Hari ini?" tanya sang Bos


"Iya, mungkin siang nanti setelah Reyhan makan siang," jawab Angel. "Aku harus tutup teleponnya, kita lanjut lagi nanti," kata Angel menutup sambungan telepon itu.


Angel memasak nugget dan sayuran untuk Reyhan, lalu menyajikannya di atas meja makan. Reyhan selesai mandi langsung berlari ke arahnya.

__ADS_1


"Mama! Aku mau makan," ujar Reyhan yang berlari.


"Ey! Reyhan rambutmu masih berantakan," protes Angel.


"Mama aku lapar," rengek Reyhan memelas.


"Reyhan sisir dulu rambutnya sini." Reyhan langsung cemberut ketika Angel menegurnya.


"Reyhan!"


Panggilan seorang pria mengalihkan pandangan Angel dan Reyhan. Sedetik senyum Reyhan terlukis ketika melihat seorang pria berdiri di ambang pintu sambil membawa paper bag.


Reyhan segera turun dari pangkuan Angel berlari ke arah pria itu.


"Paman Jo!" teriak Reyhan pada Joshua selaku bos Angel di kantor.


Angel cukup terkejut kedatangan Joshua ke rumahnya. "Apa yang paman bawa?" tanya Reyhan menunjuk paper bag yang Joshua bawa.


"Ini, Paman Jo bawakan untukmu," jawab Jo menyerahkan paper bag itu.


"Wah! Mainan." Reyhan terlihat senang mendapat mainan canggih dari Joshua.


"Reyhan, katakan apa sayang," ucap Angel mengingatkan.


"Terima kasih," ucap Reyhan pada Joshua.


"Jo, jangan terlalu memanjakan Reyhan," ujar Angel.


"Itu hanya mainan," balas Joshua.


"Mama paman Jo sangat baik, selalu membelikan barang kesukaan ku. Paman Jo, boleh aku memanggil ayah Jo?"


"Reyhan!" Angel menatapnya tajam. "Jangan sembarangan memanggil ayah," lanjut Angel.


"Tidak apa-apa. Kamu bebas memanggil namaku, ayah Jo panggilan yang bagus," ucap Jo dengan senyuman.


"Yeay! Sekarang aku punya ayah Jo." Reyhan begitu senang hingga berjingkrak-jingkrak.


Angel hanya diam, keinginan Jo memiliki ayah sangat kuat. Jo memang baik, dia pria yang selama ini ada untuk Angel, membantunya membesarkan Reyhan. Juga orang yang pertama menolongnya saat masuk kota A di saat Angel sedang kesulitan dan tidak memiliki siapa pun.


Namun, Angel sedih karena tidak bisa membalas perasaan Jo, yang menyukainya bahkan Jo ingin menikahinya dan menjadi ayah bagi Reyhan. Kedekatan Jo dam Reyhan sangat dekat seperti ayah dan putranya.


"Jo, kenapa kamu datang?"


"Bukankah kamu bilang akan pergi ke Jungleland?"


"Apa kamu mau ikut juga?" tanya Angel dengan ekspresi yang tidak bisa di andalkan.


"Hem," jawab Jo dengan anggukan.


...----------------...


Hay reader ketemu lagi, apa kabar? Semoga kalian suka dengan season ke 2 nya. Di season ke 2 ini aku hanya fokus pada kehidupan Angel, jadi tidak ada Dinda atau Willy di sini.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, komentar, dan ulasan


Terima kasih 🙏🏻


__ADS_2