Life After Married

Life After Married
Bukti Kesalahan


__ADS_3

Di apartemen Fahri.


Malam itu Handra datang untuk menemui Bian. Bersama dengan satu orang tim pengacara yang ikut. Dia menaiki lift apartemen mewah yang terbilang mewah itu.


Ceklek.


Pintu dibuka oleh Bian dengan wajah yang murung, pakaian berantakan, penampilannya sangat kacau saat itu. Hal tersebut terjadi karena beberapa hari ini memang dia frustasi karena Lea tidak diketemukan. Belum ada kabar baik dari orang-orang suruhan Fahri. Sementara dirinya juga sudah mencari Lea kemanapun, namun hasilnya nihil.


"Selamat malam tuan," sapa Hendra sembari masuk ke dalam apartemen.


"Bagaimana kabar anda?" tanya Hendra basa-basi.


Bian mengusap wajahnya kasar, "Tidak perlu basa-basi Pak Hendra. Katakan apa yang ingin anda bicarakan?


Hendra yang mukanya sumringah kini berubah menjadi datar. Setelah kliennya itu terlihat sedang tidak bersahabat. Langsung saja Hendra menyampaikan maksud dan tujuannya menemui Bian.


"Jadi begini tuan ... " kata-kata menggantung.

__ADS_1


"Jangan bilang tim anda tidak dapat melaksanakan perintah saya?" tebak Bian.


"Hmm ... Bukan begitu tuan. Justru tim kami berhasil mengungkap bahwa kesalahan sesungguhnya pada Tuan Tommy Vernandes," ucap Hendra.


Mendengar berita tersebut, Bian tampak biasa saja. Sama sekali tidak terkejut, justru mukanya datar. "Sudah saya duga, dia lah dalang dibalik semua ini," ucapnya geram.


"Serahkan semua bukti kepada pengadilan dan buat dia masuk ke dalam penjara!" seru Bian kepada pengacaranya itu.


"Baik tuan akan segera kami urus semuanya," jawab Hendra.


Tuhan Hendra menemui Bian hanya untuk menyampaikan kabar tersebut. Karena ponsel Bian sejak keluar dari penjara belum dapat dihubungi. Dia memang sengaja mematikan ponselnya agar tidak dihubungi oleh orang-orang rumah. Menyuruhnya kembali ke rumah dan melaksanakan pernikahan dengan Gigi. Ah, konyol sekali, pikirnya.


"Rasakan perempuan ganjen!" ucap Bian sembari tersenyum getir.


"Rasakan karma yang keluarga lo buat," lanjutnya.


"Lo lupa sedang bermain licik dengan siapa?"

__ADS_1


Adanya bukti tersebut berati Bian bisa menggagalkan pernikahan balas budi yang diminta Gigi. Sejak awal dia menyetujui pernikahan tersebut karena dibelakang Bian telah menyusun strategi lain. Dan ternyata strateginya berjalan lancar. Gue menikah dengan lo? Jangan mimpi!, pikirnya.


Namun tiba-tiba wajah Bian kembali murung tatkala memikirkan keberadaan istrinya yang belum ada kabar sama sekali. Bian sangat mengkhawatirkannya istrinya itu. Ketika rasa rindu semakin menggebu tapi tak tahu kemana harus mengadu.


"Lea sayang lo harus dengarkan penjelasan gue dulu," gumamnya.


"Apa yang terjadi tidak seperti apa yang lo pikirkan sayang," gumamnya sembari menatap foto Lea yang dia jadikan sebagai wallpaper ponselnya.


"Please, kembalilah padaku sayang," pungkasnya sebelum akhirnya memeluk ponsel itu. Seakan dirinya sedang memeluk istrinya.


Ceklek.


Fahri masuk ke apartemennya dan melihat Bian tertidur disofa ruang tamu. Dilihatnya Bian sedang memeluk foto Lea diponsel itu. Diintipnya apakah Bian sudah benar-benar tidur atau belum.


"Beneran tidur dia," gumamnya.


"Huh ... Dasar bucin," ejeknya sebelum berlalu meninggalkan Bian.

__ADS_1


"Susah memang hidup menjadi bucin," pungkasnya.


Ketika rasa rindu semakin menggebu tapi tak tahu kemana harus mengadu.


__ADS_2