
"Ayah Jo!" teriak Reyhan membangunkan Joshua.
Joshua mengerjap, dia lupa jika pagi ini ada Reyhan dan Angel di rumahnya. Reyhan yang sudah dekat dengan Jo, memilih untuk tidur bersama, dan pagi ini Reyhan begitu semangat membangunkan Jo.
"Ayah Jo, cepat bangun," ujar Reyhan.
"Ayah Jo tidak bisa bangun siang kalau begini," ujar Joshua dengan senyuman. "Kamu sudah mandi?" tanya Joshua mencium wangi rambut Reyhan.
"Iya, Mama selalu memintaku mandi pagi," jawab Reyhan. "Ayah Jo ayo turun, Mama sudah memasak untuk sarapan kita," ucap Reyhan yang turun dari ranjang, berlari keluar kamar.
Jo mengikutinya, yang melangkah ke arah meja makan.
"Pagi," sapa Angel dengan senyuman.
Jo tersenyum, memandang Angel yang sedang menata makanan di atas meja. Pemandangan yang tidak biasa, seolah sudah berkeluarga.
Biasanya Jo, hanya sarapan roti saja atau tidak sama sekali. Hidup sendirian membuatnya melupakan pola makan.
"Banyak juga yang kamu masak," ujar Joshua, yang hendak menyendok nasi goreng, tetapi Angel sudah lebih dulu menuangkannya.
"Terima kasih," ucap Joshua. Angel hanya tersenyum.
Joshua jadi berkhayal, jika dirinya menikahi Angel, mungkin pemandangan inilah yang terlihat setiap pagi. Tanpa sadar Joshua menjadi bahan tertawaan Angel dan Reyhan.
"Mama, ada apa dengan ayah Jo? Kenapa tersenyum seperti itu?" Reyhan bertanya sambil menahan tawa.
"Reyhan jangan seperti itu," tegur Angel. Lalu menyadarkan Jo dari khayalannya.
Seketika Jo tersadar bahwa semua itu hanya mimpi. "Jo ada apa? Cepatlah makan, dan bersiaplah pergi ke kantor," ujar Angel dengan sedikit tawa.
"Mama, aku harus membawa bekal hari ini," ucap Reyhan sambil menguyah.
"Kenapa tidak bilang? Mama tidak membawa tempat bekalnya," ujar Angel.
"Aku punya, Reyhan bisa memakai punyaku," ujar Joshua, lalu melangkah ke arah lemari dapur, mengeluarkan sebuah tupperware.
Angel, mendekat dan mengambil tupperware itu. "Aku pinjam, maaf ya Reyhan merepotkan."
"Tidak apa-apa, pakai saja."
"Terima kasih," ucap Angel, lalu menyiapkan bekal untuk Reyhan.
Joshua kembali ke meja makan, dia duduk di samping Reyhan. "Reyhan," panggilnya yang sedikit berbisik.
Merasa namanya dipanggil, Reyhan menoleh. Joshua mendekat lalu berkata, "Lebih lamalah tinggal di sini," bisik Jo.
"Aku sangat ingin, tapi Mama …," ucap Reyhan tertahan.
"Bujuklah. Ayah Jo yakin Mama Angel tidak akan menolak jika kamu yang minta."
"Bukankah pria dewasa dan wanita dewasa tidak boleh tinggal bersama?" Reyhan masih mengingat apa yang dikatakan Angel saat itu.
"Tapi kita tidak tinggal berdua, ada anak kecil di antara kami," balas Jo, Reyhan tersenyum.
"Baiklah, aku akan membujuk Mama."
"Tos dulu." Jo berkata sambil menunjukkan telapak tangannya. Mereka tos bersama.
__ADS_1
.
.
"Mama, aku ingin tinggal bersama ayah Jo," kata Reyhan.
"Hanya sementara, lusa kita akan kembali ke rumah, karena jendela kamar hari ini akan diperbaiki," balas Angel.
Joshua hanya mendengarkan pembicaraan sepasang ibu dan anak dan fokus mengendalikan stir.
"Bagaimana jika ada perampok lagi? Lebih baik kita tinggal bersama ayah Jo."
"Reyhan, kamu masih ingat perkataan Mama, kan?"
"Tapi ada aku di antara kalian."
Sedetik Angel menoleh pada Reyhan yang duduk di belakang, lalu melirik pada Joshua. Mereka berdua berpura-pura tidak melihat, Angel sudah curiga jika Joshua dan putranya bersandiwara.
"Jo, jangan mengatakan apa pun pada putraku. Reyhan, besok kita kembali ke rumah," ucap Angel tidak ada penawaran.
Reyhan dan Joshua saling menatap, tetapi Angel tidak akan terbujuk lagi oleh putranya.
Angel turun dari mobil Jo setelah sampai fi sekolah Reyhan. Tidak berselang lama Reyhan menyusul, tetapi sebelum turun Reyhan berbicara sebentar pada Jo, dia meminta maaf karena tidak berhasil membujuk Angel.
"Ayah Jo maafkan aku."
"Tidak apa-apa. Kita lakukan lain kali, sekarang turunlah belajar dengan baik."
"Oke. Ayah Jo jangan khawatir, aku akan cari cara agar Mama mau menginap lagi," ujar Reyhan lalu turun dari mobilnya.
Joshua tersenyum.
"Tidak ada, dia hanya pamit padaku. Reyhan, bilang akan menginap lagi," ujar Joshua dengan senyuman lalu melajukan mobil meninggalkan sekolah.
Rey dan Velove baru saja sampai di sekolah. Hampir saja mereka bertemu Angel.
"Aku akan tunggu di mobil," ucap Rey saat mendapatkan telepon dari Dika.
Velove hanya mengangguk lalu pergi mengantarkan Bian ke kelas.
"Iya Dika ada apa?" tanya Rey pada sambungan telepon.
Entah apa yang Dika katakan hingga Rey terbelalak. "Apa kamu serius?" tanya Rey memastikan, lalu menutup sambungan telepon dan pergi meninggalkan sekolah.
Velove baru saja keluar, dia tercengang ketika mobil Rey pergi. Velove berlari tetapi mobil Rey sudah menghilang.
Tingkah Rey lagi-lagi membuat Velove kesal. "Dasar! Apa dia sengaja meninggalkanku," umpatnya.
Satu pesan Velove dapatkan, hanya sebuah pesan yang Rey kirim untuk permintaan maaf.
'Aku ada urusan,' Hanya itu yang Rey ucapkan dan pesannya.
"Sabar Velove, sabar. Ikuti apa yang Rey mau," ucap Velove menahan emosi.
Terpaksa Velove pulang menaiki taksi.
.
__ADS_1
.
Rey, menghentikan mobilnya tepat di sebuah perusahaan. Dia turun, memasuki perusahaan itu. Entah siapa yang Rey cari hingga saat melihat Angel langkahnya terhenti, tatapan tajam yang Rey pancarkan.
Angel sedang mengobrol dengan temannya tiba-tiba …"Ah!" Angel meringis ketika sebuah tangan mencengkramnya.
"Rey," ucap Angel.
"Aku ingin bicara denganmu." Rey berkata seraya menuntun Angel.
"Rey lepaskan. Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Angel.
Rey menghempaskan tangan Angel, mendorong tubuh Angel hingga terbentur tembok. Tatapan sangat menakutkan.
"Apa maumu? Menjauh dariku," ucap Angel penuh ketegasan.
Namun, Rey tidak menjauhkan tubuhnya. "Siapa ayah dari Reyhan?" tanya Rey, mengejutkan Angel.
"Apa maksudmu? Bukankah aku pernah katakan Joshua adalah ayah Reyhan."
"Bukan, kamu dan Joshua tidak ada hubungan apa pun. Katakan sekali lagi siapa ayah dari Reyhan, apa aku?"
Angel tersungging tipis.
"Joshua adalah ayah Reyhan," tegas Angel. Namun Rey menyangkalnya.
"Tidak mungkin."
"Kenapa tidak mungkin?"
"Karena kalian tidak pernah menikah," ucap Rey.
Angel melongo, perkataan Rey membuatnya takut. Hatinya kini sedang tidak karuan, dari mana Rey tahu.
Beberapa jam lalu.
Dika menghubungi Rey, yang mengatakan jika Joshua belum menikah. Lalu apa hubungannya dengan Angel? Mereka hanya sebatas teman dan rekan kerja.
Dika mendengar dari pegawai kantor, jika Joshua pengusaha muda dan masih lajang. Tidak sedikit dari mereka mendambakan Joshua.
"Lihatlah wanita itu, so' cantik dan so' baik," ucap seorang wanita yang memandang Angel ketika turun dari mobil Joshua, bahkan mereka jalan berdampingan.
"Kenapa? Kamu cemburu?" tanya temannya.
"Cemburu apanya, wanita itu so' lugu. Apa kamu tidak tahu ayah dari anaknya? Pak Joshua terlalu baik padahal wanita itu hanya memanfaatkannya."
"Maksudmu apa?"
"Lima tahun lalu, dia datang pada pak Joshua, dalam keadaan hamil. Coba kamu pikirkan siapa ayah dari anak itu, apa dia wanita baik-baik."
Perkataan kedua wanita itu membuat Dika terbelalak. Dika langsung menghubungi Rey.
"Bos, ada berita penting," ujar Dika pada sambungan telepon.
"Ada apa?" tanya Rey di ujung sana.
"Tapi anda jangan terkejut. Aku mendengar pembicaraan kedua wanita, mereka pegawai Joshua. Apa yang anda pikirkan tidak benar, Joshua dan Angel bukan sepasang suami istri, mereka tidak pernah menikah. Dan satu lagi anaknya Reyhan, dia bukan anak Joshua," jelas Dika.
__ADS_1
Rey, tertegun sesaat lalu pergi untuk menemui Angel, tidak peduli dengan Velove yang masih menunggu Bian.
Dan kini Rey dan Angel masih saling pandang. Rey, menunggu jawaban dan Angel, sangat takut jika Rey akan mengambil Reyhan.