Life After Married

Life After Married
Makan Malam Romantis


__ADS_3

Sampailah Bian dan Lea disebuah restoran mewah yang sudah di booking Bian hanya untuk dinner-nya bersama Lea. Pelayan restoran menyambut keduanya dari pintu masuk dan mengarahkan ke arah samping. Ternyata Bian memilih suasana outdoor untuk makan malam kali ini.


"Silahkan tuan, nona," sambut pelayan seraya membukakan kursi untuk keduanya.


Sebuah meja melingkar dan dua buah kursi cantik bernuansa gold. Tidak lupa lilin bertingkat dan vas bunga untuk menambah cantik meja itu. Alunan gesekan biola sudah terdengar sejak mereka masuk ke restoran itu. Bian sengaja memberikan daftar lagu yang akan dimainkan pemain biola. Tentu saja lagu-lagu kenangan perjalanan cinta Bian dan Lea.


"Selalu ya ini orang. Selera romantisnya tinggi," batin Lea sembari tersenyum membalas senyum para pelayan kepadanya.


"Gimana sayang tempatnya bagus gak?" tanya Bian.


"Bagus, aku percaya sama selera kamu kok yang," jawab Lea.


"Syukurlah," ucap Bian.


"Mbak makannya sekarang ya," kode Bian kepada pelayan untuk mulai mengeluarkan menu makanan yang sudah dipesannya.


Pelayan mengangguk dan mengambilkan menu pertama pesanan sang customer. Menu pembuka atau appetizer malam itu adalah fruit salad. Kebetulan Lea adalah perempuan yang memperhatikan pola makan sehat untuk membentuk tubuhnya agar ideal. Dan fruit salad memanglah makanan yang tepat untuknya.

__ADS_1


"Masih hafal sama makanan kesukaan aku?" gumam Lea.


"Jelas ingat lah dan tidak akan dilupakan," ujar Bian sembari tersenyum.


Setelah menu pertama telah habis, pelayan membawakan menu makanan utama atau main course. Pilihannya adalah beef steak, makanan kesukaan Bian. Perlahan mereka menikmati malam malam romantis itu.


"Sayang, gimana kuliahnya?" tanya Bian disela makannya.


"Lagi sibuk-sibuknya mau kerjain tugas akhir," jawab Lea.


"Boleh aku suruh orang untuk membantu kamu mengerjakan?" Bian menawarkan.


Bian mengernyitkan dahinya atas penolakan yang dilontarkan Lea. Biasanya orang lain akan suka dengan tawaran bantuan mengerjakan tugas akhir. Ternyata istrinya itu sama sekali tidak suka dengan tawarannya.


"Kamu jangan meremehkan aku ya sayang. Aku bisa mengerjakannya sendiri. Aku mampu menyelesaikan sendiri," ucap Lea tampak kesal.


"Aku hanya takut kamu kelelahan dan tidak ada waktu buat aku sayang," ucap Bian.

__ADS_1


Lea menarik napas dalam dan menghembuskan perlahan. Bukankah selama ini Bian justru yang waktunya banyak dia gunakan untuk kerja dibandingkan bersama Lea. Jadinya Lea pun kesal dengan pernyataan tersebut.


"Selama ini kamu tahu yang selalu sibuk. Diantara kita berdua kan yang pinter bagi waktu aku," ucap Lea tidak terima.


"Buktinya meskipun hari ini aku sibuk, tapi tetap ontime buat acara makan malam kita. Lalu siapa yang tadi terlambat ya?" sindir Lea sembari memotong beef steak-nya.


"Iya ... iya ... aku kena lagi," jawab Bian pasrah yang diikuti senyum kemenangan dari Lea.


"Ya sudah kamu boleh mengerjakan tugas akhir kamu sendiri. Tapi ingat pesan aku, kamu harus tepat makan, jangan lupa istirahat, jangan lupa selalu kabarin aku, jangan sampai kecapekan," pesan Bian panjang lebar.


"Dan satu lagi jangan lupakan aku," imbuhnya yang disambut Lea dengan cemberut.


"Bercanda sayang," sambar Bian segera agar istrinya tidak semakin kesal.


"Dan satu lagi kalau kamu membutuhkan bantuan apapun segera kabari aku. Aku akan menyuruh orang untuk membantu urusan tugas akhir kamu," imbuhnya.


"Gak mau ah! Aku maunya kamu yang langsung bantuin aku. Masa suami sendiri nggak ngebantu tapi malah orang lain. Jadi aku ini istrinya siapa?" protes Lea.

__ADS_1


"Astaga! Iya ... iya aku yang akan bantuin kamu sayang. Puas?" ucap Bian dengan penuh penekanan. Dan lagi-lagi Lea menunjukkan senyum kemenangan.


__ADS_2