Life After Married

Life After Married
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Sebuah hotel berbintang lima di ibu kota telah di booking untuk acara pernikahan Bian dan Gigi. Tampak persiapan telah dilakukan mulai dari dekorasi pelaminan, dekorasi tempat duduk undangan, panggung hiburan, stand hidangan, dan lain-lainnya.


"Wah indah sekali sayang dekorasinya. Kamu pinter banget memadukan warna," puji Dwita yang baru saja datang bersama Gigi dan Olivya.


"Iya dong. Siapa dulu? Gigi gitu lho," balas Gigi membanggakan diri.


"Ayo mi kita masuk. Lihat yang bagian lainnya," ajak Gigi.


Ketiga wanita bergaya sosialita itu masuk ke dalam ballroom itu. Tampak megah dan mewah sekali tempat itu. Persiapan tinggal tiga puluh persen lagi.


"Wah pernikahan impian," ucap Olivya.


"Iya gue harus merayakannya semewah mungkin. Soalnya ngedapetin dia sudah dan penuh perjuangan," sahut Gigi.


"Gue jadi nggak sabar cepet hari H," ucap Olivya.


"Iya apalagi gue," balas Gigi.

__ADS_1


"Eh tetapi gimana kabar Bian? Sudah bisa dihubungi?" timpal Dwita.


Wajah Gigi seketika murung mengingat bahwa Bian sudah beberapa hari tidak pulang dan ponselnya tidak dapat dihubungi. Meskipun dia telah mengutus beberapa orang untuk mencari tahu keberadaan Bian. Dan orang suruhannya itu mengatakan kalau posisi Bian aman.


"Bian-nya belum bisa dihubungi Mi. Tapi kata orang suruhan Gigi, katanya Bian aman. Dan mereka bisa membawa Bian pulang sehari sebelum acara pernikahan," ucap Lea dengan lesu.


"Syukurlah kalau begitu. Mami yakin Bian pasti pulang kok," ucap Dwita menenangkan calon mantu kesayangannya.


"Jangan cemberut kak. Ntar cantiknya hilang pas acara resepsi. Tenang aja Kak Bian pasti pulang. Dia orang yang sangat bertanggung jawab dengan janjinya," terang Olivya.


Mendapat dukungan dari calon mertua dan calon adik iparnya membuat Gigi kembali tersenyum. Dwita dan Olivya pun memeluk Gigi secara bersamaan untuk memberikan semangat. Mereka melanjutkan kegiatan mereka untuk melihat proses finishing dekorasi pelaminan.


Gigi membayangkan dia dan Bian berada di pelaminan itu. Dia tampak cantik dengan gaun pernikahannya dan disampingnya ada Bian. Lelaki yang selama ini dia perjuangkan untuk dapat dia miliki. Lelaki impiannya itu tampak tampan saat di pelaminan bersamanya. Bian mengandeng erat tangan Gigi, mencium kening dan bibirnya dengan mesranya. Keduanya sama-sama terlihat bahagia pada hari itu.


"Heh kak, lo jangan melamun," ucapan Olivya sembari memberikan senggolan membuyarkan lamunan Gigi.


"Tuh ditanyain sama abang yang lagi pasang MINI GARDEN, katanya sudah cocok apa belum?", lanjutnya.

__ADS_1


"E ... e ... iya sudah bagus bang," ucap Gigi.


Abang yang itu manggut-manggut dan melanjutkan pekerjaannya.


"Lo lagi mikirin apa sih kak?" tanya Olivya penasaran.


"Gue cuma lagi bayangin hari H pernikahan gue," jawab Gigi.


"Pasti akan menjadi hari paling bahagia dalam hidup gue," katanya dengan senyum yang mengembang indah.


"Gue pastikan akan jadi hari paling bahagia buat gue," ulangnya lagi memastikan.


"Aamiin ... Semoga pernikahan kalian langgeng dan harmonis ya kakak," ucap Olivya seraya memeluk Gigi.


Gigi menyambut hangat pelukan Olivya. "Terimakasih doanya calon adik ipar," ucap Gigi.


"Iya calon kakak ipar kesayangan aku," balas Olivya. Dan mereka pun tertawa bahagia dengan senyum yang terluas indah dibibir keduanya.

__ADS_1


"Ada apa ini kok peluk-pelukan dan tertawa bahagia. Nggak anak-anak mami nih?" tanya Dwita yang baru saja menghampiri Olivya dan Gigi. Kedua gadis itu pun menghambur memeluk Dwita.


__ADS_2