
Siang itu sebelum berangkat ke kampus, Lea kembali dikejutkan dengan laki-laki yang beberapa hari ini bertemu dengannya. Bagaimana tidak terkejut kalau laki-laki yang bernama Bryan itu di rumahnya. Dia berpapasan dengan Bryan dan saat itu pula dia masuk ke dalam mobil yang didalamnya sudah ada Olivya.
Lea terkesiap melihat pemandangan mengejutkan itu. Hingga membuatnya diam mematung beberapa detik. Sebelum akhirnya dia mengendarai mobilnya di belakang mobil yang telah melaju terlebih dahulu.
"Ada hubungan apa ya Olivya dengan dia?" gumam Lea.
"Masa mereka pacaran?" tebaknya.
"Apa mungkin cuma sahabatan?"
"Gue harus menyelidiki."
Lea rasa mobil mereka berjalan menuju kampus. Karena siang ini jadwal Olivya juga masuk ke kelas yang sama dengan Lea. Dan tebakan Lea tidak salah. Mobil itu berhenti tepat di parkiran kampus itu.
Sesampainya di parkiran kampus, kedua orang itu tidak langsung keluar. Lea pun tetap menunggu sampai Olivya ataupun Bryan keluar.
"Kok lama banget keluarnya?" gumam Lea lagi.
Lea tetap memantau mobil itu, sampai akhirnya keduanya keluar secara bersamaan. Bryan menghampiri Olivya yang baru saja menutup pintu mobil. Lagi-lagi Lea kembali dibuat terkejut dengan pemandangan yang dia lihat saat itu.
__ADS_1
"Astaga! Ini gua nggak salah lihat kan?" Lea mengucek matanya.
Sebelum berpisah dua orang itu meninggal cipika-cipiki pada pipi masing-masing. Baru setelah itu Olivya meninggalkan parkiran dan menuju ke kelas.
"Nggak mungkin kalau teman atau sahabat pakai cipika-cipiki," gumam Lea.
Lea yang masih terkesima dibuat kaget ketika kaca mobilnya diketuk oleh seseorang. Saat menoleh ke kaca mobilnya, lagi-lagi Lea terkesima. Orang yang dia pantau sejak tadi sudah ada didepannya.
"E ... i-iya ada apa ya?" tanya Lea gugup.
"Lo ngapain ngikutin gue?" tanya Bryan dengan nada sedikit meninggi..
"Kan emang pas berangkat dari rumah ke kampus dengan jalan yang sama," imbuhnya.
"Terus ngapain lo nggak turun dari mobil?" tanya Bryan.
"Nungguin gue turun dulu?" tebak Bryan.
Lea terlihat gugup dan bingung mencari alasan apa lagi. Karena semua tebakan Bryan memang benar. Tetapi tidak mungkin dia mengatakan semua itu. Lema Lea tak bergeming sampai akhir Bryan membentaknya lagi.
__ADS_1
"Heh! Gue ingetin sama lo. Jangan ikut campur urusan gue!" bentaknya.
"Urusin hidup lo sendiri!"
"Awas lo sekali lagi ikut campur dalam hidup gue!" ancamnya sembari berlalu.
Sekilas tentang Bryan Bramantyo, yang tidak lain adalah kakak tingkat Lea dan Olivya. Sosok Bryan adalah idola para cewek-cewek di kampus. Rupanya memang tampan dengan badan yang tinggi sekaligus atlet basket. Banyak sekali yang mengidolakan dirinya. Bahkan secara terang-terangan menggoda dan menyatakan cinta kepada Bryan. Namun dia tidak pernah menanggapi perilaku cewek-cewek di kampusnya.
Untuk masalah asmara, laki-laki itu memang tertutup. Tidak seperti cowok tampan yang sukanya bergonta-ganti pacar. Justru Bryan tidak pernah menampakkan kepada publik tentang hubungannya dengan pacar.
Dan pagi ini semua dugaan itu terpatahkan dengan adegan cipika-cipiki Olivya dan Bryan. Mungkin Olivya perempuan pertama yang bisa sedekat itu dengan Bryan. Meskipun dulu awalnya Bryan juga berusaha dekat dengannya.
"Gak mungkin kalau nggak pacaran," ucap Lea.
"Tapi siapa perempuan yang bersama dengan dia beberapa hari yang lalu," imbuhnya.
"Tapi dia ngancam gua agar nggak ngurusi urusan dia."
"Tapi kasian Olivya juga sih. Aduh gue harus bagaimana ini," Lea menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1