Life After Married

Life After Married
Season 2


__ADS_3

Angel terbangun, pemandangan pertama yang dilihat adalah wajah Rey yang tertidur pulas berada di depannya. Barulah ia menyadari tertidur di atas paha Joshua.


Senyumnya mengembang seketika, berbeda pada saat menatap Rey tadi. Angel duduk di samping Joshua memindahkan mantel itu untuk menyelimuti Joshua. Lalu pergi meninggalkan ruang ICU.


'Hari ini aku harus mendatangi sekolah Reyhan, aku ingin tahu seperti apa kejadiannya dan siapa pelaku tabrak lari itu,' batin Angel sepanjang langkahnya.


Angel segera pergi meninggalkan rumah sakit, tetapi mengirimkan pesan terlebih dulu pada Joshua, untuk menitipkan Reyhan.


Tidak hanya Angel, Velove pun mendatangi sekolah pagi ini. Tujuannya adalah rekaman CCTV.


Velove turun dari mobilnya melangkah memasuki sekolah, bersamaan dengan itu Angel turun dari sebuah taksi.


Sebelum masuk ke dalam, Angel terus memindai sekitar jalanan dan gerbang sekolah, hingga matanya tertuju pada satu buah benda yang menggantung di atas pagar itulah kamera CCTV.


'Ada CCTV di sini, kemungkinan kejadian pada Reyhan waktu itu akan terlihat. Aku harus segera menemui wali kelas Reyhan,' batin Angel melangkah memasuki sekolah.


"Bu Angel," ujar seorang Guru membuat Velove segera bersembunyi dibalik tembok.


"Apa kabar Bu Angel? Bagaimana keadaan Reyhan?" tanya Guru itu yang mengajak Angel memasuki ruangan.


'Benar dugaan Mama, Reyhan adalah anak Angel,' batin Velove yang masih bersembunyi di balik pintu ruang guru.


"Silahkan duduk." Angel langsung duduk di atas kursi ketika Guru itu mempersilahkan.


Velove masih setia mendengarkan pembicaraan mereka.


"Bagaimana keadaan Reyhan Bu?" tanya Guru itu lagi.


"Reyhan masih dalam keadaan kritis, setelah menjalankan operasi," jawab Angel mengejutkan sang guru.


"Jadi Reyhan harus di operasi?"


"Ya, karena luka di kepalanya sangat parah. O ya Bu, saya ke sini ingin menanyakan seperti apa kronologinya? Bagaimana bisa Reyhan tertabrak perasaan saya menurunkan Reyhan tepat di depan gerbang bukan di ujung jalan."


Angel merasa heran, mustahil ada pemotor yang melintas ke arah gerbang.


"Saya juga tidak tahu Bu, saat saya menemukan Reyhan, posisi Reyhan sudah tergeletak di atas jalanan dalam keadaan …," ucap Guru itu terhenti. Tidak sanggup melanjutkan perkataannya lagi.


"Saya lihat ada CCTV di depan gerbang, bolehkah saya melihat," ujar Angel.


Tentu saja guru itu menyetujui dan mengantarkan Angel ke ruangan CCTV. Pihak sekolah pun lupa tentang rekaman CCTV yang sangat penting.


Velove membalikkan tubuhnya menghadap tembok, ketika Angel melewati persembunyiaannya. Velove semakin cemas dan tegang karena Angel akan melihat rekaman CCTV itu.


'Gawat, Angel tidak boleh melihatnya," batin Velove segera mengikuti Angel.


Namun, panggilan seorang guru menghentikan langkahnya. Terpaksa dirinya harus berbalik, yang sudah memiliki janji dengan wali kelas Bian.


"Bu Velove saya sudah menunggu anda, mari masuk." Velove tersenyum hambar, hatinya kini khawatir tentang rekaman CCTV itu.


'Bagaimana ini … bagaimana dengan Bian,' batinnya.


Di ruangan CCTV Angel mulai melihat rekamam demi rekaman. Anehnya waktu kecelakaan Reyhan tidak terekam, lebih tepatnya rekaman itu hilang seolah ada yang menghapusnya.


"Waktu kejadiannya pukul berapa?" tanya seorang pria yang bertugas di ruangan CCTV.


"Pukul 7 sebelum masuk kelas," jawab Guru itu.


Namun, rekaman CCTV dari pukul 7 sampai pukul 8 tidak terekam, yang ada hanya rekaman di atas waktu itu. Angel merasa aneh, apa ada seseorang yang menghapus? Tidak mungkin pihak sekolah menghapus rekaman itu.


"Sepertinya saat kejadian CCTV tidak berfungsi, atau dalam keadaan eror," ujar seorang petugas.


Angel merasa kecewa. Namun, harus bagaimana lagi rekaman itu tidak ada.

__ADS_1


"Bu Angel, maaf kami tidak bisa memberikan rekaman yang anda mau."


"Tidak apa-apa. Tadinya aku ingin membawa kasus ini ke jalur hukum, tetapi tidak ada bukti," ucap Angel merasa kecewa.


Namun, tidak dengan Velove yang merasa beruntung dan tenang ketika mendengar kabar baik itu.


'Syukurlah, tapi siapa yang sudah menghapus rekaman itu? Tidak mungkin eror,' batin Velove.


.


.


Rey terbangun ketika deringan ponsel berbunyi. Angel dan Joshua sudah menghilang dari hadapannya, begitu juga dengan Reyhan.


Ruang ICU kosong, Reyhan sudah dipindahkan tetapi, tanpa sepengetahuan Rey.


"Ke mana Reyhan? Apa dia dipindahkan," ucap Rey yang berdiri di depan dinding kaca.


"Aku harus mencarinya, di mana Reyhan berada."


Ingin sekali Rey mencari kamar putranya itu, tetapi suara ponsel menghentikannya. Dika menghubunginya, meminta Rey segera datang ke perusahaan. Terpaksa Rey harus kembali ke kantor, dan mencari kamar Reyhan lain kali.


"Baiklah, aku akan segera datang," ucap Rey pada sambungan telepon.


Sepertinya ada hal penting yang ingin Dika sampaikan, sehingga Rey ditunggu segera. Rey pergi meninggalkan rumah sakit, menuruni sebuah lift. Dalam waktu bersamaan, Angel datang memasuki lift yang berbeda.


"Aku sudah sampai Jo, sekarang aku menuju kamar Reyhan. Aku sangat senang Reyhan sudah bisa keluar dari ruang ICU," ucap Angel berbicara pada sambungan telepon.


Kedua pintu lift terbuka, Angel dan Rey keluar dan masuk lewat pintu yang berbeda.


Rey, berjalan keluar menuju mobilnya dan Angel menuju kamar Reyhan yang baru.


"Angel!" Panggilan Joshua mengalihkan pandangan Angel yang baru saja keluar dari lift.


"Jo, terima kasih kamu sudah menjaga Reyhan," ujar Angel.


"Sudah tugasku," ucap Joshua.


"Masuklah, Reyhan sudah menunggumu. Tapi kamu jangan terkejut." Perkataan Joshua memudarkan senyuman Angel yang sedang bahagia itu.


"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Angel cemas.


"Karena Reyhan mendapat luka di kepalanya, jadi … ada sedikit memori yang tidak dia ingat. Dokter mengatakan itu, tapi kamu jangan khawatir Dokter bilang semuanya akan kembali normal dengan perlahan." Joshua menjelaskan.


"Apa Reyhan tidak mengingatku?" Angel tidak akan bisa bayangkan jika Reyhan tidak mengenal ibunya.


"Tidak mungkin Reyhan melupakan ibunya," ucap Joshua lalu membawa Angel masuk menemui Reyhan.


"Mama!"


Bahagianya Angel ketika Reyhan memanggilnya, Reyhan masih mengingatnya. Mungkin hanya beberapa memori yang anak itu lupakan.


"Reyhan." Angel memeluk Reyhan dengan hangat. "Kamu mengingat Mama?" tanya Angel memastikan.


"Tentu, aku ingat Mama dan ayah Jo," katanya membuat Jo tersenyum.


Wajar saja jika Reyhan mengingat mereka berdua, karena hanya Angel dan Joshua yang selama ini ada bersamanya.


"Mama, kenapa aku di rumah sakit? Seingatku kita kemarin pergi ke Jungleland. Kenapa saat terbangun aku ada di sini."


Angel melirik pada Joshua. Joshua hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Benar apa yang Joshua katakan sebagian memorinya hilang. Reyhan hanya mengingat kenangan saat di Jungleland.


"Karena kamu terlalu semangat dalam bermain hingga lupa makan, dan akhirnya kamu sakit dan harus di rawat di rumah sakit," jawab Angel pada Reyhan.

__ADS_1


"Ouh begitu, tapi aku senang karena ayah Jo dan Mama ada di sini," ucap Reyhan dengan ceria.


"Pelan-pelan sayang, jangan terlalu bersemangat. Kamu belum sembuh," ujar Angel melihat Reyhan yang berjingkrak-jingkrak.


'Apa Reyhan tidak mengingat kecelakaan itu?' batin Angel.


Angel duduk di samping Reyhan, di temani Jo di sampingnya.


"O ya, Jo. Aku lupa membawa makanan untukmu, kamu pasti belum sarapan." Angel berkata seraya memberikan sebuah paper bag pada Joshua.


"Biar aku saja yang sajikan," kata Joshua bangkit dari kursi berjalan ke arah meja untuk mengambil piring.


Angel kembali menatap Reyhan, mengusap lembut kepalanya. "Reyhan, Mama ingin tanya, apa ada yang kamu ingat selain pergi ke Jungleland?" tanya Angel.


Reyhan terdiam sambil berpikir. "Memangnya kita pergi ke mana Ma? Apa ada yang aku lupakan?" Reyhan benar-benar tidak mengingatnya.


"Mm … coba ceritakan kejadian saat di sekolah, apa kamu ingat ada orang yang jahat atau teman kamu yang nakal."


Reyhan menggeleng. "Tidak, Reyhan hanya ingat saat Mama telat menjemput, o iya Reyhan ingat."


"Ingat apa? Katakan." Angel berharap Reyhan mengingat kecelakaan saat di sekolah.


"Saat itu … ada perampok masuk ke rumah kita. Aku sangat takut Ma."


Angel menghela nafas. Wanita itu berpikir jika Reyhan mengingat kecelakaan di sekolahnya.


"Jangan memaksakan," kata Joshua yang kembali duduk di sampingnya.


"Semua butuh waktu, kasihan Reyhan." Joshua berkata sambil memberikan satu piring nasi goreng.


"Aku hanya ingin tahu, seperti apa kejadiannya. Tadi aku pergi ke sekolah rekaman CCTV saat kejadian hilang," ucap Angel.


"Kebenaran akan terungkap pada akhirnya. Kamu tenang saja, aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelidikinya," ujar Joshua.


"Ayah Jo aku juga ingin nasi goreng." Reyhan melihat kedua orang dewasa itu memegang sebuah piring berisi nasi goreng sedangkan dirinya tidak.


"Kamu, mau? Biar ayah Jo suapin, oke."


"Oke," jawab Reyhan dengan ceria.


Mereka pun makan bersama.


.


.


Rey sudah tiba di perusahaan, berjalan menuju ruangannya. Dika sudah menunggunya.


"Pagi Bos," sapa Dika yang berdiri.


"Pagi, duduklah." Dika kembali duduk ketika mendapat perintah dari Rey.


"Ada apa?" tanya Rey yang sudah duduk dihadapan Dika. "Apa ada hal penting?" tambah Rey.


"Begini Bos," ucap Dika tertahan.


"Aku sudah menghapus rekaman CCTV itu, tapi …," ujar Dika terhenti.


"Tapi apa?" tanya Rey penasaran.


Dika terlihat gelisah, pria itu mengeluarkan sebuah benda kecil dan tipis dari dalam sakunya. Lalu menghubungkan pada laptop yang ada di depannya.


Entah, apa yang ada dalam fleshdisk itu. Sehingga Rey harus melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2