Life After Married

Life After Married
Gangguin Istri


__ADS_3

Hari-hari berikutnya berjalan normal dengan kesibukan masing-masing. Bian sibuk bekerja di kantornya dan Lea sibuk mengurus kuliahnya. Dan kalau di rumah meskipun sesekali mendapat uring-uringan dari mami mertuanya. Lea mencoba menutup telinga daripada menanggapi yang bisa membuat mami semakin marah.


Seperti pagi ini Lea memilih segera berangkat ke kampusnya bersama dengan sang suami. Daripada di rumah yang terus-terusan mendengarkan sindiran-sindiran Dwita yang ditujukan untuk Lea. Meskipun mata kuliah pilihan akan dimulai jam satu siang. Namun, Lea memaksa berangkat nebeng Bian.


"Kamu mau ngapain berangkat jam segini?" tanya Bian saat di perjalanan menuju kampus tempat Lea kuliah.


"Mau bersih-bersih kampus dulu?" imbuhnya karena Bian tahu istrinya hari ini dapat jam kuliah siang hari.


Mendengar ledekan suaminya Lea pun cemberut. "Ih enak aja bersih-bersih kampus," protesnya sembari memalingkan wajahnya ke jendela samping.


"Aku mau ke perpustakaan dulu lah. Kamu nggak tahu apa istrimu ini anak yang rajin dan pintar," Lea membanggakan dirinya sendiri.


"Jelas tahu dong. Udah cantik, rajin, pintar, dan sekarang udah tambah dewasa lagi," puji Bian.


Lea hanya senyum malu-malu mendengar pujian yang terlontar dari mulut suaminya. "Eh tapi kenapa pagi-pagi sudah gombal sih? Ada maunya ya?" selidik Lea.

__ADS_1


"Orang jujur dibilang ada maunya. Ya sudah deh aku diam saja," ucap Bian.


Akhirnya keduanya sama-sama diam dalam perjalanan menuju kampus. Hanya suara lagu yang diputar di dalam mobil itu. Sebelum akhirnya mobil Lamborghini hitam itu berhenti di depan gerbang kampus. Lea sudah mengangkat kakinya bersiap keluar.


"Sayang!" seru Bian sembari menyodorkan wajahnya.


"Apa?" jawab Lea sewot.


"Kiss me, please!" ucap Bian manja.


***


Malam harinya setelah Bian dan Lea menyelesaikan aktivitas mereka masing-masing. Rasa lelah mengelayuti keduanya, sehingga usai makan malam. Mereka langsung masuk ke dalam kamar dan menyelesaikan urusan yang belum sempat diselesaikan hari ini.


Lea masih memiliki tugas yang harus dia kirimkan melalui email malam ini. Begitu masuk ke dalam kamar dia langsung duduk di meja belajar dan membuka laptopnya. Sedangkan Bian kebetulan hari ini semua pekerjaannya sudah beres. Dan malam ini dia bersantai dengan membaca buku di sofa yang tidak jauh dari Lea berada.

__ADS_1


Setelah satu jam berlalu, kamar itu hening. Hanya suara ketikan dari laptop Lea dan suara desiran halaman buku yang dibuka oleh Bian. Merasa suntuk, Bian pun beranjak dari sofa, berniat menganggu istrinya.


"Bagaimana kuliah kamu hari ini sayang?" tanya Bian seraya mendekat kearah Lea yang sedang sibuk dengan laptop.


"Nggak gimana-gimana kok, lancar semua. Cuma ada tugas yang harus aku kirim sebelum jam dua belas malam ini," jawabnya tanpa menoleh.


"Ada yang bisa aku bantu sayang?" tanya Bian yang semakin mendekat dan bahkan memeluk Lea dari belakang.


"Jangan ganggu dululah!" Lea menepis pelukan Bian. Namun, percuma saja dia tepis pun tak akan bisa. Karena pelukan Bian terlalu erat.


"Masih berapa lama?" tanya Bian yang kini menempelkan dagunya pada bahu Lea.


"Sebentar lagi, tolong kamu duduk dulu sebentar saja" pinta Lea.


"Nggak mau, aku mau kaya gini," tolak Bian.

__ADS_1


Lea mendengus kesal dengan tingkah Bian malam itu. Dia mencoba menghiraukan keberadaan suaminya itu dan fokus pada kegiatannya. Meskipun hembusan napas Bian yang terasa ditelinga Lea sangat menganggu sekali.


__ADS_2