Life After Married

Life After Married
Ingin Bercerita


__ADS_3

Lea menaiki Mini Cooper miliknya membelah jalanan ibukota pagi ini. Disepanjang perjalanan menuju kampus pikirannya terus terngiang-ngiang perkataan sang papi mertua. Tenyata benar kata orang bahwa orang tua memiliki ikatan batin yang kuat terhadap anaknya. Buktinya tanpa diberitahu papi sudah curiga dengan Bryan, pacar baru Olivya.


"Kok papi peka sekali ya," gumam Lea.


"Firasatnya tepat sekali. Ada yang tidak beres dengan pacar baru Olivya."


"Apa gua harus mengatakan apa yang gue lihat dan ancaman Bryan kepada gue ya?"


Sembari tetap mengemudikan mobilnya, Lea berpikir jika dirinya mengatakan kepada papi mertuanya tentang Bryan. Namun dia segera menepis rencananya itu. Iya kalau Pranoto percaya, namun kalau tidak pasti akan dikira fitnah. Ya, dikiranya Lea menyebarkan fitnah dan aib orang lain.


Belum lagi berurusan dengan Olivya yang sejak awal tidak menyukai dirinya. Ditambah lagi kalau Lea mengatakan apa yang dia lihat, tentang Bryan dibelakang Olivya. Pasti Olivya tidak percaya dengan kata-katanya.


"Hih takut juga kalau langsung bilang ke Oliv. Pasti dia semakin membenci gue deh," Lea bergidik membayangkan jika Olivya murka kepadanya.

__ADS_1


Maklum saja Olivya adalah tipe orang yang keras. Tahu sendiri kan jika punya kemauan harus tercapai dengan cara apapun. Termasuk apabila dia tidak menyukai orang, maka akan balas dendam dengan cara apapun juga.


"Tapi kalau nggak gue sampaikan ke Oliv, kasian juga dia. Aduh gue jadi bingung," Lea mengacak rambutnya.


"Disisi lain gue juga takut dikira fitnah lagi."


Mengingat suaminya adalah satu-satunya tempat cerita. Mungkin dengan mengatakan ini semua kepada Bian dia akan memberikan jalan keluar. Baiklah Lea bertekad untuk menceritakan tentang Bryan kepada Bian.


"Apa gue sampaikan ke Bian dulu ya?" gumamnya lagi.


Meskipun Lea yakin Bian akan percaya dengan perkataannya. Namun, alangkah baiknya Lea mencari bukti tentang Bryan terlebih dahulu. Dengan begitu Lea dengan mudah meyakinkan kepada suaminya. Tentang apa yang dia lihat dari seorang Bryan dibelakang Olivya.


"Tapi gue dapat bukti-bukti bahwa Bryan ada hubungan sama cewek lain darimana ya?" batin Lea yang lagi-lagi mendapatkan kesulitan.

__ADS_1


"Apa gue harus sewa orang untuk mencari bukti-bukti tersebut?"


"Tapi kan papi sudah menyuruh orang buat menelusuri latar belakang keluarganya."


Lea terus berpikir mencari jalan keluar dari apa yang mengintari pikirannya. Hingga tak sadar dia berhenti cukup lama saat lampu merah sudah berganti hijau. Alhasil klakson dari kendaraan dibelakang mobilnya membuyarkan lamunannya.


"Astaga! Sudah hijau!" katanya sembari melajukan mobilnya.


Kembali Lea fokus terhadap rencananya untuk mengungkapkan misteri pacar adik iparnya itu. Ya, meskipun adik ipar dan hubungannya dengan Olivya tidaklah bagus. Namun, Lea memiliki perhatian lebih kepada Olivya dan tetap menganggap Olivya sebagai saudara serta temannya. Padahal Olivya tidak menganggap Lea sebagai apapun.


"Aha!" Lea pun mendapatkan sebuah ide.


"Orang suruhan papi kan menyelidiki latar belakang keluarga Bryan. Nah kalau gue kan menyelidiki perempuan yang beberapa kali gue lihat jalan bersama Bryan," gumamnya bersemangat.

__ADS_1


Lea tersenyum sumringah tatkala mendapatkan ide tersebut. Dan tentunya tidak sabar ingin segera menyelidiki kebenaran tentang Bryan. Tampak Lea memutar balik mobilnya dan menuju arah yang berlawanan dengan kampusnya. Kali ini dia rela terlambat masuk kuliah hanya untuk menjadi detektif amatir.


__ADS_2