
"Oliv ..." panggil Lea sesaat ketika melihat Olivya turun dari lantai dua.
"Sudah dapat bukunya?" tanya Lea sembari menghampiri.
Olivya terlihat kikuk dengan pertanyaan yang dilontarkan Lea. Kenapa ada manusia kepo banget seperti Lea ini. Entahlah antara kepo atau perhatian dengan adik ipar. Ya walaupun berkali-kali Olivya berbuah jahat kepada Lea. Namun, Lea tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Ayo duduk dulu disana," ajak Lea sembari menggandeng tangan Olivya untuk duduk ditempatnya mengerjakan tugas.
Dan lagi-lagi Olivya menurut saja, tumben sekali gadis jutek dan galak itu berlagak seperti anak kucing yang manis dan penurut. Apakah Olivya sudah berubah menjadi anak penurut.
Kini kedua saudara ipar itu sudah duduk bersebelahan pada bangku yang disediakan perpustakaan. Lea pun terlihat antusias dengan tingkah Olivya yang penurut. Dia berniat untuk mengajak Olivya untuk mengerjakan skripsi bersama.
"Mana buku yang kamu ambil?" tanya Lea.
"Oh, kamu mau ambil komunikasi bisinis juga?" imbuhnya ketika berhasil melirik buku yang dibawa oleh Olivya.
"Berati kita sama dong. Dan tentunya kita bisa sharing dan mengerjakan bersama," ucap Lea yang lebih antusias. Sedangkan Olivya terlihat bingung dengan perlakuan kakak iparnya itu.
__ADS_1
"Oliv kenapa kamu diam saja? Kita bisa mengerjakan skripsi dan kukus bareng," Lea menggenggam tangan Olivya. Berniat memberikan semangat kepada dia untuk bisa lulus bersama. Ya meskipun Lea tahu bahwa Olivya masih memiliki beban mata kuliah yang harus mengulang. Bagi Lea ucapan itu untuk penyemangat sang adik ipar.
"E ... e ... nggak apa-apa," akhirnya Olivya membuka suara.
"Oh, sama tema ya," imbuhnya lagi.
Lea manggut-manggut semangat menyambut apa yang Olivya ucapkan.
"Kita bisa belajar bersama Oliv," ucapnya lagi.
"Kamu disini saja dulu, baca-baca buku yang kamu ambil itu," saran Lea.
"Udah disini saja dulu ya," imbuh Lea.
"Sama aku, hehe," pintanya disertai senyum nyengir.
"Kita sedikit ngobrol-ngobrol tentang kuliah, khusunya komunikasi bisnis," ucap Lea lagi.
__ADS_1
"Ta-" Olivya tidak sampai mengucapkan kata-kata, namun sudah dipotong Lea.
"Nggak pakai tapi-tapian," sahut Lea.
Olivya pun langsung diam dan menurut. Dia kemudian membuka halaman pertama buku yang ada ditangannya. Sedangkan Lea merasa sangat senang akhirnya bisa mengajak adik iparnya itu untuk belajar bersama. Dan saat ini juga adalah untuk pertama kalinya keduanya berbicara secara baik-baik dan tidak ada pertengkaran. Lea sangat bersyukur dengan hal itu. Ya meskipun dia merasa sedikit janggal dengan tingkah Olivya. Lea mencoba untuk tidak peduli dan menikmati momen saat ini.
"Akhirnya gue bisa sedikit menaklukkan anak ini," batin Lea senang.
"Cantik banget kalau nggak marah-marah," batinnya lagi sembari menatap Olivya ya sedang fokus dengan bukunya.
Suasana hening beberapa saat, Olivya sibuk dengan bacaannya. Dan Lea kembali fokus dengan laptop dihadapannya. Hingga akhirnya Lea membuka suara.
"Oliv, boleh tanya gak?" lirih Lea sedikit takut.
Olivya hanya mengernyit tanpa berkata apapun. Lea tahu bahwa Olivya telah membuka pintu untuk pertanyaan apa yang akan dia lontarkan. Tanpa basa-basi Lea pun langsung bertanya.
"Lo beneran pacaran sama Bryan ya?" tanya Lea. Yang langsung dijawab Olivya dengan anggukan pelan.
__ADS_1
"Sejak kapan kalian pacaran?" lanjut Lea.
Kali ini Olivya tidak langsung menjawab. Tampaknya dia sedang memikirkan sesuatu. Lama dia terdiam hingga akhirnya ....